3 Bentuk Kegiatan Perekonomian

Loading...

ASTALOG.COM – Secara umum, kegiatan perekonomian meliputi 3 bentuk, yaitu: produksi, distribusi, dan konsumsi. Ke-3 bentuk kegiatan perekonomian tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dan saling bergantung satu sama lain. Dalam hal ini, produksi memerlukan adanya distribusi dan konsumsi sebab kegiatan produksi tidak bisa berjalan dengan baik tanpa adanya kegiatan distribusi dan konsumsi. Sementara itu, kegiatan distribusi juga tidak bisa berjalan tanpa adanya barang yang diproduksi dan orang-orang yang menjadi konsumen atau pemakai barang tersebut. Begitupun kegiatan konsumsi yang tidak bisa berjalan jika tidak ada barang yang diproduksi dan tidak ada yang mendistribusikannya.

3 BENTUK KEGIATAN PEREKONOMIAN

1. Produksi 

Setiap saat manusia memerlukan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Barang dan jasa tersebut tentunya tidak dapat tersedia secara langsung, tetapi harus diproduksi terlebih dahulu. Kegiatan produksi tidak sekedar menciptakan manfaat suatu barang tetapi juga menambah kegunaan suatu barang. Dengan demikian, kegiatan produksi dapat didefinisikan sebagai kegiatan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan manusia.

BACA JUGA:  Sebutkan Apa-Apa Sajakah Faktor yang Mempengaruhi Banyak Sedikitnya Produktivitas Urine?

Sementara itu, faktor produksi dalam kegiatan perekonomian terbagi 4, yaitu:

  1. Faktor produksi alam (SDA): segala sesuatu yang disediakan alam untuk dimanfaatkan oleh manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya.
  2. Faktor produksi tenaga kerja (SDM): segala kegiatan manusia yang dicurahkan dalam proses produksi untuk menciptakan/menambah nilai guna barang atau jasa. Dalam hal ini, SDM menjadi faktor produksi yang memegang peranan penting dalam proses produksi.
  3. Faktor produksi modal: segala benda atau alat buatan manusia yang dapat digunakan untuk memperlancar proses produksi dalam menghasilkan barang atau jasa.
  4. Faktor produksi kewirausahaan/entrepeneurship: kemampuan intelektual seseorang untuk mengelola/menyatukan ke-3 faktor produksi di atas dalam suatu proses produksi.

2. Distribusi

BACA JUGA:  Pembagian Kelas Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya

Kegiatan distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang dapat menjembatani antara kegiatan produksi dan kegiatan konsumsi. Pelaku kegiatan distribusi disebut distributor. Distributor akan bertindak sebagai penghubung antara produsen dan konsumen. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen dapat sampai ke tangan konsumen melalui distributor. Dengan kata lain, distribusi merupakan kegiatan menyalurkan barang yang telah dihasilkan dari proses produksi atau oleh produsen kepada konsumen (pengguna barang).

Ada 2 jenis sistem distribusi yang dikenal, yaitu:

  1. Distribusi Langsung: hasil produksi disalurkan langsung oleh produsen ke konsumen tanpa perantara. Dengan kata lain, produsen menjual hasil produksinya langsung pada konsumen.
  2. Distribusi Tidak Langsung: hasil produksi tidak disalurkan langsung oleh produsen kepada konsumen, melainkan melalui para penyalur.
BACA JUGA:  Sejak Tahun Berapa Kota Nagasaki Di Bom?

3. Konsumsi

Meskipun kebutuhan hidup setiap orang berbeda-beda, namun mereka akan memperoleh kepuasan apabila melakukan kegiatan konsumsi. Konsumsi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghabiskan kegunaan suatu barang atau jasa, baik secara langsung maupun perlahan-lahan. Pihak yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen. Konsumen tidak harus selalu manusia yang bertindak sebagai makhluk individu, namun konsumen juga bisa terdiri dari suatu organisasi perusahaan dan pemerintah. Tentu saja setiap konsumen harus mengeluarkan sejumlah pengorbanan tertentu untuk melakukan kegiatan konsumsi. Pengorbanan itu dikenal dengan istilah pengeluaran konsumsi.

Ada beberapa faktor yang menentukan besar kecilnya pengeluaran konsumsi, antara lain:

  • Penghasilan
  • Selera
  • Adat istiadat
  • Mode/trend
  • Iklan
  • Perkiraan harga

 

Loading...