Revolusi Iran

ASTALOG.COM – Dilansir dari wikipedia, Revolusi Iran (juga dikenal dengan sebutan Revolusi Islam,Persia: انقلاب اسلامی, Enghelābe Eslāmi) merupakan revolusi yang mengubah Iran dari Monarki di bawah Shah Mohammad Reza Pahlavi, menjadi Republik Islam yang dipimpin oleh Ayatullah Agung Ruhollah Khomeini, pemimpin revolusi dan pendiri dari Republik Islam. Sering disebut pula “revolusi besar ketiga dalam sejarah,” setelah Perancis dan Revolusi Bolshevik.

Latar Belakang Revolusi Iran
Seperti yang telah dipaparkan di prolog, ulama menjadi aktor utama di balik revolusi Iran. Untuk lebih mengetahui sebab-sebab revolusi yang dipelopori kaum mullah ini kita perlu flashback sedikit ke belakang, tepatnya ketika rezim Pahlevi mulai berkuasa. Pada tahun 1925 berdirilah rezim Pahlevi, menggantikan pemerintahan dinasti Qajar yang kacau balau. Di bawah pemerintahan rezim Pahlevi terbentuklah sebuah pemerintahan sentral . Negara tersebut dibangun sejalan dengan ideologi nasionalis. Pada awal pendiriannya, rezim Pahlevi mendapatkan dukungan dari sebagian ulama untuk melakukan restorasi di Iran yang telah banyak dipengaruhi asing. Akan tetapi pada realitasnya, pemerintahan rezim Reza Khan justru memberlakukan program modernisasi ekonomi, dan Westernisasi kultural secara intensif.

Langkah pertama yang ditempuh Shah Reza adalah membangun kekuatan militer modern. Sektor 33% dari anggaran negara digunakan untuk pendanaan militer, dan juga sejumlah anggaran lainnya yang didapatkan dari sektor minyak. Shah Reza kemudian mengadakan pelatihan pejabat-pejabat tentara di Prancis, dan memberlakukan wajib militer. Dengan dukungan pasukan militernya, dan pemerintahannya yang kuat, rezim ini mengatasi oposisi elit agama, pedagang, dan elite kesukuan.

Meskipun Shah Reza meraih kekuasaan dengan dukungan sebagian ulama yang menginginkan perbaikan kerajaan Iran, dan mengharap lahirnya pemerintahan yang kuat untuk menekan pengaruh asing, namun ketika pemerintahan rezim Pahlevi telah kokoh, mereka justru menghapuskan pengaruh ulama. Melalui pembentukan sistem pendidikan sekuler, pengawasan pemerintah terhadap sekolah-sekolah agama, pengurangan dana subsidi, dan melalui beberapa kebijakan lainnya rezim Pahlevi berusaha menggiring ulama berada di bawah kontrol negara. Ini merupakan pukulan pertama yang didapatkan para ulama, dari rezim Pahlevi.

Pukulan kedua terhadap pihak ulama, adalah kebijakan reorganisasi administrasi yudisial. Pada tahun 1928, Shah Reza memberlakukan beberapa kitab hukum yang menggeser kedudukan hukum syari’ah. Pada tahun 1932, parlemen mengundangkan sebuah undang-undang baru yang memindahkan registrasi dokomen-dokumen resmikepada pengadilan sekuler, dan merupakan pukulan telak yang mencabut fungsi-fungsi terpenting pengadilan agama.

Di bidang hubungan internasional, Iran masa Rezim Pahlevi tidak bisa dilepaskan dari pengaruh asing. Pada dekade 1920-1930-an, tercatat beberapa negara mencoba memberikan pengaruh di Iran, di bidang tata perkantoran yang baru dijalankan oleh pejabat-pejabat Belgia. Amerika Serikat membantu mengorganisir pengumpulan pajak, bank nasional Iran didirikan pada tahun 1927 di bawah manajemen keuangan Jerman. Pada dekade yang sama Inggris, dan Rusia saling berlomba memberikan pengaruh ekonomi di Iran. Tercatat Rusia merupakan mitra utama perdangan, sementaraInggris menguasai produksi minyak dengan perusahaan mereka the Anglo-Persian Oil Company, yang telah berdiri sejak tahun 1909.

Berakhirnya Perang Dunia II, tepat bersamaan dengan fase Iran yang tengah mensentralisir kekuasaan negara, dan fase perkembangan ekonomi Iran. Inggris, dan Rusia berusaha mengamankan rute suplei, dan mengamankan penguasaan mereka terhadap minyak Iran, mencoba melengserkan Rezim Shah Reza. Mereka memaksa Shah Iran meletakkan jabatannya, dan mengangkat putra bungsunya, yang bernama Muhammad Reza Pahlevi sebagai penguaasa boneka Iran. Antara tahun 1941, dan 1953 terjadi pergolakan terbukan antara sejumlah protektor asing, dan sejumlah parpol internal Iran. Amerika Serikat perlahan menggeser pengaruh Rusia, dan Inggris, dan akhirnya tampil sebagai pelindung utama bagi Rezim Iran.

Sebab Terjadinya Revolusi Iran

Kesalahan-kesalahan Shah
Shah Mohammad Reza Pahlavi menjalankan pemerintahan yang brutal, korup, dan boros. Kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintah yang terlalu ambisius menyebabkan inflasi tinggi, kelangkaan, dan perekonomian yang tidak efisien. Kebijakan Shah yang kuat untuk melakukan westernisasi dan kedekatan dengan kekuatan barat (Amerika Serikat) berbenturan dengan identitas Muslim Syi’ah Iran Hal ini termasuk pengangkatannya oleh Kekuatan Sekutu dan bantuan dari CIA pada 1953 untuk mengembalikannya ke kekuasaan, menggunakan banyak penasihat dan teknisi militer dari Militer Amerika Serikat dan pemberian kekebalan diplomatik kepada mereka.

Ia, seperti ayahnya, Shah Reza Pahlevi merupakan orang yang sekuler, berbeda dengan cara pandang rakyat Iran pada umumnya yang sangat menghormati agama (Islam Syiah) dalam kehidupan mereka sehari-hari. semua hal tersebut membangkitkan nasionalisme Iran, baik dari pihak religius dan sekuler. menganggap Shah sebagai boneka barat

PELAJARAN YANG BERKAITAN