Bentuk Perkembangbiakan Alga Merah

Loading...

ASTALOG.COM – Alga merah atau Rhodophyta adalah salah satu filum dari alga berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Warna merah pada jenis alga ini disebabkan oleh pigmen fikoeritrin dalam jumlah banyak dibandingkan pigmen klorofil, karoten, dan xantofil. Pada umumnya, alga merah merupakan organisme multiseluler (bersel banyak) dan bersifat makroskopis. Secara fisik, alga merah memiliki panjang dalam kisaran 10 cm hingga 1 meter, dan berbentuk berkas atau lembaran.

Sementara itu, habitat alga merah sebagian besar dapat ditemui di laut, terutama di laut tropika. Sebagian kecil alga merah juga hidup di air tawar yang dingin dengan aliran deras dan banyak oksigen. Selain itu, ada pula jenis alga merah yang hidup di air payau. Jenis alga merah yang banyak ditemukan di laut dalam adalah Gelidium dan Gracilaria, sedangkan Euchema spinosum menyukai laut dangkal.

BACA JUGA:  Jelaskan Tentang Evolusi Bumi!

BENTUK PERKEMBANGBIAKAN ALGA MERAH

Dalam hal perkembangbiakan, alga merah dapat melakukannya dengan 2 cara, yaitu:

  1. Perkembangbiakan secara vegetatif, yang berlangsung dengan pembentukan spora haploid yang dihasilkan oleh sporangium atau talus ganggang yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh menjadi ganggang jantan atau betina yang sel-selnya haploid.
  2. Perkembangbiakan secara generatif, di mana alga merah melakukannya dengan proses oogami. Dalam hal ini, pembuahan sel kelamin betina (ovum) dilakukan oleh sel kelamin jantan (spermatium). Alat perkembangbiakan jantan disebut spermatogonium yang menghasilkan spermatium yang tak berflagel. Sedangkan alat kelamin betina disebut karpogonium, yang menghasilkan ovum. Hasil pembuahan sel ovum oleh spermatium adalah zigot yang diploid. Selanjutnya, zigot itu akan tumbuh menjadi alga baru yang menghasilkan aplanospora dengan pembelahan meiosis. Spora haploid akan tumbuh menjadi alga penghasil gamet. Jadi, pada alga merah terjadi pergiliran keturunan antara sporofit dan gametofit.

MANFAAT ALGA MERAH DALAM KEHIDUPAN

  • Beberapa alga merah memiliki nilai ekonomi sebagai bahan makanan, misalnya sebagai pelengkap minuman penyegar ataupun sebagai bahan baku agar-agar. Alga merah sebagai bahan makanan memiliki kandungan serat lunak yang baik bagi kesehatan usus. Dalam hal ini, Gracilaria lichenoides, Euchema spinosum, Gelidium, dan Agardhiella merupakan jenis alga merah yang dibudidayakan karena menghasilkan bahan serupa gelatin yang dikenal sebagai agar-agar. Selain itu, gel ini digunakan oleh para peneliti sebagai medium biakan bakteri dan fase padat pada elektroforesis gel, untuk pengental dalam banyak makanan, perekat tekstil, sebagai obat pencahar (laksatif), atau sebagai makanan penutup.
  • Alga merah dapat menyediakan makanan dalam jumlah banyak bagi ikan dan hewan lain yang hidup di laut. Jenis ini juga menjadi bahan makanan bagi manusia misalnya Chondrus crispus (lumut Irlandia) dan beberapa genus Porphyra. Chondrus crispus dan Gigortina mamilosa menghasilkan karagen yang dimanfaatkan untuk penyamak kulit, bahan pembuat krem, dan obat pencuci rambut.
BACA JUGA:  Proses Pembentukan Sel Jantan pada Tumbuhan

 

 

 

Loading...