Fungsi Usus Kecil Pada Katak

ASTALOG.COM – Katak dan amphibi lainnya mengalami perubahan bentuk (metamorfosis), hal ini akan berpengaruh pada organ-organ seperti organ pencernaan. Larva katak (kecebong) adalah herbivora, sedangkan katak dewasa adalah predator serangga. Katak dewasa memiliki sistem pencernaan yang lebih rumit dibanding larva katak.

Tak jauh berbeda dengan sistem pencernaan pada manusia, katak memiliki saluran dan kelenjar pencernaan yang mengalami beberapa modifikasi di organ tertentu.

Katak adalah pemakan hewan-hewan kecil seperti serangga. Untuk mengakomodasi kebutuhan makannya, lidah katak berukuran panjang yang dapat digulung. Hal ini merupakan bentuk adaptasi guna menangkap makanannya. Sederetan gigi-gigi kecil yang “rapuh” di sebelah dalam tepi rongga atas mulut, disebut dengan gigi maksila.

Makanan dimasukan ke dalam mulut, akan dicampur dengan saliva yang dihasilkan oleh kelenjar ludah di rongga mulut. Saliva membantu memecah makanan secara kimiawi, mengubah zat tepung menjadi gula sederhana.

Di lambung makanan akan dicerna secara kimiawi dan mekanik. Lambung merupakan organ penyimpan makanan untuk sementara. Partikel-partikel makanan akan dicampur dengan sekret lambung yang mengandung enzim-enzim pencernaan dan getah lambung.

Lambung katak terbagi menjadi 2 bagian, kardiak adalah bagian yang berbatasan dengan esofagus, sedangkan piloris bagian yang berbatasan dengan usus halus menuju kloaka.

Otot dinding-dinding lambung membantu meremas-remas makanan membantu mencerna secara mekanik sedangkan di sisi lain enzim-enzim pencernaan dan getah lambung bekerja mencerna makanan secara kimiawi.

Makanan katak yang berupa serangga akan dibantu dicerna oleh enzim kitinase. Dinding lambung menghasilkan enzim kitinase yang membantu mencerna zat kitin penyususn rangka luar/cangkang yanng keras pada arthropoda (serangga).

Hal ini memudahkan katak dalam menyerap nutrisi dari makanannya, serangga. Partikel-partikel makanan dialirkan menuju usus halus melalui gerakan peristaltik. Terdapat sfingter piloris yang membatasi lambung dengan usus halus, berfungsi mencegah agar makanan tak dapat masuk kembali ke dalam lambung.

Usus halus menerima makanan dari lambung, melanjutkan pencernaan secara kimiawi. Usus katak terbagi menjadi daerah pencernaan (duodenum) dan daerah penyerapan (ileum). Sebagian besar proses pencernaan berlangsung di dalam usus halus.

Enzim-enzim pencernaan dari kelenjar pencernaan pankreas disekresikan ke dalam ruang usus halus. Garam empedu hasil sekresi dari hati dicurahkan ke dalam ruang usus halus guna mengemulsikan lemak untuk dipecah oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol.

Sari-sari makanan akan diserap melalui pembuluh darah di sepanjang ileum (usus penyerapan) untuk diedarkan ke seluruh sel di dalam tubuh.

Kotoran akan dibuang melalui kloaka, merupakan muara tiga saluran, saluran pencernaan, saluran urine, dan saluran reproduksi. Hal in memungkinkan katak untuk defekasi, berkemih, bahkan mengeluarkan sel kelamin secara bersamaan.

PELAJARAN YANG BERKAITAN