Gas Beracun yang Tergolong Polutan Udara

ASTALOG.COM – Dengan semakin modernnya kehidupan di Bumi ini, maka tidak bisa dipungkiri jika hal tersebut memicu semakin banyaknya gas beracun yang mencemari udara saat ini. Gas-gas beracun itu bisa didapatkan dari penggunaan kendaraan bermotor maupun dari industri. Dengan sifatnya yang beracun, tentu saja apabila gas-gas tersebut masuk ke dalam tubuh manusia dan bereaksi dengan darah maka bisa menyebabkan kematian. Lalu gas-gas apa saja yang termasuk gas beracun yang tergolong polutan di udara? Berikut pembahasannya:

 

1. Gas Karbonmonoksida (CO)

Karbonmonoksida (CO) merupakan gas yang sangat beracun dengan ciri khasnya berupa tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Gas CO terbentuk sebagai hasil saat terjadi kebakaran pada area pertambangan di bawah tanah dan bisa menyebabkan kematian. Selain dari pertambangan, gas CO dihasilkan dari pembakaran, proses ledakan, dan oksidasi lapisan batu bara. Sementara itu, gas buangan mobil merupakan sumber gas CO yang paling banyak menyebabkan kematian.

Apabila bereaksi dengan darah dalam tubuh manusia, maka gas ini mempunyai tingkat afinitas yang tinggi terhadap hemoglobin darah. Bahkan dengan jumlah gas CO dalam udara, apabila bersenyawa dengan butir-butir hemoglobin maka bisa meracuni tubuh melalui darah. Berdasarkan penelitian ilmiah, afinitas CO terhadap hemoglobin mempunyai kekuatan sekitar 300 kali lebih besar daripada afinitas Oksigen (O2) dengan hemoglobin.

Sebagai contoh, apabila terdapat kandungan gas CO sebesar 0,044% saja dalam udara dan terhirup selama satu jam, maka bisa memberikan perasaan tidak enak bagi orang yang menghirupnya. Apabila terhirup selama 2 jam maka bisa menyebabkan pusing, apabila lewat dari 3 jam maka bisa menyebabkan pingsan, dan apabila lewat dari 5 jam bisa menyebabkan kematian. Dengan berat jenis sebesar 0,9672 maka gas ini selalu terapung dalam udara sebagai polutan di udara.

2. Gas Nitrogen Oksida (NOX)

Nitrogen oksida (NOX) dapat menjadi gas yang sangat beracun apabila teroksidasi pada keadaan tekanan tertentu. Gas ini biasanya terbentuk dalam area tambang bawah tanah sebagai hasil ledakan gas buang dari motor bakar. Oksida nitrogen yang merupakan gas racun ini akan bersenyawa dengan kandungan air dalam udara dan membentuk asam nitrat, dan dapat merusak paru-paru apabila terhirup oleh manusia.

3. Gas Hidrogen Sulfida (H2S)

Hidrogen Sulfida (H2S) merupakan salah satu gas beracun yang disebut juga “stink damp” atau gas busuk karena baunya seperti bau telur busuk. Gas ini memiliki ciri khas sebagai gas yang tidak berwarna dan dapat meledak. Gas ini terbentuk sebagai hasil dari dekomposisi senyawa belerang. Berat jenisnya sedikit lebih berat dari udara. Gas ini bisa menjadi sangat beracun dengan ambang batas sebesar 10 ppm selama 8 jam terekspos di udara. Meskipun gas H2S mempunyai bau khas yang sangat jelas, namun kepekaan terhadap bau ini akan dapat rusak akibat reaksi gas H2S terhadap saraf penciuman.

4. Sulfur Dioksida (SO2)

Sulfur dioksida (so2) merupakan salah satu gas beracun yang tidak berwarna dan tidak bisa terbakar. Gas ini akan menjadi racun apabila ada senyawa belerang yang terbakar. Dengan beratnya yang melebihi udara, gas ini bisa menjadi polutan di udara dan mudah menyerang mata, hidung, dan tenggorokan.

 

PELAJARAN YANG BERKAITAN