Planet-planet Bagian Luar dari Tata Surya

Loading...

ASTALOG.COM – Seperti diketahui, dalam sistem tata surya, terdapat planet sebagai salah sau bagiannya, dan dari ke-8 planet yang ada, beberapa di antaranya termasuk planet-planet bagian dalam dari tata surya. Sebagiannya lagi termasuk dalam kategori planet-planet bagian luar dari tata surya. Dalam hal ini, pada bagian luar dari tata surya terdapat gas-gas raksasa dengan satelit-satelitnya yang berukuran planet. Banyak komet berperioda pendek termasuk beberapa Centaur, juga mengorbit di daerah ini. Badan-badan padat di daerah ini mengandung jumlah volatil (contoh: air, amonia, metan, yang sering disebut “es” dalam istilah ilmu keplanetan) yang lebih tinggi dibandingkan planet batuan di bagian dalam tata surya. Adapun planet-planet bagian luar dari tata surya adalah:

1. Yupiter

  • Yupiter yang berjarak sekitar 5,2 SA dengan 318 kali massa bumi, memiliki 2,5 kali massa dari gabungan seluruh planet lainnya.
  • Kandungan utamanya adalah hidrogen dan helium.
  • Sumber panas di dalam Yupiter menyebabkan timbulnya beberapa ciri semi permanen pada atmosfernya. Contoh: pita pita awan dan Bintik Merah Raksasa.
  • Sejauh yang diketahui, Yupiter memiliki 63 satelit. 4 yang terbesar adalah Ganymede, Callisto, Io, dan Europa yang menampakkan kemiripan dengan planet kebumian, seperti gunung berapi dan inti yang panas. Ganymede yang merupakan satelit terbesar di tata surya, berukuran lebih besar dari Merkurius.
BACA JUGA:  Contoh Paragraf Deskripsi Spasial

2. Saturnus

  • Saturnus yang berjarak sekitar 9,5 SA, dikenal dengan sistem cincinnya, dan memiliki beberapa kesamaan dengan Yupiter, dalam hal komposisi atmosfernya.
  • Meskipun Saturnus memiliki volume hanya sebesar 60% dari Yupiter, planet ini hanya seberat kurang dari 1/3 Yupiter atau 95 kali massa Bumi, sehingga membuat planet ini menjadi sebuah planet yang paling tidak padat di tata surya.
  • Hingga saat ini, diketahui bahwa Saturnus memiliki 60 satelit dan 3 yang belum dipastikan. 2 di antaranya adalah Titan dan Enceladus, yang menunjukan aktivitas geologis, meski hampir terdiri hanya dari es saja. Titan berukuran lebih besar dari Merkurius dan merupakan satu-satunya satelit di tata surya yang memiliki atmosfer yang cukup berarti.
BACA JUGA:  Hubungan Ilmu Sosiologi dengan Ilmu Sosial Lainnya

3. Uranus

  • Uranus yang berjarak sekitar 19,6 SA dan memiliki 14 kali massa bumi, adalah planet yang paling ringan di antara planet-planet luar.
  • Uranus memiliki kelainan ciri orbit, dimana Uranus mengitari Matahari dengan ukuran poros 90° pada ekliptika.
  • Uranus memiliki inti yang sangat dingin dibandingkan gas raksasa lainnya dan hanya sedikit memancarkan energi panas.
  • Uranus memiliki 27 satelit yang diketahui. Yang terbesar adalah Titania, Oberon, Umbriel, Ariel, dan Miranda.

4. Neptunus

  • Neptunus yang berjarak sekitar 30 SA, meskipun sedikit lebih kecil dari Uranus, namun memiliki 17 kali massa bumi, sehingga membuatnya lebih padat.
  • Neptunus memancarkan panas dari dalam tetapi tidak sebanyak Yupiter atau Saturnus.
  • Neptunus memiliki 13 satelit yang diketahui. Yang terbesar adalah Triton, dengan geologinya aktif dan memiliki geyser nitrogen cair. Triton adalah satu-satunya satelit besar yang orbitnya terbalik arah (retrogade).
  • Neptunus juga didampingi beberapa planet minor pada orbitnya, yang disebut Trojan Neptunus, dimana benda-benda ini memiliki resonansi 1:1 dengan Neptunus.
BACA JUGA:  Letak Astronomis Mesir

Dari pembahasan di atas dapat diketahui bahwa ke-4 planet luar itu disebut juga planet raksasa gas (gas giant) atau planet Jovian yang secara keseluruhan mencakup 99% massa yang mengorbit pada Matahari. Yupiter dan Saturnus sebagian besar mengandung hidrogen dan helium. Sementara itu, Uranus dan Neptunus memiliki proporsi es yang lebih besar, sehingga para astronom mengusulkan bahwa keduanya dikategorikan sendiri sebagai raksasa es. Ke-4 raksasa gas ini semuanya memiliki cincin, meski hanya sistem cincin Saturnus yang dapat dilihat dengan mudah dari Bumi.

Loading...