Pengharuh Komponen Biotik Terhadap Komponen Abiotik

Loading...

ASTALOG.COM – Tumbuhan sangat berpengaruh terhadap tanah tempat hidupnya contohnya dalam kegiatan penghijauan. Penghijauan biasanya dilakukan pada lahan yang krisis dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi tanah tersebut. Adanya pohon-pohon penghijauan diharapkan dapat memengaruhi tanah sebagai komponen biotiknya dengan cara mengubah struktur tanah dan mengurangi erosi.

Sisa-sisa tumbuhan yang berupa daun kering yang gugur dan jatuh ke tanah akan mencegah cucuran air hujan yang jatuh langsung ke permukaan tanah. Tanpa ada daun itu, tanah akan terpadatkan oleh air hujan sehingga daya serapnya berkurang. Jika daun-daun tersebut membusuk dan bercampur dengan tanah maka akan membentuk humus, yaitu lapisan tanah yang sangat subur untuk pertanian.

Di samping itu, akar-akar tumbuhan juga dapat menahan partikel-partikel tanah dari erosi.

Komponen abiotik dapat mempengaruhi komponen biotik. Begitu juga komponen biotik dapat mempengaruhi komponen abiotik dalam ekosistem.

BACA JUGA:  Tuliskan Unsur-unsur Kebudayaan Secara Universal

Pengharuh Komponen Biotik Terhadap Komponen Abiotik

Berikut beberapa contoh pengaruh komponen abiotik terhadap komponen biotik, dilansir dari laman Anakbangsaberprestasi15.blogspot.co.id:

– Pengaruh air terhadap makhluk hidup: air sangat berguna bagi makhluk hidup, sebagai contoh perhatikan tanaman padi yang tumbuh di sawah. Akar padi menembus ke dalam tanah untuk menyerap air dan zat-zat hara. Bila tanah mengandung cukup air, maka padi akan tumbuh subur, sebaliknya bila kekurangan air maka padi tidak akan tumbuh dengan baik.
– Pengaruh udara terhadap makhluk hidup: udara juga berguna bagi hewan maupun tumbuhan. Udara mengandung antara lain: oksigen dan karbon dioksida. Oksigen berguna untuk pernafasan baik manusia maupun hewan.
– Pengaruh tanaman terhadap tanah dan udara: adanya penanaman pohon yang dapat hidup di tanah yang kurang subur, maka kondisi tanah tersebut dapat diperbaiki. Pohon-pohon berpengaruh dengan cara mengubah struktur tanah dan mengurangi erosi.

BACA JUGA:  Aspek-Aspek Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa Hindu Buddha

Saling Ketergantungan Antara Produsen, Konsumen, dan Pengurai

Dalam suatu ekosistem terjadi ketergantungan antara produsen, konsumen, dan pengurai. Peristiwa makan dan dimakan terjadi antara produsen, konsumen, dan penguarai yang selanjutnya membentuk rantai makanan. Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dengan urutan dan arah tertentu. Pada proses ini terjadi perpindahan energi dari produsen ke konsumen, kemudian ke pegurai. Contoh rantai makanan: rumput dimakan kelinci dimakan rubah.

Di dalam suatu ekosistem, rantai makanan yang satu berhubungan dengan rantai makanan yang lain membentuk suatu jaring-jaring yang disebut jaring-jaring makanan.

Secara umum dapat dikatakan bahwa di dalam ekosistem terdapat lebih banyak produsen dari pada konsumen. Bila dinyatakan lebih rinci, maka produsen lebih banyak daripada konsumen tingkat I, konsumen tingkat I lebih banyak daripada konsumen tingkat II, konsumen tingkat II lebih banyak daripada konsumen tingkat III, dan seterusnya. Keadaan ini dapat digambarkan dalam bentuk piramida yang disebut piramida makanan.

BACA JUGA:  Tugas Alat Kelengkapan Negara

Bentuk piramida makanan dapat dikatakan bersifat tetap. Jadi, bila produsen berkurang maka konsumen tingkat I akan berkurang juga. Konsumen tingkat II akan berkurang juga, dan seterusnya. Dalam ekosistem setiap kelompok atau populasi makhluk hidup menempati tingkat tertentu dari sumber makanan atau sumber energi. Tingkatan-tingkatan itu disebut tingkat trofik.tumbuhan hijau sebagai produsen selalu menempati tingkat trofik pertama. Konsumen tingkat I menempati tingkat trofik kedua, dan seterusnya.