Proses Terbentuknya Batuan dan Jenisnya

ASTALOG.COM – Batuan adalah benda padat yang terbuat secara alami dari mineral dan atau mineraloid. Lapisan luar padat Bumi, yaitu litosfer, terbuat dari batuan. Perlu diketahui bahwa semua batuan pada mulanya berawal dari magma. Magma adalah benda cair, panas, pijar yang bersuhu diatas 1000˚C. Lava adalah magma yang sudah muncul ke permukaan. Lahar adalah lava yang bercampur dengan gas, material piroklastik, air, tanah, dan tumbuhan.

Batuan umumnya diklasifikasikan berdasarkan komposisi mineral dan kimia, dengan tekstur partikel unsur dan oleh proses yang membentuk mereka. Ciri – ciri ini mengklasifikasikan batuan menjadi beku, sedimen, dan metamorf. Batuan lebih diklasifikasikan berdasarkan ukuran partikel yang membentuk batuan tersebut. Transformasi dari satu jenis batuan ke batuan yang lain digambarkan oleh model geologi. Jadi, pengklasifikasian jenis batuan dilakukan berdasarkan:

  • Kandungan Mineral, yaitu jenis-jenis mineral yang terdapat di dalam batu ini.
  • Tekstur Batuan, yaitu ukuran dan bentuk hablur-hablur mineral di dalam batu.
  • Struktur Batuan, yaitu susunan hablur mineral di dalam batu.
  • Proses Pembentukan.

PROSES TERBENTUKNYA BATUAN

Magma yang keluar di permukaan bumi antara lain melalui puncak gunung berapi. Gunung berapi ada di daratan ada pula yang di lautan. Magma yang sudah mencapai permukaan bumi akan membeku.

Magma yang membeku kemudian menjadi batuan beku. Batuan beku muka bumi selama beribu-ribu tahun lamanya dapat hancur terurai selama terkena panas, hujan, serta aktivitas tumbuhan dan hewan.

Selanjutnya hancuran batuan tersebut tersangkut oleh air, angin atau hewan ke tempat lain untuk diendapkan. Hancuran batuan yang diendapkan disebut batuan endapan atau batuan sedimen.

Baik batuan sedimen atau beku dapat berubah bentuk dalam waktu yang sangat lama karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. Batuan yang berubah bentuk disebut batuan malihan atau batuan metamorf.

JENIS-JENIS BATUAN

Seperti yang telah diuraikan secara singkat di atas, batuan dapat dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan proses pembentukannya, yaitu:

1. Batuan Beku

Batuan beku (batuan igneus) adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagian besar terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.

2. Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk di permukaan bumi pada kondisi temperatur dan tekanan yang rendah. Batuan ini berasal dari batuan yang lebih dahulu terbentuk, yang mengalami pelapukan, erosi, dan kemudian lapukannya diangkut oleh air, udara, atau es, yang selanjutnya diendapkan dan berakumulasi di dalam cekungan pengendapan, membentuk sedimen. Material-material sedimen itu kemudian terkompaksi, mengeras, mengalami litifikasi, dan terbentuklah batuan sedimen. Batuan sedimen meliputi 75% dari permukaan bumi. Diperkirakan batuan sedimen mencakup 8% dari total volume kerak bumi.

3. Batuan Metamorf

Batuan metamorf (batuan malihan) adalah salah satu kelompok utama batuan yang merupakan hasil transformasi atau ubahan dari suatu tipe batuan yang telah ada sebelumnya, yaitu protolith, oleh suatu proses yang disebut metamorfisme, yang berarti “perubahan bentuk”. Batuan protolith yang dikenai panas (lebih besar dari 150°C) dan tekanan ekstrem (1500 bar), akan mengalami perubahan fisika dan/atau kimia yang besar. Protolith dapat berupa batuan sedimen, batuan beku, atau batuan metamorf lain yang lebih tua.

PELAJARAN YANG BERKAITAN