Cara Perkembangbiakan Akar Tunggang

Loading...

ASTALOG.COM – Secara alami tumbuhan berkembang biak menggunakan biji. Biji yang telah matang dan telah pecah masa dormansi dapat berkecambah dan tumbuh menjadi tumbuhan utuh pada kondisi lingkungan yang mendukung. Biji yang berkecambah pertama kali akan membentuk akar yang disebut dengan akar lembaga (Radicula). Akar yang berasal dari perkecambahan biji dapat dibedakan menjadi dua, yaitu akar tunggang dan akar serabut. Apa itu akar tunggang?

Akar tunggang adalah akar tanaman yang berupa akar besar dan bagian dari kelanjutan batang. Pada bagian akar utama tersebut terdapat banyak cabang akar yang berukuran lebih kecil dari akar utama. Tanaman yang memiliki akar tunggang biasanya terdapat pada tanaman yang berkeping dua (dikotil) contohnya adalah mangga, jeruk, melinjo, rambutan, jambu dan masih banyak contoh lainnya.

Jenis Akar Tunggang

Berdasarkan tipe percabangan dan bentuknya, akar tunggang dapat dibedakan menjadi akar tunggang yang tidak bercabang atau sedikit bercabang dan akar tunggang yang bercabang (ramosus).

BACA JUGA:  Delta Sungai Mekong Sebagai Pusat Kegiatan Pertanian Vietnam

1. Akar tunggang yang tidak bercabang atau sedikit bercabang
Akar tunggang ini biasanya tidak memiliki percabangan atau hanya memiliki percabangan. Fungsi utama dari akar tunggang ini biasanya adalah sebagai tempat penimbun makanan dan merupakan bagian tumbuhan yang bisa dimakan atau dimanfaatkan. Jenis akar tunggang ini memiliki bentuk yang khusus, seperti dilansir dari Ebiologi.com, yaitu:

a. Berbentuk tombak (fusiformis)
Akar ini berbentuk seperti tombak, dimana bagian pangkalnya besar dan meruncing ke ujung dengan serabut-serabut akar sebagai percabangan. Tumbuhan yang mempunyai akar tunggang berbentuk tombak ini biasanya digunakan sebagai tempat penimbun makanan. Contohnya: wortel (Daucus carota L.), lobak (Raphanus sativus L.). [Baca Juga : Struktur Akar Tumbuhan]

b. Berbentuk gasing (napiformis)
Akar ini berbentuk seperti gasing, dimana pangkal akar besar membulat, percabangan berupa akar-akar serabut terdapat pada ujung yang sempit dan meruncing. Contohnya: biet (Beta vulgaris L.), bengkuang (Pachyrrhizus erosus Urb.).

BACA JUGA:  Perbedaan Sosiologi dengan Antropologi

d. Berbentuk benang (filiformis)
Akar ini berbentuk kecil dan panjang seperti akar serabut dan sedikit sekali bercabang. Contohnya: kratok (Phaseolus lunatus L.)

2. Akar tunggang yang bercabang (ramosus)
Akar tunggang ini biasanya memiliki percabangan yang banyak dengan cabang yang membentuk percabangan lagi, berbentuk kerucut panjang, tumbuh lurus ke bawah. Banyaknya percabangan yang terbentuk memberi kekuatan yang lebih besar untuk menopang tegaknya batang, dan juga memperluas daerah perakaran sehingga air dan hara yang diserap akan semakin banyak. Perakaran seperti ini umumnya dimiliki oleh tumbuhan dikotil yang diperbanyak secara generatif menggunakan biji.

Ciri-ciri Akar Tunggang

Ciri-ciri akar tunggang cukup mudah dikenali karena sangat banyak tanaman yang memiliki akar tunggang berikut ini ciri-ciri akar tunggang, dilansir dari laman Kampus-biologi.blogspot.co.id:

1. Terdapat pada tanaman dikotil (biji berkeping dua).
2. Akaranya kuat untuk menopang berdirinya tanaman sehingga kokoh walaupun diterjang angin kencang.
3. Memiliki akar primer

BACA JUGA:  Keuntungan dan Kerugian Letak Geografis Indonesia

Fungsi Akar Tunggang

Fungsi akar tunggang cukup banyak bagi tanaman seperti memperkokoh tanaman agar tidak mudah rubuh, menyerap air dan unsur hara yang ada dari dalam tanah untuk digunakan tumbuha, berperan sebagai alat reproduksi, berfungsi untuk meynyimpan cadangan makanan pada jenis tertentu. Tanaman yang bisa menyimpan cadangan makanan di akar contohnya adalah ubi, wortel dan kentang.

Tanaman Akar Tunggang

Tanaman akar tunggang banyak kita jumpai di dalam kehidupan sehari – hari dimana apabila bijinya berkeping 2 maka dipastikan tanaman tersebut memiliki akar tunggang contohnya : mangga, jeruk, melinjo, rambutan,jambu, belimbing.

Loading...