Mengapa Pelayaran Magelhaens Dianggap Penting?

ASTALOG.COM – Selain Vasco da Gama, dikenal pula Magelhaens atau Fernao de Magalhaes (Ferdinand Magellan/Fernando de Magallanes) sebagai salah seorang pelaut ulung atau penjelajah dari Portugis. Magelhaens yang melayani Raja Charles I dari Spanyol dikenal dengan rutenya dalam pencarian ke arah barat menuju kepulauan rempah-rempah, yaitu Kepulauan Maluku di Indonesia (Nusantara). Penjelajahan penting yang dilakukannya membuatnya terkenal karena beberapa alasan berikut:

  1. Ia menjadi orang pertama yang berlayar dari Eropa ke barat menuju Asia,
  2. Ia menjadi orang Eropa pertama yang melayari Samudera Pasifik
  3. Ia menjadi orang pertama yang memimpin ekspedisi yang bertujuan mengelilingi bola dunia.

Meskipun pada akhirnya ia tewas terbunuh oleh Datuk Lapu-Lapu di Filipina dalam persinggahannya di Hindia Timur sebelum menuju Eropa, 18 anggota kru dan armadanya berhasil kembali ke Spanyol pada tahun 1522 setelah mengelilingi Bumi.

SEKILAS TENTANG PELAYARAN MAGELHAENS

Sewaktu Magelhaens meninggalkan Spanyol pada tahun 1519 dengan 5 buah kapal kecilnya yang terbuat dari kayu dan kebanyakan berukuran sepanjang kira-kira 21 meter, mirip dengan kendaraan semitrailer modern, kapal-kapal itu berlayar menuju tempat yang tak diketahui, dan Magelhaens beserta armadanya berupaya sendirian dalam menaklukkan pelayarannya.

Setelah pertikaian di Maroko dan mengalami cedera lutut yang serius, ia mengalami masa paling susah dalam kehidupannya. Ia lalu dikunjungi oleh seorang teman lamanya, seorang navigator terkenal, Joao de Lisboa. Mereka berdua membahas cara mencapai Kepulauan Rempah (Maluku) dengan pergi ke barat daya, melalui Selat El Paso, yang konon adalah jalan pintas melewati Amerika Selatan dan kemudian menyeberangi samudera yang belum lama itu ditemukan oleh Balboa sewaktu ia mengarungi tanah genting Panama. Mereka yakin bahwa di sisi lain dari samudera ini terletak Kepulauan Rempah.

Karena itulah ia berhasrat untuk melakukan pelayaran dan melakukan apa yang gagal dilakukan Columbus dalam menemukan rute barat menuju Timur, yang ia yakini bahwa itu lebih pendek daripada rute sebelah timur. Tetapi ia membutuhkan dukungan finansial. maka ia pun melakukan apa yang Columbus sendiri pernah lakukan beberapa tahun sebelumnya, yaitu meminta dukungan Raja Spanyol, yaitu Raja Charles I.

Akhirnya pelayaran pun dilakukan pada 20 September 1519 dengan 5 buah kapal, yaitu Trinidad, San Antonio, Concepcion, Victoria, dan Santiago. Pelayaran ini ternyata memakan waktu 6 kali lebih lama daripada pelayaran yang telah dilakukan Columbus dalam mengarungi Samudera Atlantik yang pertama kali dan saat itu belum terlihat satu selat pun. Semangat juang mereka mulai sedingin cuaca di San Julian, dan para armada kapal merasa putus asa dan ingin pulang saja. Tidakl mengherankan bila terjadi pemberontakan di atas kapal. Namun, berkat tindakan yang cepat dan tegas di pihak Magelhaens, hal itu dapat digagalkan dan 2 pemimpin pemberontak tersebut tewas.

Hingga tanggal 21 Oktober mereka berlayar di bawah guyuran air hujan yang membeku, dan semua mata terpaku pada sebuah celah di sebelah barat. Akhirnya, mereka berbalik dan memasuki selat yang belakangan dikenal sebagai Selat Magelhaens. Namun, kapal San Antonio dengan sengaja menghilang di tengah jaringan rumit selat itu dan kembali ke Spanyol. Ke-3 kapal yang masih bertahan, diimpit oleh teluk yang sempit di antara tebing-tebing berselimut salju, dengan gigih berlayar melewati selat yang berkelok-kelok itu. Para armada mengamati begitu banyaknya api di sebelah selatan, yang kemungkinan berasal dari perkemahan orang Indian, jadi mereka menyebut daratan itu sebagai “Tierra del Fuego” atau “Tanah Api”.

MENGAPA PELAYARAN MAGELHAENS DIANGGAP PENTING?

Setelah melewati 5 minggu, mereka berlayar menuju sebuah samudera yang sedemikian tenangnya sehingga Magelhaens menamakannya ‘Pasifik‘. Menurut Richard Humble dalam ‘The Voyage of Magellan‘, pelayaran yang dilakukan Magelhaens dianggap penting karena:

  • Ia membuktikan bahwa Amerika bukan bagian, serta tidak berdekatan dengan Asia, sebagaimana yang dipikirkan oleh Columbus.
  • Pada akhir pelayaran itu, perbedaan satu hari dalam tanggal memperlihatkan perlunya menetapkan suatu garis penanggalan internasional.
  • Ia telah membuktikan bahwa bumi berbentuk bulat.

 

PELAJARAN YANG BERKAITAN