Fungsi Jaringan Tulang

Loading...

ASTALOG.COM – Jaringan tulang merupakan jaringan yang terdiri atas sel-sel tulang atau oesteon yang tersimpan dalam matriks. Matriks itu sendiri terdiri atas zat pelekat kolagen dan endapan garam-garam mineral, terutama garam kapur dan kalsium. Semakin bertambahnya usia seseorang, maka kadar zat pelekat kolagennya akan semakin rendah, sementara itu zat kapurnya akan semakin meningkat, sehingga tulang akan semakin keras dan kuat. Proses ini dinamakan sebagai Kalsifikasi atau Pengapuran. Jaringan tulang terdapat pada seluruh rangka tubuh manusia. Karena terdapat pada seluruh rangka tubuh, menjadikan jaringan tulang memiliki fungsi penting sebagai komponen utama dari rangka tubuh manusia.

FUNGSI JARINGAN TULANG

  1. Sebagai Pendukung. Dalam hal ini, jaringan tulang akan mendukung dan memberikan lampiran untuk sebagian besar otot pada rangka manusia.
  2. Memberi Perlindungan. Dalam hal ini, jaringan tulang yang membentuk rangka tubuh akan memberikan perlindungan mekanis bagi banyak organ tubuh lainnya, sekaligus mengurangi risiko cedera.
  3. Membantu dalam Bergerak. Dalam hal ini, otot rangka yang melekat pada jaringan tulang akan berkontraksi dan pada saat itulah akan memudahkan manusia dalam bergerak.
  4. Menyimpan Mineral. Dalam hal ini, jaringan tulang dapat menyimpan beberapa mineral, termasuk kalsium (Ca) dan fosfor (P). Kemudian, jaringan tulang akan melepaskan mineral ke dalam darah dan memfasilitasi terjadinya keseimbangan mineral dalam tubuh.
  5. Memproduksi Sel-sel Darah Merah. Dalam hal ini, proses produksi sel-sel darah merah akan berlangsung di sumsum tulang merah pada beberapa tulang yang berukuran lebih besar.
  6. Menyimpan Energi Kimia. Dalam hal ini, seiring bertambahnya usia, maka akan terjadi beberapa perubahan sumsum tulang dari sumsum tulang merah menjadi sumsum tulang kuning.
    Sumsum tulang kuning terdiri dari sel-sel adiposa, dan sedikit sel-sel darah. Disinilah tempat penyimpanan cadangan energi kimia yang penting.
BACA JUGA:  Bagaimana Pengelolaan BUMN?

LAPISAN-LAPISAN JARINGAN TULANG

Dari luar ke dalam secara berurutan akan didapatkan lapisan-lapisan jaringan tulang sebagai berikut:

1) Periosteum

Periosteum merupakan selaput luar tulang yang tipis. Periosteum mengandung osteoblas (sel pembentuk jaringan tulang), jaringan ikat, dan pembuluh darah. Periosteum merupakan tempat melekatnya otot-otot rangka (skelet) ke tulang dan berperan dalam memberikan nutrisi, pertumbuhan, dan reparasi tulang rusak.

2) Tulang Kompak

Tulang kompak yang paling banyak ditemukan pada tulang kaki dan tulang tangan memiliki tekstur yang halus dan sangat kuat. Tulang kompak memiliki sedikit rongga dan lebih banyak mengandung kapur (Calsium Phosfat dan Calsium Carbonat) sehingga tulang menjadi padat dan kuat.
Kandungan tulang manusia dewasa lebih banyak mengandung kapur dibandingkan dengan anak-anak maupun bayi. Dalam hal ini, bayi dan anak-anak memiliki tulang yang lebih banyak mengandung serat-serat sehingga lebih lentur.

BACA JUGA:  Jenis-jenis Gerakan Tektonisme

3) Tulang Spongiosa

Tulang spongiosa merupakan lapisan jaringan tulang yang memiliki banyak rongga. Rongga tersebut diisi oleh sumsum merah yang dapat memproduksi sel-sel darah. Tulang spongiosa terdiri dari kisi-kisi tipis tulang yang disebut trabekula.

4) Sumsum Tulang

Sumsum tulang merupakan lapisan jaringan tulang yang wujudnya seperti gel yang kental. Sumsum tulang ini dilindungi oleh tulang spongiosa.
Sumsum tulang berperan penting dalam tubuh karena berfungsi dalam memproduksi sel-sel darah yang ada dalam tubuh.