Keanekaragaman Jenis dan Penyebaran Kura-kura

Loading...

ASTALOG.COM – Sebagaimana diketahui bahwa kura-kura adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil. Hewan khas ini mudah dikenali dengan adanya ‘rumah’ atau batok (bony shell) yang keras dan kaku. Dalam bahasa Indonesia, dikenal 3 kelompok hewan yang termasuk bangsa ini, yaitu:

  1. penyu (sea turtles)
  2. labi-labi/bulus (freshwater turtles)
  3. kura-kura (tortoises)

Sementara itu, dalam bahasa Inggris, dibedakan lagi antara kura-kura darat (land tortoises) dan kura-kura air tawar (freshwater tortoises atau terrapins).

KLASIFIKASI ILMIAH KURA-KURA

  • Kingdom : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Kelas : Sauropsida
  • Ordo : Testudinata
  • Sub Ordo : Pleurodira dan Cryptodira

KEANEKARAGAMAN JENIS DAN PENYEBARAN KURA-KURA

Secara keseluruhan, diperkirakan terdapat sekitar 260 spesies kura-kura dari 12-14 suku (familia) yang masih hidup di berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri terdapat sekitar 45 jenis dari sekitar 7 suku kura-kura dan penyu. Adapun beberapa jenis dari kura-kura tersebut antara lain:

A. Sub Ordo Pleurodira

1. Chelidae 

Chelidae merupakan kura-kura berleher ular, di mana kebanyakan anggotanya memiliki leher yang panjang. Karena tak dapat ditarik masuk, kepala kura-kura ini hanya dilipat menyamping di sisi tubuhnya di bawah lindungan pinggiran tempurung badannya. Suku kura-kura leher ular menyebar terutama di Papua dan Australia serta di pulau-pulau sekitarnya, di Amerika Selatan, serta di Pulau Rote, Nusa Tenggara, Indonesia. Habitat kura-kura ini adalah perairan tawar. Beberapa jenisnya yang ada di Indonesia, di antaranya:

  • Kura-kura rote (Chelodina mccordi)
  • Kura-kura papua (Chelodina novaeguineae)
  • Kura-kura perut putih (Elseya branderhosti)

2. Pelomedusidae

Seperti kerabat terdekatnya, Chelidae, anggota suku Pelomedusidae merupakan kura-kura yang habitatnya di air tawar. Jenis kura-kura ini tersebar di wilayah Amerika Selatan, Afrika, dan Madagaskar.

BACA JUGA:  Cara Ilmuan Mengetahui Umur Fosil

B. Sub Ordo Cryptodira

1. Cheloniidae

Cheloniidae atau penyu merupakan jenis kura-kura yang hidup sepenuhnya di lautan, kecuali yang betina ketika bertelur. Boleh dikatakan jika penyu tidak pernah lagi menginjak daratan setelah dia mengenal laut semenjak ditetaskan.

Penyu memiliki kepala, kaki, dan ekor yang tak dapat ditarik masuk ke tempurungnya. Kaki-kaki penyu berbentuk dayung, dan lubang hidungnya yang berada di sisi atas moncongnya merupakan bentuk adaptasi yang sempurna untuk kehidupan laut.

Penyu tersebar luas di samudera-samudera di seluruh dunia. Dari 7 spesies anggota sub ordo ini, 6 di antaranya ditemukan di Indonesia. Beberapa contohnya adalah:

  • Penyu hijau (Chelonia mydas)
  • Penyu sisik (Eretmochelys imbricata)

2. Dermochelyidae

Dermochelyidae hanya memiliki 1 anggota saja, yaitu penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Jenis penyu ini hidup di lautan-lautan besar hingga ke daerah dingin. Penyu ini merupakan kura-kura terbesar yang masih hidup. Panjang tubuhnya, yaitu karapas dapat mencapai sekitar 3 meter, meski umumnya hanya sekitar 1.5 meter atau kurang, dan beratnya mencapai sekitar 1 ton.

BACA JUGA:  Dampak dari Globalisasi Budaya

3. Chelydridae

Chelydridae terdiri dari kura-kura air tawar berekor panjang dan berkepala besar, yang menyebar di wilayah Amerika. Pengecualian untuk 1 anggotanya, yaitu Platysternon yang menyebar di Tiongkok dan Indochina. Namun beberapa ahli memasukkan Platysternon ke dalam suku tersendiri, yaitu Platysternidae.

4. Kinosternidae

Kinosternidae merupakan suku kura-kura air tawar kecil dari Amerika Tengah. Hewan ini mampu mengeluarkan bau tidak enak. Selain itu, hewan ini memiliki alat kelamin yang persis sama dengan milik pria dewasa.

5. Dermatemyidae

Dermatemyidae merupakan kura-kura berukuran relatif besar dan hidup di sungai-sungai, dan menyebar terbatas di wilayah Amerika Tengah.

6. Carettochelyidae

Carettochelyidae hanya memiliki 1 anggota yang hidup, yaitu labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta). Labi-labi ini menyebar terbatas di Papua bagian selatan dan Australia bagian utara.

BACA JUGA:  Sifat Fisika dan Kimia pada Logam

7. Emydidae

Emydidae adalah suku kura-kura akuatik dan semi akuatik yang hidup di air tawar di wilayah Eropa, Asia, dan terutama di Amerika. Emydidae merupakan salah satu suku kura-kura terbesar dari segi jumlah anggotanya.

8. Geoemydidae

Geoemydidae merupakan suku kura-kura yang terbanyak anggotanya dan hidup di air tawar yang terutama di sungai-sungai, meskipun sering pula ditemui di daratan. Geoemydidae terutama menyebar di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di luar itu, anggota suku ini juga ditemukan di Afrika bagian utara, Eurasia, dan Amerika tropis. Contoh anggotanya yang ada di Indonesia, yaitu:

  • Biuku (Batagur baska)
  • Beluku/tuntong (Callagur borneoensis)
  • Kuya batok (Cuora amboinensis)

9. Testudinidae

Testudinidae merupakan kura-kura darat sejati dengan banyak anggotanya yang tersebar luas di seluruh dunia. Kura-kura raksasa dari Kepulauan Galapagos dan kura-kura darat berumur panjang dari Kepulauan Seychelles ermasuk ke dalam suku ini. Sementara itu, 2 anggotanya terdapat di Indonesia, yaitu:

  1. Baning Sulawesi (Indotestudo forsteni)
  2. Baning cokelat (Manouria emys)