Cara Pemanfaatan Lahan Yang Dilakukan Pada Pertanian Lahan Kering

Loading...

ASTALOG.COM – Semakin menyempitnya lahan pertanian subur karena banyak digunakan sebagai pemukiman, perkantoran, maupun fasilitas umum lainnya, menyebabkan perlunya upaya pemanfaatan lahan kering secara lebih intensif untuk budi daya tanaman pangan, perkebunan dan tanaman pakan serta peternakan.

Disamping itu perlunya peningkatan produktivitas lahan kering dipicu pula oleh adanya kondisi gizi buruk di masyarakat, merebaknya penyakit-penyakit  yang disebabkan oleh kondisi tubuh yang melemah akibat kekurangan gizi.

Bahkan karena sudah tidak adanya lahan yang bisa digunakan, Indonesia yang  pada tahun 1984 pernah dinyatakan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization atau FAO) sebagai negara yang mampun memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tidak bertahan lama karena tahun-tahun setelah itu Indonesia harus mengimport beras dan bahan pangan lainnya seperti jagung dan kedele dalam jumlah yang semakin bertambah.

Terlebih jika memasuki musim kering, hampir sebagian daerah kesulitan untuk bertani bahkan banyak kegiatan bertani yang terhenti total akibat tidak adanya air yang mencukupi untuk mengairi lahan pertanian, sehingga pada saat musim kering hanya beberapa petani yang bisa bertani dengan membuat sumur bor untuk mengairi lahan pertanian mereka.

Nah, bagaimana dengan nasib petani lainnya ?

Sebenarnya ada tiga solusi sederhana yang dapat dilakukan oleh petani saat menghadapi lahan kritis yaitu :

1. Pembuatan sumur bor dekat lahan pertanian yang ditanggung bersama oleh para petani.

2. Pemakaian pupuk organik hosc pada lahan pertanian yang dapat mengikat air 50% dari volume humus yang diberikan atau dapat mengikat volume air 10M3/ha pada lahan pertanian.

3. Menanam tanaman yang cocok pada lahan kering seperti jagung, kacang tanah, kacang kedelai, tembakau dan buncis.

Dari ketiga solusi diatas, pemanfaatan lahan kering bisa menjadi salah satu solusi efektif. Bahkan di sebagaian Jawa Tengah, sebagaian Jawa Timur,NTB & NTT menggunakan sistem pertanian tadah hujan yaitu hanya mengandalkan pengairan lahan pertanian  ini.

Apa itu Sistem Pertanian Lahan Kering ?

Lahan kering adalah lahan tadah hujan (rainfed) yang dapat diusahakan secara sawah (lowland, wetland) atau secara tegal atau ladang (upland). Lahan kering pada umumnya berupa lahan atasan, kriteria yang membedakan lahan kering adalah sumber air. Sumber air bagi lahan kering adalah air hujan, sedangkan bagi lahan basah disamping air hujan juga dari sumber air irigasi. (Notohadiprawiro, 1988 dalam Suyana, 2003). 

Pemanfaatan lahan kering menjadi lahan pertanian produktif karena mengefisiensikan lahan kosong atau lahan yang dianggap tidak produktif sebagai salah satu pemenuh kebutuhan dasar hidup dan pensejahteraan masyarakat.

Pada program pemanfaatan lahan kering sebagai lahan pertanian produktif yang sekarang sedang dilakukan oleh Pupuk Humus Organic Soil Conditioner (Pupuk HOSC).

Mengapa Pupuk Humus Organic Soil Condotioner ?

Pupuk Humus Organic Soil Conditioner (Pupuk HOSC) memiliki kelebihan sebagai berikut :

1. Memperbaiki sifat fisik Tanah, yaitu:

a.warna tanah menjadi lebih kelam, Coklat-hitam yang dapat menaikkan suhu.

b.Meningkatkan agregasi (granulasi tanah) dan urobilitas, agragat, aerasi (penghawaan) lebih baik, draenasi perembihan (pelulusan) lebih baik, lebih tahan terhadap erosi.

c.Mengurangi plastisitas pada tanah lempung (liat-clay), tanah lebih mudah diolah (lebih gembur). d.Menaikkan kemampuan mengikat atau menyimpan air.

2. Memperbaiki sifat Kimia tanah, yaitu:

a.Menaikkan KPK. (humus mempunyai KPK>200 me/100 gr).

b.Merupakan salah satu sumber unsur hara (penting dalam daur/siklus unsur hara)

c.Merupakan cadangan unsur hara utama N,P,K dalam bentuk organik dan unsur hara mikro (Fe, Cu, Mn, Zn, B, Mo, Ca) dalam bentuk khelat (chelate) dan akan dilepaskan secara perlahan-lahan.

d.Meningkatkan aktivitas, jumlah dan populasi mikro dan makro organisme tanah (merupakan sumber energi/makanan untuk bakteri, actinomycetes, cacing, serangga dll)

3. Dibanding Pupuk Kimia, penggunaan pupuk organik akan lebih menguntungkan jika ditinjau dari beberapa aspek, yaitu :

a.Lebih Ekonomis.

b.Untuk Penggunaan dalam jumlah banyak tidak menyebabkan terjadinya Fithotoksis pada tanaman.

c.Untuk penggunaan yang terus menerus dan dalam waktu yang lama tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi lingkungan, dan tanaman.

Pertanian lahan kering mempunyai kondisi fisik dan potensi lahan sangat beragam dengan kondisi sosial ekonomi petani umumnya kurang mampu dengan sumberdaya lahan pertanian terbatas. Lahan kering merupakan sumberdaya pertanian terbesar ditinjau dari segi luasnya, namun profil usahatani pada agroekosistem ini sebahagian masih diwarnai oleh rendahnya produksi yang berkaitan erat dengan rendahnya produktivitas lahan.

Loading...