Macam-macam Pengendalian Sosial

ASTALOG.COM – Pengendalian sosial merupakan suatu mekanisme untuk mencegah terjadinya penyimpangan sosial serta mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk berperilaku dan bersikap sesuai norma dan nilai yang berlaku. Dengan adanya pengendalian sosial yang baik maka diharapkan mampu untuk meluruskan anggota masyarakat yang berperilaku menyimpang/membangkang.

MACAM-MACAM PENGENDALIAN SOSIAL

1. Berdasarkan Sifatnya

  1. Tindakan Preventif merupakan pengendalian sosial yang bertujuan untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran-pelanggaran terhadap norma-norma sosial. Contoh: guru menasihati murid agar tidak terlambat datang ke sekolah.
  2. Tindakan Represif Bersifat Aktif merupakan pengendalian sosial yang bertujuan untuk mengembalikan keserasian yang pernah terganggu karena terjadinya suatu pelanggaran dengan cara menjatuhkan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Contoh: sanksi skors diberikan kepada siswa yang sering melanggar peraturan.
  3. Tindakan Kuratif merupakan pengendalian sosial yang dilakukan pada saat terjadi penyimpangan sosial. Contoh: seorang guru menegur dan menasihati siswanya karena ketahuan menyontek pada saat ulangan. Hal ini bertujuan untuk memberi penyadaran kepada perilaku siswa, sekaligus memberinya efek jera.

2. Berdasarkan Cara atau Perlakuan Pengendalian Sosial

  1. Tindakan Persuasif merupakan pengendalian sosial yang dilakukan tanpa kekerasan misalnya melalui cara mengajak, menasihati atau membimbing anggota masyarakat agar bertindak sesuai dengan nilai dan norma masyarakat. Cara ini dilakukan melalui lisan atau simbolik. Contoh: pengendalian sosial melalui lisan, yaitu dengan mengajak orang menaati nilai dan norma dengan berbicara langsung menggunakan bahasa lisan, sedang pengendalian secara simbolik dapat dilakukan dengan menggunakan tulisan, spanduk, dan iklan layanan masyarakat.
  2. Tindakan Koersif merupakan pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara pemaksaan. Dalam hal ini bentuk pemaksaan tersebut diwujudkan dengan pemmberian sanksi atau hukuman sesuai dengan kadar penyimpangannya. Contoh: Pedagang Kaki Lima (PKL).

3. Berdasarkan Pelaku Pengendalian Sosial

  1. Pengendalian Pribadi merupakan pengaruh yang datang dari orang atau tokoh tertentu (panutan). Pengaruh ini dapat bersifat baik atau pun buruk.
  2. Pengendalian Institusional merupakan pengaruh yang ditimbulkan dari adanya suatu institusi atau lembaga. Pola perilaku lembaga tersebut tidak hanya mengawasi para anggota lembaga itu saja, akan tetapi juga mengawasi dan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di sekitar lembaga tersebut berada. Contoh: kehidupan para santri di pondok pesantren akan mengikuti aturan, baik dalam hal pakaian, tutur sapa, sikap, pola pikir, pola tidur, dan sebagainya. Dalam hal ini, pengawasan dan pengaruh dari pondok pesantren tersebut tidak hanya terbatas pada para santrinya saja, namun juga kepada masyarakat di sekitar pondok pesantren.
  3. Pengendalian Resmi merupakan  pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan oleh lembaga resmi negara sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan sanksi yang jelas dan mengikat. Pengendalian resmi dilakukan oleh aparat negara, seperti kepolisian, satpol PP, kejaksaan, ataupun kehakiman untuk mengawasi ketaatan warga masyarakat terhadap hukum yang telah ditetapkan.
  4. Pengendalian Tidak Resmi merupakan pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan tanpa rumusan aturan yang jelas atau tanpa sanksi hukum yang tegas. Meskipun demikian, pengendalian tidak resmi juga memiliki efektivitas dalam mengawasi atau mengendalikan perilaku masyarakat. Hal ini dikarenakan sanksi yang diberikan kepada pelaku penyimpangan berupa sanksi moral dari masyarakat lain, misalnya dikucilkan atau bahkan diusir dari lingkungannya. Pengendalian tidak resmi dilakukan oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, ataupun tokoh agama yang memiliki kharisma dan dipandang sebagai panutan masyarakat.

PELAJARAN YANG BERKAITAN