Sistem Organisasi Kehidupan Amoeba sp dan Planaria sp

ASTALOG.COM – Amoeba merupakan salah satu anggota Rhizopoda yang terkenal. Bentuk Amoeba senantiasa berubah-ubah, hidupnya bebas, terdapat di tanah becek atau di perairan yang banyak mengandung bahan organik tetapi ada juga amoeba yang hidup sebagai parasit.

Sementara itu, planaria merupakan salah satu cacing pipih yang hidup bebas, kebanyakan hidup di dalam air tawar atau air laut, atau tempat yang lembab di daratan. Struktur Planaria tubuhnya pipih, memanjang dan lunak, berukuran kira-kira 15mm (5-25mm) panjang, bagian anterior (kepala) berbentuk segitiga tumpul, dan meruncing kearah belakang, dan berpigmen yang gelap. Planaria menghindari cahaya yang kuat dan pada siang hari.

Nah, bagaimana struktur organisasi kehidupan keduanya? Yuk, simak artikel berikut untuk mencari tahu jawabannya.

Amoeba sp

Amoeba adalah anggota dari kelas Rhizopoda dan filum Protozoa.

Amoeba termasuk mikroorganisme yang bergerak dengan pseudopodia atau kaki semu.

Amoeba mampu hidup diluar tubuh organisme lain atau disebut sebagai ekto amoeba. Amoeba juga bisa hidup dalam organisme lain seperti manusia disebut ento amoeba.

Contoh hewan ekto amoeba adalah Amoeba proteus. Entoamoeba seperti Entamoeba dysentries (sering disebut disentri amoeba) dan Entamoeba histolica yang hidup di usus halus dan Entamoeba coli yang ada di usus besar.

Struktur tubuhnya sangat sederhana yang merupakan sel tunggal (uniseluler) transparan dan menyerupai gelatin dan dapat berubah bentuk karena kemampuannya bergerak menggunakan pseudopodia.

Amoeba proteus memiliki satu inti (nukleus) dan organel bermembran seperti sel eukariot lainnya.

Organel bermembran seperti mikondria, vakuola makanan, badan golgi (apparatus golgi), vakuola kontraktil dan lainnya).

Planaria sp

Klasifikasi Planaria menurut Barnes adalah sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Philum : Platyhelminthes
Kelas : Turbellaria
Ordo : Tricladida
Familia : Paludicola
Genus : Euplanaria
Spesies : Euplanaria sp

Planaria merupakan cacing pipih, yang hidup bebas di perairan yang jernih dengan ukuran tubuhnya yang kecil (Soemadji,1994/1995). Planaria tubuhnya selain pipih juga lonjong, dan lunak dengan panjang tubuh kira-kira antara 0,5-75mm. Bagian anterior (kepala) berbentuk segi tiga memiliki dua buah bintik mata Bintik mata Planaria hanya berfungsi untuk membedakan intensitas cahaya dan belum merupakan alat penglihatan yang dapat menghasilkan bayangan.

Planaria tubuhnya pipih, lonjong dan lunak dengan panjang tubuh kira-kira antara 5-25 mm. Bagian anterior (kepala) berbentuk segitiga tumpul, berpigmen gelap kearah belakang, mempunyai 2 titik mata di mid dorsal. Titik mata hanya berfungsi untuk membedakan intensitas cahaya dan belum merupakan alat penglihat yang dapat menghasilkan bayangan (Soemadji, 1994/1995).

Lubang mulut berada di ventral tubuh agak kearah ekor, berhubungan dengan pharink (proboscis) berbentuk tubuler dengan dinding berotot, dapat ditarik dan dijulurkan untuk menangkap makanan. Di bagian kepala, yaitu bagian samping kanan dan kiri terdapat tonjolan menyerupai telinga disebut aurikel. Tepat di bawah bagian kepala terdapat tubuh menyempit, menghubungkan bagian badan dan bagian kepala, disebut bagian leher. Di sepanjang tubuh bagian ventral diketemukan zona adesif. Zona adesif menghasilkan lendir liat yang berfungsi untuk melekatkan tubuh planaria ke permukaan benda yang ditempelinya. Di permukaan ventral tubuh planaria ditutupi oleh rambut-rambut getar halus, berfungsi dalam pergerakan.