Cara Singapura Menyiasati Wilayahnya yang Sempit

ASTALOG.COM – Siapa yang tak kenal dengan Singapura, sebuah negara di kawasan Asia Tenggara yang hingga kini masih menarik minat banyak wisatawan untuk mengunjungi negara ini meski negara ini memiliki wilayah yang sempit dengan biaya hidup yang relatif tinggi. Singapura yang memiliki luas sekitar 716 km2 merupakan sebuah negara kepulauan dengan pulau-pulaunya yang kecil dan terletak di ujung selatan Semenanjung Malaya. Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan dari Kepulauan Riau, Indonesia oleh Selat Singapura di selatan.

SINGAPURA SEBAGAI SALAH SATU PUSAT KEUANGAN TERDEPAN DI DUNIA

Sebelum merdeka di tahun 1965, Singapura adalah pelabuhan dagang yang beragam dengan PDB per kapita sebesar $511, yang menjadi tertinggi ke-33 di wilayah Asia Timur pada saat itu. Setelah merdeka, investasi asing langsung berdatangan dan usaha pemerintah untuk melakukan industrialisasi berdasarkan rencana bekas Deputi Perdana Menteri Dr. Goh Keng Swee telah membentuk ekonomi Singapura saat ini

Hingga saat ini Singapura tercatat sebagai pusat keuangan terdepan ke-4 di dunia dan sebuah kota dunia kosmopolitan yang memainkan peran penting dalam perdagangan dan keuangan internasional. Pelabuhan Singapura adalah satu dari 5 pelabuhan tersibuk di dunia. Lalu setelah PDB-nya berkurang sekitar -6,8% pada kuartal ke-4 tahun 2009, Singapura mendapatkan gelar pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, dengan pertumbuhan PDB sekitar 17.9% pada pertengahan pertama 2010.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Economist Intelligence Unit yang tercantum dalam “Indeks Kualitas Hidup“, telah menempatkan Singapura pada peringkat pertama untuk kualitas hidup terbaik di Asia dan ke-11 di dunia. Dalam hal ini, Singapura memiliki cadangan devisa terbesar ke-9 di dunia. Jika mendengar itu semua tentu menimbulkan rasa penasaran bagaimana pemerintahan Singapura bisa mengelola negaranya dengan baik meskipun negara ini memiliki ukuran wilayah yang sempit.

CARA SINGAPURA MENYIASATI WILAYAHNYA YANG SEMPIT

Singapura memiliki sejarah imigrasi yang panjang. Penduduknya yang beragam berjumlah sekitar 5 juta jiwa, terdiri dari orang Cina, Melayu, India, berbagai keturunan Asia, dan Kaukasoid. Sekitar 42% penduduk Singapura adalah orang asing yang bekerja dan menuntut ilmu di sana. Pekerja asing telah membentuk sekitar 50% dari sektor jasa.Bisa dikatakan jika negara ini adalah yang terpadat ke-2 di dunia setelah Monako. Seorang ahli bernama A.T. Kearney bahkan telah menyebut Singapura sebagai negara paling terglobalisasi di dunia dalam Indeks Globalisasi tahun 2006.

Namun wilayahnya yang sempit hingga saat ini masih menjadi masalah besar bagi Singapura. Untuk menyiasati wilayah negaranya yang sempit dan demi kelangsungan hidup penduduk Singapura di masa depan, maka Singapura melakukan proyek reklamasi lahan. Tanahnya diambil dari wilayah perbukitan dari dasar laut atau dibeli dari negara lain. Proyek ini juga menggabungkan pulau-pulau kecil yang berdekatan, misalnya Pulau Jurong digabung dengan Pulau Singapura agar wilayahnya semakin luas.

Karena wilayahnya yang sempit, bisa dikatakan jika Singapura hampir tidak memiliki sumber daya alam, kecuali sumber daya laut. Bahkan untuk air bersih saja, Singapura harus mengimpor dari negara tetangganya, yaitu Malaysia mengingat sumber air bersih utamanya hanya didapatkan dari air hujan yang diolah, walaupun itu juga masih belum cukup. Karena air menjadi hal yang penting, maka tak heran biaya hidup di Singapura cukup mahal dibandingkan negara Asia lainnya yang maju seperti Korea Selatan. Meskipun begitu, negara ini tetap masih menjadi magnet bagi sejumlah wisatawan untuk mengunjunginya.

PELAJARAN YANG BERKAITAN