Jenis-jenis Pertumbuhan Penduduk

Loading...

ASTALOG.COM – Pertumbuhan penduduk merupakan suatu perubahan populasi yang dapat terjadi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Istilah pertumbuhan penduduk merujuk pada manusia dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi mengenai nilai pertambahan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.

Lalu mengapa pertumbuhan penduduk bisa terjadi? Pertumbuhan penduduk bisa terjadi karena adanya pertambahan atau pengurangan jumlah penduduk akibat adanya kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), serta perpindahan penduduk (migrasi). Dalam hal ini, kelahiran dan kematian merupakan faktor pertumbuhan alami, sedangkan perpindahan penduduk merupakan faktor pertumbuhan non alami.

JENIS-JENIS PERTUMBUHAN PENDUDUK

1. Pertumbuhan Penduduk Alami

Pertumbuhan penduduk alami merupakan jenis pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari hasil selisih tingkat kelahiran dengan kematian dalam satu tahun. Pertumbuhannya dinyatakan dalam per seribu. Kejadian paling sederhana dapat dilakukan dengan mengamati penduduk di lingkungan tempat tinggal sekitar. Dalam satu tahun, berapa kali terjadi kelahiran dan kematian? Adapun rumus yang dapat digunakan untuk menghitungnya adalah:

BACA JUGA:  Bukti Pengaruh Hindu pada Kebangsawanan Nama Orang

P = L – M

P = Pertumbuhan Penduduk

L = Lahir

M = Mati

2. Pertumbuhan Penduduk Non Alami

Pertumbuhan penduduk non alami diperoleh dari selisih imigrasi (migrasi masuk) dengan emigrasi (migrasi keluar). Pertumbuhan penduduk non alami disebut juga dengan pertumbuhan penduduk karena migrasi. Perhitungannya dapat dilakukan dengan menggunakan rumus berikut ini:

P = I – E

P = Pertumbuhan Penduduk

I = Imigrasi

E = Emigrasi

3. Pertumbuhan Penduduk Total

Pertumbuhan penduduk total adalah pertumbuhan penduduk yang dihitung dari sleisih jumlah kelahiran dengan kematian ditambah dengan selisih pertumbuhan penduduk non alami. Perhitungan penduduk total dapat dilakukan dengan menggunakan rumus berikut:

P = (L – M) + (I – E)

P = Pertumbuhan Penduduk

L = Lahir

M = Mati

I = Imigrasi

E = Emigrasi

PERTUMBUHAN PENDUDUK DI INDONESIA

Laju pertumbuhan penduduk total di Indonesia sebenarnya tidak banyak berbeda dengan laju pertumbuhan penduduk alami, karena migrasi (baik imigrasi maupun emigrasi) jumlahnya hanya sedikit, sehingga pengaruhnya sangat kecil dan dapat diabaikan. Pertumbuhan penduduk biasanya dinyatakan dengan angka persen (%) dan biasanya diperhitungkan untuk jangka waktu satu atau setiap tahun. Istilah lain yang sering disetarakan dengan pertumbuhan penduduk, yaitu pertambahan penduduk. Hanya saja untuk pertambahan penduduk, biasanya dinyatakan besarannya dengan angka tertentu sedangkan pertumbuhan penduduk dinyatakan dalam persen (%).

BACA JUGA:  Iklim di Singapura

Sementara itu, kelahiran dan kematian merupakan faktor utama pertumbuhan penduduk yang dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, kualitas lingkungan hidup, dan pendidikan. Kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan kesadaran tentang kesehatan melalui proses pendidikan. Lingkungan yang kurang terawat, pemukiman yang kumuh, limbah pabrik yang sudah berada di atas ambang batas kewajaran, serta selokan yang tidak terawat dan lain sebagainya dapat menyebabkan kondisi kesehatan masyarakat menjadi menurun. Tentu saja hal itu akan berdampak pada peningkatan angka kematian dalam suatu wilayah sehingga pertumbuhan penduduk menjadi berkurang (negatif). Oleh karena itu, sebagai negara yang berpenduduk besar, Indonesia terus didorong untuk giat meningkatkan kualitas penduduk. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan pemahaman dan pendidikan tentang kualitas hidup kepada masyarakat.

Loading...