Klasifikasi Proyeksi Peta

ASTALOG.COM – Dalam ilmu Geografi kita mengenal istilah Proyeksi Peta. Secara umum, Proyeksi Peta dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari cara pemindahan data topografi dari permukaan Bumi ke atas permukaan peta. Sebagaimana diketahui jika Bumi merupakan planet yang berbentuk bulat ellipsoid dengan permukaan yang bervariasi mulai dari dataran rendah hingga pegunungan. Jika Bumi diibaratkan sebagai buah jeruk, maka kulit jeruk diibaratkan sebagai permukaan Bumi. Bisa dibayangkan jika kulit jeruk itu dikupas maka sebagian aka nada yang sobek dan tidak sempurna apabila didatarkan di atas meja. Itulah sebabnya proyeksi peta berguna untuk mengurangi atau menutupi bagian yang sobek tersebut. Teknik untuk memindahkan bidang lengkung permukaan bumi ke dalam bidang datar inilah yang dinamakan sebagai proyeksi peta. Proyeksi peta bertujuan untuk mengurangi distrorsi atau kesalahan seminimal mungkin ketika memindahkan bidang lengkung tersebut ke bentuk datar seperti peta.

KLASIFIKASI PROYEKSI PETA

  1. Menurut Jenis Bidang Proyeksi
  2. Proyeksi Bidang Datar (Bidang Datarhal/Zenithal)

Proyeksi bidang datar merupakan sebuah proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya. Proyeksi ini menyinggung bola bumi dan berpusat pada satu titik. Proyeksi ini menggambarkan daerah kutub dengan menempatkan titik kutub pada titik pusat proyeksi. Proyeksi bidang datar dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

  1. Proyeksi bidang datar normal, yaitu proyeksi bidang datar yang bidang proyeksinya menyinggung kutub.
  2. Proyeksi bidang datar transversal, yaitu proyeksi bidang datar yang bidang proyeksinya tegak lurus dengan ekuator.
  3. Proyeksi bidang datar oblique, yaitu proyeksi bidang datar yang bidang proyeksinya menyinggung salah satu tempat antara kutub dan ekuator.
  4. Proyeksi Kerucut

Proyeksi kerucut merupakan pemindahan garis-garis meridian dan paralel dari suatu bola dunia ke sebuah kerucut. Untuk proyeksi normalnya, cocok untuk memproyeksikan daerah lintang tengah (miring). Proyeksi ini memiliki paralel melingkar dengan meridian berbentuk jari-jari. Paralel berwujud garis lingkaran sedangkan bujur berupa jari-jari. Proyeksi kerucut diperoleh dengan memproyeksikan bola dunia pada kerucut yang menyinggung atau memotong bola dunia kemudian di buka, sehingga bentangnya ditentukan oleh sudut puncaknya. Proyeksi ini paling tepat untuk menggambar daerah daerah di lintang 45°. Proyeksi kerucut dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

  1. Proyeksi kerucut normal atau standar, yaitu jika garis singgung bidang kerucut pada bola bumi terletak pada suatu paralel standar.

 

  1. Proyeksi kerucut transversal, yaitu jika kedudukan sumbu kerucut terhadap sumbu bumi tegak lurus.
  2. Proyeksi kerucut oblique, yaitu jika sumbu kerucut terhadap sumbu bumi terbentuk miring.
  3. Proyeksi Silinder

Proyeksi Silinder merupakan suatu proyeksi permukaan bola bumi yang bidang proyeksinya berbentuk silinder dan menyinggung bola bumi. Apabila pada proyeksi ini bidang silinder menyinggung khatulistiwa, maka semua garis paralel merupakan garis horizontal dan semua garis meridian merupakan garis lurus vertikal.

  1. Menurut Kedudukan Bidang Proyeksi
  2. Proyeksi normal
  3. Proyeksi miring
  4. Proyeksi transversal
  5. Menurut Jenis Unsur yang Bebas (Distorsi)
  6. Proyeksi conform merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya sudut
  7. Proyeksi equidistant merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya panjang jarak
  8. Proyeksi equivalent merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya luas suatu daerah pada bidang lengkung
  9. Menurut Gubahan (Modifikasi)
  10. Proyeksi Bonne (Equal Area) merupakan jenis proyeksi yang sifat-sifatnya sama luas. Sudut dan jarak benar pada meridian tengah dan pada paralel standar. Semakin jauh dari meridian tengah, bentuk menjadi sangat terganggu. Baik untuk menggambarkan Asia yang letaknya di sekitar khatulistiwa.
  11. Proyeksi Sinusoidal merupakan jenis proyeksi yang menghasilkan sudut dan jarak sesuai pada meridian tengah dan daerah khatulistiwa sama luas. Jarak antara meridian sesuai, begitu pula jarak antar paralel. Baik untuk menggambar daerah-daerah yang kecil dimana saja. Juga untuk daerah-daerah yang luas yang letaknya jauh dari khatulistiwa. Proyeksi ini sering dipakai untuk Amerika Selatan, Australia dan Afrika.
  12. Proyeksi Mercator merupakan proyeksi silinder normal konform, dimana seluruh muka bumi dilukiskan pada bidang silinder yang sumbunya berimpit dengan bola bumi, kemudian silindernya dibuka menjadi bidang datar.
  13. Proyeksi Mollweide merupakan proyeksi yang sama luas untuk berubah di pinggir peta.
  14. Proyeksi Gall merupakan proyeksi yang sifatnya sama luas, dengan bentuk sangat berbeda pada lintang-lintang yang mendekati kutub.
  15. Proyeksi Homolografik merupakan proyeksi yang sifatnya sama luas, yang bertujuan untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi pada proyeksi Mollweide. Proyeksi ini baik untuk menggambarkan penyebaran.

 

PELAJARAN YANG BERKAITAN