Dampak dari Globalisasi Budaya

ASTALOG.COM – Secara umum, globalisasi merupakan suatu proses integrasi internasional yang terjadi karena adanya pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Dalam hal ini, kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong terdajinya saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya dalam masyarakat secara global.

Jika ditinjau dari perkembangan masa, beberapa pakar telah melacak bahwa sejarah globalisasi terjadi sampai sebelum masa penemuan Eropa dan pelayaran ke Dunia Baru. Beberapa pakar lagi menyatakan bahwa globalisasi berawal di era modern. Ada pula pakar yang mencatat bahwa globalisasi terjadi pada milenium ketiga sebelum Masehi. Sementara itu pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, hubungan antara ekonomi dan budaya dunia berlangsung sangat cepat.

DAMPAK DARI GLOBALISASI BUDAYA

Globalisasi budaya telah meningkatkan kontak lintas budaya namun diiringi dengan berkurangnya keunikan komunitas yang dulunya terisolasi. Adapun dampaknya dalam beberapa bidang antara lain:

1. Musik

Globalisasi telah memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh rekreasi melalui penyebaran budaya pop lewat Internet dan televisi satelit. Istilah globalisasi bermakna transformasi. Tradisi kebudayaan seperti musik tradisional bisa saja lenyap atau berubah menjadi gabungan tradisi.

Globalisasi mampu menciptakan keadaan darurat demi melestarikan warisan musik. Para pengarsip berusaha mengoleksi, merekam, atau menulis repertoar sebelum melodinya mengalami asimilasi atau penyesuaian. Musisi lokal berjuang mendapatkan keautentikan dan melestarikan tradisi musik daerah. Globalisasi dapat membuat para seniman mengabaikan instrumen musik tradisional. Genre gabungan yang baru bisa menjadi bahan penelitian yang menarik.

Selain itu, globalisasi telah mendorong fenomena “Musik Dunia” dengan mengizinkan musik yang direkam di suatu tempat untuk mencapai pendengar di dunia Barat yang hendak mencari ide dan suara baru. Contohnya, banyak musisi Barat yang telah mengadopsi inovasi yang berasal dari kebudayaan lain. Istilah “Musik Dunia” awalnya ditujukan pada musik etnis. Sekarang, globalisasi memperluas cakupan istilah ini hingga sub-genre hibrid seperti World fusion, Global fusion, Ethnic fusion, and Worldbeat.

Musik juga tersebar keluar dari dunia Barat. Musik pop Anglo-Amerika menyebar ke seluruh dunia melalui MTV. Teori dependensi menjelaskan bahwa dunia adalah sistem internasional yang terpadu. Dari sudut pandang musik, ini berarti kehilangan identitas musik daerah. Selain itu, setiap manusia memiliki identitas musiknya sendiri berdasarkan kesukaan dan selera. Kesukaan dan selera ini sangat dipengaruhi oleh kebudayaan karena kebudayaan adalah faktor paling mendasar yang membentuk keinginan dan perilaku seseorang.

2. Bahasa

Penutur multi-bahasa melampaui jumlah penutur mono-bahasa di dunia. Saat ini, kebanyakan orang di dunia bisa menuturkan lebih dari satu bahasa. Kontak bahasa terjadi ketika 2 bahasa atau lebih saling beinteraksi. Kontak bahasa terjadi dalam berbagai fenomena, termasuk konvergensi bahasa, peminjaman kata, dan releksifikasi. Hasil kontak yang paling lazim adalah pidgin, kreol, ganti kode, dan bahasa campuran.

Multilingualisme mencuat sebagai fenomena sosial yang diatur oleh kebutuhan globalisasi dan keterbukaan budaya. Berkat kemudahan akses informasi yang difasilitasi internet, umat manusia semakin sering terekspos dengan bahasa asing, lantas memicu perlunya penguasaan beberapa bahasa.

Saat ini, bahasa asing yang paling populer adalah bahasa Inggris, dimana sekitar 3,5 miliar orang lumayan paham dengan bahasa tersebut. Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling dominan di Internet. Sekitar 35% surat, teleks, dan kawat di dunia ditulis dalam bahasa Inggris, dan sekitar 40% program radio dunia disiarkan dalam bahasa Inggris.

3. Makanan

Pada tahun 2010, globalisasi lebih didorong oleh arus aktivitas budaya dan ekonomi dari Amerika Serikat yang lebih dikenal sebagai Amerikanisasi atau Westernisasi. Misalnya, 2 gerai makanan dan minuman global tersukses di dunia adalah perusahaan asal Amerika Serikat, yaitu McDonald’s dan Starbucks. Keduanya sering dijadikan contoh globalisasi karena masing-masing memiliki lebih dari 32.000 dan 18.000 gerai di seluruh dunia per tahun 2008.

Sushi dapat ditemukan di Jerman dan Jepang, tetapi di sisi lain popularitas Euro-Disney telah melampaui popularitas kota Paris sehingga bisa saja mengurangi permintaan roti Perancis yang rasanya autentik.

 

 

 

 

PELAJARAN YANG BERKAITAN