Peranan Keanekaragaman Hayati Terhadap Kehidupan Manusia

ASTALOG.COM – Keanekaragaman hayati adalah keberagaman tumbuhan, hewan dan makhluk hidup lain yang tumbuh hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu. Keanekaragaman hayati pada satu daerah atau wilayah akan berbeda dengan pada daerah atau wilayah lainya, maka inilah yang akan membedakan tiap daerah apabila dilihat dari keberagaman makhluk dan tumbuh tumbuhan yang hidup pada tiap-tiap daerah tertentu sebagai ciri dan bahkan simbol dari daerah itu sendiri.

Berikut adalah peranan kenekaragaman hayati terhadap kehidupan manusia, dilansir dari laman Materisma.com:

1. Sumber Pangan

Yang pertama adalah sebagai sumber pangan. Setiap hari kita membutuhkan makanan dan minuman agar kita memperoleh energi untuk melakukan berbagai macam aktifitas. Sementara manusia tidak dapat membuat makanannya sendiri. Lalu darimana manusia memperoleh makanannya? Manusia memperoleh makanan dari makhluk hidup lain, yaitu tumbuhan dan hewan.

Sumber bahan makanan dari berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang dimanfaatkan manusia diantaranya sebagai berikut:
– Bahan makanan yang berfungsi sebagai makanan pokok, misalnya padi, jagung, gandum, sagu, umbi, singkong, dan talas.
– Bahan makanan yang berfungsi sebagai lauk-pauk, misalnya ikan, ayam, sapi, kambing, dan udang.
– Bahan makanan yang berfungsi sebagai sayuran, seperti bayam, kangkung, kubis, sawi, tomat, wortel, buncis, dan jagung.
Bahan yang makanan berfungsi sebagai buah-buahan, misalnya mangga, apel, durian, rambutan, stroberi, kelengkeng, dan lain sebagainya.

2. Sumber Sandang

Sandang merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Dari manakah asal bahan pembuat pakaian yang kita kenakan saat ini? Bahan pakaian yang dimanfaatkan manusia antara lain berasal dari berbagai jenis tumbuhan atau hewan, misalnya;
1. kapas,
2. pisang abaka,
3. ulat sutera,
4. bulu dan
5. biri-biri.

3. Sumber Bahan Bangunan dan Alat-Alat Rumah Tangga

Apabila kita amati, beberapa perabotan di rumah kita sebagian besar terbuat dari bahan besi, plastik, atau kayu. Bahan kayu berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kayu jati, mahoni, sonokeling, bangkirai, sengon, kruing, ulin, kelapa, sampai bambu.

4. Sumber Pendapatan

Saat ini banyak orang yang berwirausaha dengan mengembangkan usaha di bidang keanekaragaman hayati, baik hewan maupun tumbuhan. Berbagai hewan dikembangkan manusia sebagai sumber pendapatan, misalnya dengan memelihara ayam petelur, pedaging, sapi perah, usaha perikanan air tawar, dan sebagainya. Selain hewan, banyak pula orang yang menggantungkan sumber pendapatannya dari usaha pembudidayaan tanaman, seperti tanaman buah-buahan, sayuran, tanaman hias, tanaman perkebunan, dan lain-lain.

Selain itu, keanekaragaman hayati yang tinggi dapat pula dijadikan masyarakat sebagai sumber pendapatan misalnya sebagai bahan bangunan dan alat-alat rumah tangga, bahan baku industri, dan rempah-rempah. Sumber pendapatan manusia misalnya jati dan mahoni dapat dijadikan sebagai bahan baku industri ukir; teh dan kopi sebagai bahan baku industri minuman; kenanga dan nilam sebagai bahan baku industri minyak wangi; rempah-rempah sebagai bahan baku industri makanan; dan sebagainya.

5. Sumber Plasma Nutfah

Plasma nutfah atau gen merupakan substansi atau sumber sifat keturunan makhluk hidup yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan jenis unggul baru. Di Indonesia terdapat keanekaragaman hayati yang tinggi, di antaranya banyak jenis tumbuhan maupun hewan yang memiliki sifat-sifat unggul seperti perakarannya kuat, tahan terhadap hama dan penyakit, tahan terhadap kekeringan, maupun tahan terhadap air asin.

Unsur utama dari pengelolaan plasma nutfah sendiri adalah pelestarian secara in situ dan ex situ dari plasma nutfah. Sedangkan fokus dari pengelolaan plasma nutfah adalah melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkannya secara berkelanjutan, baik pada ekosistem darat maupun laut, kawasan agroekosistem dan kawasan produksi, serta program konservasi ex situ.

Kekayaan plasma nutfah yang terdapat di alam Indonesia memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam industri pertanian. Oleh sebab itu, saat ini plasma nutfah banyak dikaji dan dikoleksi dalam rangka meningkatkan produksi pertanian dan penyediaan pangan. Hal ini dilakukan karena plasma nutfah merupakan sumber gen yang berguna bagi perbaikan tanaman seperti gen untuk ketahanan penyakit, serangga, gulma dan juga gen untuk ketahanan terhadap cekaman lingkungan abiotik yang kurang menguntungkan seperti kekeringan. Selain itu plasma nutfah juga merupakan sumber gen yang dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas hasil tanaman seperti kandungan nutrisi yang lebih baik.

Di masa depan, plasma nutfah akan lebih penting peranannya dalam pembangunan mengingat kebutuhan dunia akan bahan-bahan hayati untuk obat, varietas baru tanaman pertanian dan ternak, proses industri, dan pengolahan pangan semakin meningkat.

6. Sumber Keilmuan

Telah disebutkan diatas bahwa kehidupan manusia sangat tergantung dari tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dikembangkan manusia melalui usaha pertanian, sedangkan hewan dikembangkan melalui kegiatan peternakan. Salah satu cara yang dilakukan manusia untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan mengupayakan perkembangbiakan secara vegetatif buatan seperti mencangkok, menempel, menyambung, merunduk, dan stek.

Nah, apabila kita ingin mengupayakan perkembangbiakan secara vegetatif buatan, tentunya kita harus menguasai ilmu pengetahuan tentang morfologi dan anatomi tumbuhan agar apa yang kita upayakan memperoleh hasil yang maksimal. Saya ambil contoh misalnya kita akan mencangkok. Akan sangat penting bagi kita untuk mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri tanaman yang bisa dicangkok. Kenapa? Karena tidak semua tanaman dapat dicangkok. Kita juga perlu mengetahui kelebihan dari perkembangbiakan dengan cara ini, yaitu menghasilkan keturunan yang mempunyai sifat sama dengan sifat induknya, lebih cepat berproduksi, dan perkembangbiakannya tidak tergantung pada buah atau biji induknya.

Ciri-ciri tanaman yang bisa dicangkok antara lain:
– batang berkambium,
– kuat, bagus,
– subur, dan
– tidak terserang penyakit.
Selain 4 hal diatas, perlu diperhatikan ketika akan mencangkok tanaman adalah percabangan tumbuhan yang akan dicangkok harus lurus dan tegak serta idealnya memiliki garis tengah sekitar 2–3 cm.

7. Sumber Bahan Obat-Obatan

jenis tumbuhan dan hewan yang dapat dijadikan bahan obat-obatan seperti jahe, kencur, temulawak, temu giring, adas, sirih, mengkudu, remujung, tempuyung, mahkota dewa, buah merah, dan sebagainya.

Contoh pemanfaatan tumbuhan dan hewan sebagai obat-obatan adalah sebagai berikut:
– Buah mengkudu (pace) diketahui berkhasiat untuk mencegah dan mengobati penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit lainnya.
– Remujung dan tempuyung diketahui berkhasiat untuk menghancurkan batu ginjal. Temulawak dapat ntuk obat sakit kepala dan masuk angin, obat sakit maag dan obat sembelit.
– Seledri bisa dipakai sebagai Obat Asam Urat.
– Belimbing dapat mejadi obat kolestrol tinggi dan penurun darah tinggi.
– Daun sirih untuk obat gatal-gatal.
Bekicot sebagai sumber protein.
– Cacing tanah berkhasiat untuk mengobati penyakit tipus. dll

8. Sumber Keindahan

Yang terakhir adalah sebagai sumber keindahan. Kita sering melihat tanaman hias, seperti anggrek, mawar, aneka jenis bonsai, serta tanaman gelombang cinta dan anturium. Tanaman-tanaman tersebut dimanfaatkan sebagai hiasan karena dapat menjadikan pemandangan sekitar terlihat indah dan asri. Selain tanaman yang dapat dimanfaatkan keindahannya, hewan pun dapat dimanfaatkan pula untuk keindahan. Hewan yang dapat dimanfaatkan keindahannya misalnya burung beo dapat dinikmati keindahan suaranya dan burung merak serta burung cendrawasih dinikmati keindahan warna tubuhnya.