3 Jenis Gerakan pada Tumbuhan

ASTALOG.COM – Gerakan pada tumbuhan merupakan suatu resapan terhadap rangsangan (stimulus) baik yang berasal dari dalam maupun dari luar individu. Jadi timbulnya gerak pada tumbuhan merupakan bukti adanya iritabilitas. Ada 3 jenis gerakan pada tumbuhan, yaitu:

1. Gerak Nasti

Gerak Nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Gerak nasti disebabkan oleh perubahan turgor pada jaringan di tulang daun. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak nasti dapat dibedakan menjadi:

  1. Seismonasti atau tigmonasti merupakan gerak nasti yang terjadi akibat rangsangan sentuhan. Contoh: gerak menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) ketika disentuh.
  2. Niktinasti merupakan gerak nasti yang terjadi akibat pengaruh gelap. Contoh: “gerak tidur” yang dilakukan daun dari tumbuhan polong-polongan.
  3. Termonasti merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan suhu. Contoh: mekarnya bunga tulip ketika suhu udara naik.
  4. Fotonasti merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan cahaya. Contoh: mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada saat sore hari di saat terkena sinar matahari.
  5. Nasti kompleks merupakan gerak nasti yang disebabkan lebih dari satu rangsangan. Contoh: gerak membuka dan menutupnya stomata.

2. Gerak Tropisme

Gerak Tropisme adalah gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Tropisme positif adalah gerak yang arahnya mendekati rangsangan, sedangkan tropisme negatif adalah gerak yang arahnya menjauhi rangsangan. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak tropisme dapat dibedakan menjadi:

  1. Geotropisme atau gravitropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan rangsangan gaya gravitasi bumi. Geotropisme dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu geotropisme positif adalah gerak organ tumbuhan mendekati inti bumi, sedangkan geotropisme negatif adalah gerak berlawanan arah gravitasi bumi, menjauhi inti bumi.
  2. Fototropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan oleh pengaruh rangsangan cahaya. Fototropisme terbagi 2, yaitu fototropisme positif dan fototropisme negatif. Pada umumnya, bagian tumbuhan di atas tanah bersifat fototropisme positif, misalnya bunga matahari akan mekar dan batangnya mengikuti arah sinar matahari, sementara itu akar bersifat fototropisme negatif.
  3. Tigmotropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan karena rangsangan sentuhan. Pada umumnya tigmotropisme terjadi pada tumbuhan pemanjat (tumbuhan yang memiliki sulur) seperti anggur, ubi jalar, melon, dan tumbuhan pemanjat lainnya.
  4. Hidrotropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan karena rangsangan air. Contoh: gerak pertumbuhan akar menuju ke air.
  5. Termotropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan karena rangsangan suhu.
  6. Kemotropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan karena rangsangan zat kimia. Contoh: gerak akar menuju pupuk.
  7. Reotropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan oleh aliran air sehingga mempengaruhi arah gerak tumbuhan. Contoh: eceng gondok.

3. Gerak Taksis

Gerak Taksis adalah gerak yang terjadi akibat rangsangan luar. Seluruh tubuh tumbuhan akan bergerak, dan arah geraknya ditentukan oleh arah rangsangan. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak taksis dapat dibedakan menjadi:

  1. Fototaksis merupakan gerak taksis yang disebabkan rangsangan cahaya. contoh: gerak Euglena menuju cahaya. Fototaksis dibedakan menjadi 2, yaitu fototaksis positif adalah gerak tumbuhan mendekati rangsangan cahaya, sedangkan fototaksis negatif adalah gerak tumbuhan menjauhi rangsangan cahaya.
  2. Kemotaksis merupakan gerak taksis yang disebabkan rangsangan zat kimia. Contoh: gerak sel spermatozoid menuju sel telur.
  3. Galvanotaksis atau Elekrotaksis merupakan gerak taksis yang disebabkan rangsangan listrik. Contoh: gerak organisme tingkat rendah bergerak mendekati listrik.
  4. Termotaksis merupakan gerak taksis yang disebabkan oleh rangsangan suhu atau temperatur .
  5. Geotaksis merupakan gerak taksis yang disebabkan oleh gravitasi Bumi.
  6. Tigmotaksis merupakan gerak taksis yang disebabkan oleh kontak fisik atau sentuhan.
  7. Reotaksis merupakan gerak taksis yang disebabkan oleh aliran air.
  8. Phonotaksis merupakan gerak taksis yang disebabkan oleh suara.

PELAJARAN YANG BERKAITAN