Contoh Teks Diskusi Singkat

ASTALOG.COM – Teks diskusi adalah salah satu jenis teks yang memberikan dua pendapat mengenai suatu hal. Pendapat tersebut tentu ada yang selaras dan juga ada yang bertentangan.

Struktur Teks Diskusi
Teks diskusi memiliki 3 struktur, yaitu:

1. Isu.
2. Argumen atau pendapat. Terdapat dua argumen, yakni argumen mendukung dan argumen menentang atau menolak.
3. Kesimpulan.

Struktur Teks Diskusi
Struktur teks diskusi juga bisa menjadi 4 bagian jika kedua argumen disebutkan, yakni argumen mendukung dan argumen menentang (menolak). Jadi, 3 atau 4 struktur ini sama saja.

Ciri-ciri Teks Diskusi
Teks diskusi juga memiliki ciri-ciri, yaitu sebagai berikut:

1. Strukturnya terdiri atas isu, argumen mendukung,argumen menentang, dan simpulan.
2. Memuat informasi yang bersifat informatif-argumenatif.
3. Ciri kebahasaan teks diskusi menggunakan kata hubung perlawanan (tetapi, sedangkan dan sebagainya).

Jenis Teks Diskusi
Teks diskusi dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

1. Seminar
2. Sarasehan
3. Simposium
4. Diskusi panel
5. Kongres
6. Muktamar
7. Lokakarya

Contoh Teks Diskusi Singkat Tentang Sosial Media

Sosial media lawan atau kawan?

Pada umunya sosial media digunakan oleh remaja untuk membicarakan tentang kehidupan mereka, juga berbicara tentang apa yang mereka lakukan sehari-hari. Bahkan mereka menunjukan eksistensi diri lewat jejaring sosial untuk mengatakan di mana mereka pergi atau tempat-tempat yang mereka sukai untuk didatangi. Namun tidak semua remaja seperti itu, karena banyak remaja yang menggunakan jejaring sosial untuk mengkritik, berdiskusi atau untuk menemukan suatu peluang bisnis baru.

Remaja saat ini tumbuh dengan di zaman internet. Tetapi, apakah hal ini akan berdampak ketika mereka dewasa nanti? Lewat jejaring sosial, orang dapat saling berkomunikasi wakaupun jaraknya jauh. Mereka dapat memberikan data privasi mereka, nomer telepon, alamat, bahkan data keluarga serta hal lain yang seharusnya tidak di ekspos. Siapapu langsung dapat berkenalan, meskipun tanpa mengetahui latak belakangnya. Celakanya lagi, berbagai pemahaman dapat dengan mudah masuk ke remaja bila tidak ada filter yang kuat di kehidupan remaja tersebut.

Banyak contoh yang terjadi di masyarakat. Penggunaan jejaring sosial biasanya mengarah ke pertemuan. Bila dirasiokan 3 dari 10 akan mengalami stres atau perlakuan asusila. Selain itu, perilaku mereka juga berubah dalam kehidupan nyata, julukan-juluakan serta nama nickname yang digunakan oleh remaja bisa mengakibatkan duplikasi kepribadian. Perubahan kepribadian akan terajadi sesuai keinginan mereka dalam sikap, tergantung kepada siapa mereka berbicara. Kejahatan yang terjadi akibat terlalu banyaknya informasi yang dibagikan di sosial media. Alamat, telepon, foto-foto, semuanya ditayangkan di kolom profil tanpa adanya batas untuk melihat semua informasi tersebut. Seorang remaja di amerika kemasukan perampok di dalam rumah hanya karena menulis status di sosial media. “Dirumah lagi sendiri, Orang tua keluar kota”

Kita tidak boleh menyalahkan sosial media, karena semua kembali kepada penggunanya. Jejaring sosial juga mungkin terbukti menjadi penyelamat. Ada 7 kasus di mana sosial media telah menyelamatkan nyama manusia. Satu contoh adalah kasus remaja mencoba bunuh diri. “Pada musim semi 2009, seorang remaja inggris menulis di sosial media ke seorang temanya bahwa ia akan bunuh diri. Pacar dan ibunya segera diberitahu. Ibunya lalu menelepon polisi setempat, yang mengirimkan sebuah tim sehingga remaha tersebut gagal bunuh diri.”

Hal ini menunjukan bahwa adanya sosial media sangat berpengaruh baik atau buruk bagi remaja. Namun, lingkungan sosial-nya yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan perilaku individu. Jadi, jaringan sosial berbahaya untuk beberapa remaja tapi tidak bagi yang lain, semuanya tergantung pada kepribadian remaja itu sendiri.

PELAJARAN YANG BERKAITAN