Sumber Sejarah Visual

ASTALOG.COM – Sejarah menyuguhkan fakta secara diakronis, ideografis, unik, dan empiris. Bersifat diakronis karena berhubungan dengan waktu. Sejarah bersifat ideografis karena sejarah menggambarkan, menceritakan sesuatu. Bersifat unik karena berisi hasil penelitian tentang hal unik. Selain itu juga bersifat empiris artinya sejarah bersandar pada pengalaman manusia yang sungguh-sungguh (Kuntowijoyo). Dari pengertian diatas dapat di simpulkan kalau sejarah itu ilmu yang mempelajari tentang peristiwa masa lampau yang disebabkan oleh aktivitas manusia yang berakibat terjadinya perubahan pada peradaban umat manusia.

Sumber Sejarah

Sumber sejarah adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai media dan bahan merekonstruksi dan menggambarkan peristiwa masa lalu. Sumber sejarah berdasarkan bentuk atau wujudnya terbagi 3 yaitu, dilansir dari laman Altundo.com:

1. Sumber visual yakni sumber sejarah yang berwujud dan berbentuk yang dapat membantu menjelaskan suatu peristiwa, adanya aktivitas dan kreativitas manusia di masa lalu. Termasuk dalam kategori sumber visual adalah istana, situs candi, benteng, masjid dan benda-benda purbakala lainnya.

2. Sumber warisan atau lisan yaitu sumber informasi sejarah yang berasal dari penuturan dari mulut ke mulut. Sumber lisan dipilah menjadi dua yaitu tradisi lisan dan sejarah lisan.

– Tradisi lisan (oral tradition), yakni tradisi, adat istiadat atau kepercayaan yang disampaikan yang disampaikan melalui ungkapan lisan.

– Sejarah lisan (oral history) yaitu penuturan mengenai peristiwa masa lalu yang disampaikan secara lisan. Sumber sejarah lisan dapat dibedakan menjadi dua sumber lisan yaitu sebagai berikut

Pertama, sumber lisan yang berasal dari tradisi lisan yang disampaikan secara turun temurun contohnya mitos, hikayat, dan legenda tentang seorang tokoh atau peristiwa tertentu yang terjadi di masa lalu.

Kedua, sumber lisan berdasarkan penuturan pelaku sejarah.

3. Sumber tertulis
– Dibuat dengan sengaja
Yang termasuk dalam sumber sejarah tulisan yang disengaja diantaranya sumber sejarah tradisional atau historiografi tradisional, dokumen arsip, catatan pribadi, petisi atau usul, resolusi, otobiografi atau biografi dan berita surat kabar. Di antara sumber sejarah tradisional adalah Negara kertagama, Babad dan Pararaton. adapun karakteristik penulisan sejarah tradisional yaitu Annal yakni berdasarkan angka tahun dan Kronik yakni secara berurutan berdasarkan waktu terjadinya peristiwa.

– Dibuat dengan tidak sengaja
Adapun sumber tulisan yang dibuat dengan tidak sengaja diantaranya pembukuan, sumber instruksi raja, perpustakaan, berita pemerintah, kuitansi dan sebagainya.

Sejarah Visual

Menurut Roem-hidayat.blogspot.co.id, sejarah visual secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu kisah sejarah yang disampaikan dan dipresentasikan dengan menggunakan sumber-sumber visual, baik berupa gambar bergerak maupun gambar tidak bergerak. Sejarah visual dapat diangkat dan dipresentasikan dalam berbagai tema penulisan sejarah, seperti sejarah sosial, sejarah politik, sejarah ekonomi, dan sejarah budaya. Hingga akhirnya sejarah visual merupakan bentuk baru dari historiografi serta konstruk-konstruk sejarah visual pada berbagai kategori sejarah.

PELAJARAN YANG BERKAITAN