Reunifikasi Jerman

Loading...

ASTALOG.COM – Menjelang tahun 1990-an, Jerman Timur dilanda isu tentang keterbukaan dan restrukturisasi ekonomi. Hal itu dipicu oleh kemerosotan ekonomi Jerman Timur di satu pihak dan daya tarik perkembangan pesat perekonomian di Jerman Barat di lain pihak. Hal itulah yang kemudian melahirkan gerakan yang bertujuan menyatukan kembali Jerman Timur dengan Jerman Barat.

Lalu bagaimana efek reunifikasi ini? Sebelum itu, mari kita simak dulu proses terjadinya reunifikasi.

Latar Belakang

Dilansir dari laman Sumberpengetahuan.com, reunifikasi Jerman ini mulai tampak sejak 4 November 1989 ketika lebih dan 500.000 orang Jerman Timur berdemonstrasi di Berlin Timur. Peristiwa ini disusul dengan bubarnya Kabinet Jerman Timur dan Politbiro Partai Komunis sebagai lembaga tertinggi di Jerman Timur. Lima hari kemudian, Tembok Berlin dan perbatasan Iainnya dinyatakan terbuka. Saat itu jutaan Orang Jerman Timur mengunjungi Berlin Barat.

Tembok Berlin telah dinyatakan terbuka, namun ide untuk penyatuan Jerman secara resmi pertama kali muncul pada Pertemuan Ottawa. Pertemuan ini diikuti oleh pejabat-pejabat tinggi Jerman Barat, Jerman Timur serta empat negara pemenang Perang Dunia II, yaitu Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, dan Prancis sehingga dikenal dengan sebutan Rumus Dua Plus Empat. Pada tanggal 14 Februari 1990 Kanselir Helmut Kohl dan rekannya dari Jerman Timur Hans Modrow setuju untuk mempersiapkan penyatuan mata uang dan ekonomi kedua negara. Akhirnya pada tanggal 24 April 1990 Kohl dan de Maiziere menetapkan penyatuan ekonomi dan moneter. Hal ini ditindaklanjuti dengan menetapkan Deutsche Mark sebagai mata uang Jerman.

BACA JUGA:  Pengertian Revolusi dan Contohnya

Selain bidang ekonomi, bidang militer menjadi sasaran penyatuan Jerman selanjutnya. Pada awalnya Menlu Uni Soviet Edward Shevardnadze dalam pertemuan Dua-Plus-Empat pertama di Bonn mengajukan usulan agar Jerman Bersatu dalam lima tahun pertama tetap dalam Pakta Warsawa atau netral. Akan tetapi usul ini ditolak NATO. Pada tanggal 16 Juli 1990, akhirnya Moskow menyetujui Jerman Bersatu bergabung dalam NATO dengan tidak lagi menilai Pakta Warsawa sebagai musuh.

Seiring dengan kesepakatan-kesepakatan di atas, pada tanggal 13 Agustus 1990 parlemen Jerman sepakat menetapkan tanggal 23 Oktober 1990 sebagai hari yang tepat untuk penggabungan kembali kedua jerman. Usulan ini didukung oleh 294 suara lawan 62 suara dan 7 suara abstain.

BACA JUGA:  Contoh Hak Dan Kewajiban Manusia Terhadap Lingkungan

Setelah mengalami perjuangan yang panjang, pada tanggal 3 Oktober 1990, akhirnya kedua Jerman resmi bersatu (unifikasi). Enam hari kemudian Tembok Berlin yang selama ini memisahkan kedua negara, dirobohkan.

Efek Reunifikasi

Menurut Wikipedia, biaya persatuan ulang telah menimbul suatu beban yang berat kepada ekonomi Jerman dan telah mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Jerman menjadi tersendat-sendat dalam tahun-tahun terakhir ini. Biaya persatuan ulang diperkirakan berjumlah lebih dari € 15 trilyun (pernyataan Freie Universität Berlin) . Jumlah ini lebih besar daripada hutang negara Jerman.

Sebab utama untuk biaya yang sangat besar ini adalah lemahnya ekonomi Jerman Timur, khususnya jika diperbandingkan dengan Jerman Barat; lalu nilai tukar di antara mata uang Jerman Timur dan Jerman Barat yang secara artifisial ditinggikan demi alasan politik, dengan hasil Jerman Barat harus melunasi rekening ini.

Walaupun dilakukan investasi besar-besaran oleh Jerman Barat, banyak perusahaan Jerman Timur hancur ketika harus bersaing dengan Jerman Barat. Malah sampai sekarang, pemerintah Jerman memberikan lebih dari € 10 miliar demi perkembangan negara-negara bagian yang terletak di mantan Jerman Timur.

BACA JUGA:  Bagian-bagian Kembang Sepatu dan Fungsinya

Selama tahun 1980-an, ekonomi kapitalis Jerman Barat menjadi makmur, sedangkan ekonomi komunis Jerman Timur merosot; sesudah itu, suplai barang-barang dan jasa ke Jerman Timur menegangkan sumber penghasilan Barat.

Industri yang dulu tidak perlu bersaing karena didukung oleh pemerintah Jerman Timur harus diswastanisasikan, seringkali hal ini menghasilkan kebangkrutan mereka.

Sebagai akibat daripada persatuan ulang, kebanyakan mantan daerah Jerman Timur telah kehilangan industrinya, menyebabkan suatu pengangguran yang bisa sebesar kira-kira 25 % di beberapa bagian daerah. Semenjak itu, ratusan ribu warga mantan Jerman Timur secara berkesinambung berhijrah ke wilayah barat untuk mencari pekerjaan. Hal ini menyebabkan wilayah timur kehilangan tenaga-tenaga kerja profesional.

Menurut Bank Sentral Jerman (Bundesbank) sebab dari banyak masalah di ekonomi Jerman sejatinya berakar pada persatuan ulang ini dan bukannya introduksi mata uang Euro pada tahun 2002 seperti dinyatakan oleh banyak ekonom.

Loading...