Hal-hal yang Menyebabkan Terjadinya Migrasi Penduduk

Loading...

ASTALOG.COM –  Migrasi disebut juga perpindahan penduduk yang bertujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Migrasi bisa juga diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain. Arus migrasi ini berlangsung sebagai tanggapan terhadap adanya perbedaan pendapatan antara penduduk di kota dan desa. Namun, pendapatan yang dimaksud bukanlah pendapatan aktual, melainkan penghasilan yang diharapkan (expected income).

Kerangka skematik ini merupakan aplikasi dari model deskripsi Todaro mengenai migrasi. Premis dasar yang dianut dalam model ini adalah bahwa para migran mempertimbangkan dan membandingkan pasar-pasar tenaga kerja yang tersedia bagi mereka di sektor pedesaan dan perkotaan, serta memilih salah satunya yang dapat memaksimumkan keuntungan yang diharapkan. Besar kecilnya keuntungan yang mereka harapkan diukur berdasarkan besar kecilnya selisih antara pendapatan riil dari pekerjaan di kota dan di desa, angka tersebut merupakan implementasinya terhadap peluang migran untuk mendapatkan pekerjaan di kota.

BACA JUGA:  Pengertian Wawancara dan Narasumber

HAL-HAL YANG MENYEBABKAN TERJADINYA MIGRASI PENDUDUK

1. Bencana Alam

Tak bisa dipungkiri jika suatu daerah atau negara yang rawan bencana akan membuat penduduknya memutuskan untuk melakukan migrasi. Contohnya di Indonesia. Indonesia memiliki banyak daerah yang rawan bencana, terutama gempa bumi dan gunung meletus. Contohnya, pada saat terjadi bencana gunung Merapi yang meletus di tahun 2010, sehingga sebagian warga di sekitar situ harus berpindah tempat tinggal ke daerah lain karena keadaannya yang sangat berbahaya pada saat itu.

2. Lahan Pertanian yang Semakin Sempit

Hal ini terjadi di wilayah pedesaan dimana masyarakat petani pedesaan yang lahannya semakin sempit, sementara anggota keluarganya banyak sehingga membuat mereka menghadapi masalah ekonomi yang sulit diselesaikan. Untuk mengatasinya, mereka pun melakukan migrasi ke daerah lain untuk mencari pekerjaan baru atau mencari daerah yang lahan pertaniannya masih luas.

BACA JUGA:  Kerukunan Umat Beragama

3. Situasi Konflik

Konflik seringkali menyebabkan penduduk melakukan migrasi ke tempat lain karena sudah merasa tidak nyaman di tempat tersebut. Situasi konflik ini biasanya terjadi karena dipicu oleh adanya sikap yang tidak slaing menghargai dan mau benar sendiri, serta tidak mau mendengarkan pendapat orang lain. Konflik seringkali melibatkan banyak orang dan menyebabkan situasi menjadi tidak aman sehingga mendorong orang untuk melakukan migrasi ke tempat yang lebih aman. Untuk itu, sebaiknya kita menjaga sikap untuk tetap saling menghormati dan menghargai perbedaan agar terhindar dari konflik yang merugikan kepentingan orang banyak.

4. Kondisi Alam

Kondisi alam yang tandus dan kering seringkali mendorong sekelompok penduduk untuk mencari daerah lain yang lebih menguntungkan. Misalnya saja penduduk di kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta yang sebagian besar daerahnya tersusun atas batu gampung (limestone) sehingga menjadikan daerah ini kurang subur untuk pertanian. Keadaan ini akhirnya memaksa sebagian penduduknya untuk melakukan migrasi ke beberapa wilayah daerah lainnya, seperti ke kota Yogyakarta, Jakarta, hingga daerah lain di luar pulau Jawa.

BACA JUGA:  Pengertian Revolusi dan Contohnya

 

Loading...