Bagian Paru-paru yang Paling Banyak Mengandung Pembuluh Darah

Loading...

ASTALOG.COM – Manusia dan hewan dapat melakukan proses pernapasan dengan baik karena adanya paru-paru. Sebagai suatu organ dalam sistem pernapasan, paru-paru berhubungan pula dengan sistem peredaran darah mengingat kita bernapas dengan udara. Dalam hal ini, paru-paru berfungsi untuk menukar oksigen dari udara dengan karbondioksida dari darah. Inilah yang disebut sebagai proses “pernapasan eksternal”. Dalam istilah kedokteran, dikenal dengan istilah Pulmo yang berasal dari kata latin Pulmones.

BAGIAN PARU-PARU YANG PALING BANYAK MENGANDUNG PEMBULUH DARAH

Paru-paru memiliki beberapa bagian, dimana dari beberapa bagian itu ada yang mengandung pembuluh darah paling banyak. Ya, itulah Alveolus, bagian paru-paru yang memiliki kandungan pembuluh darah paling banyak.

Perlu diketahui bahwa Alveolus memiliki struktur anatomi yang berongga yang terdapat pada parenkim paru-paru, yang merupakan ujung dari saluran pernapasan, di mana kedua sisinya merupakan tempat pertukaran udara dengan darah.

BACA JUGA:  Peranan Bakteri di Berbagai Bidang Kehidupan

Alveolus merupakan anatomi yang hanya dimiliki oleh mamalia. Pada vertebrata, sistem pertukaran gas memiliki struktur yang berbeda. Membran alveolaris adalah permukaan tempat terjadinya pertukaran gas, dimana darah yang kaya karbondioksida akan dipompa dari seluruh tubuh ke dalam pembuluh darah alveolaris. Selanjutnya, melalui difusi, alveolus melepaskan karbondioksida dan menyerap oksigen.

BAGIAN PARU-PARU LAINNYA

1) Trakea

Trakea merupakan suatu tabung dengan panjang sekitar 5 inci yang menghubungkan antara laring ke bronkus. Trakea terdiri dari tulang rawan hialin yang berbentuk seperti huruf C yang dilapisi oleh epitel bersilia. Trakea berfungsi sebagai saluran pernapasan. Silia ditemukan di dalam sel-sel epitel yang berfungsi untuk menangkap suatu partikel asing dan membawanya ke faring sehingga bisa memasuki sistem pencernaan.

BACA JUGA:  Cara Singapura Menyiasati Wilayahnya yang Sempit

2) Bronkus

Bronkus merupakan lanjutan dari trakea yang berupa batang bercabang yang menghubungkan antara paru-paru kiri, paru-paru kanan, dan trakea. Bronkus terdiri dari tulang rawan, lapisan mukosa, dan otot polos. Kartilago memiliki fungsi sebagai suatu kerangka bronkus yang terdiri dari lapisan mukosa yang menghasilkan lendir untuk menjebak suatu partikel asing yang memasuki paru-paru, serta otot polos yang memungkinkan kita untuk bernapas secara otomatis tanpa disadari.

Bronkus terbagi 2 bagian, yaitu:

  1. Bronkus Principalis Dekstra, yaitu bronkus yang akan menuju ke pulmo dekstra dengan diameter yang lebih lebar, ukuran lebih pendek, dan berjalan lebih vertikal.
  2. Bronkus Principalis Sinistra, yaitu bronkus yang akan menuju ke pulmo sinistra dengan diameter yang lebih kecil, ukuran lebih panjang, dan berjalan agak horizontal.
BACA JUGA:  Ciri-ciri Sosial Papua Nugini

3) Bronkiolus

Bronkiolus merupakan cabang bronkus yang bermuara di alveolus. Bronkiolus memiliki struktur yang tidak mempunyai tulang rawan, bersilia, dan dan di bagian ujung terdiri dari jaringan epitelium yang berbentuk kubus bersilia.

4) Pleura

Pleura merupakan suatu selaput yang melapisi organ paru-paru. Struktur kantongnya juga halus dan licin. Pleura berfungsi untuk mengurangi suatu gesekan ketika paru-paru mengembang atau mengempis. Pleura memiliki 2 lapisan, yaitu pleura parietalis dan pleura visceral. Selain itu, terdapat suatu cairan yang mengandung sedikit glikosaminoglikan di antara kedua lapisannya.

5) Diafragma

Diafragma merupakan suatu serat otot yang membentuk perbatasan antara suatu rongga dada dan rongga perut. Diafragma juga memiliki peran penting dalam proses pernapasan perut. Diafragma terdiri dari otot, pembuluh darah, dan saraf yang disebut saraf frenikus.