Klasifikasi Jaringan Epitel

ASTALOG.COM – Jaringan epitel merupakan salah satu dari 4 jaringan dasar selain jaringan ikat, jaringan otot, serta jaringan saraf. Perlu diketahui, dulunya istilah jaringan epitel hanya digunakan untuk menyebut selaput jernih yang berada di atas permukaan tonjolan anyaman penyambung di merah bibir. Hal ini berdasarkan asal kata dari epitel, yaitu “Epi” yang berarti “di atas” dan “Thele” yang berarti “Bibir“. Istilah ini digunakan untuk semua jaringan yang melapisi suatu struktur dan saluran.

SIFAT UMUM JARINGAN EPITEL

  1. Jaringan epitel terdiri dari sel dengan batas yang jelas dan terletak rapat satu sama lain. Oleh karena itu, jaringan epitel dapat dikatakan sebagai jaringan yang seluler.
  2. Tidak ada pembuluh darah dalam jaringan kapiler. Zat makanan diberikan ke jaringan secara difusi dari pembuluh darah kapiler yang terletak di jaringan di bawahnya.

FUNGSI JARINGAN EPITEL

Jaringan epitel memiliki berbagai fungsi tergantung dari posisi jaringan, antara lain:

  1. Sebagai pelindung
  2. Sebagai alat sekresi
  3. Sebagai alat penerima impuls
  4. Sebagai alat penyaring atau filtrasi
  5. Sebagai alat absorpsi
  6. Sebagai alat respirasi

Dalam rangka fungsinya sebagai pelindung, biasanya jaringan epitel sendiri pun diberi pelindung yaitu lapisan tanduk (korneum), silia, dan lapisan lendir.

KLASIFIKASI JARINGAN EPITEL

1) Jaringan Epitel Selapis

  1. Epitel Selapis Pipih terdiri dari satu saja dan sel berbentuk pipih. Dilihat dari permukaan, sel-sel ini terlihat seperti lantai ubin namun dengan batas yang tidak teratur. Epitelium ini umumnya berfungsi sebagai jalan pertukaran zat dari luar ke dalam tubuh dan sebaliknya. Contoh: epitel pada pembuluh darah kapiler dan dinding alveolus.
  2. Epitel Selapis Kubus terdiri dari satu lapis sel dan sel berbentuk seperti kubus. Dari permukaan sel-sel itu terlihat seperti sarang lebah atau berbentuk poligonal.Jaringan epitel kubus selapis berfungsi dalam sekresi dan sebagai pelindung. Contoh: epitel pada permukaan ovarium, kelenjar dan kelenjar tiroid.
  3. Epitel Selapis Silindris terdiri dari satu lapis sel dan selnya berbentuk silindirs (torak). Terlihat seperti epitelium kubus, namun potongan tegak lurus terlihat lebih tinggi. Sel epitel silindris ini ada yang memiliki silia pada permukaannya, seperti yang terdapat pada oviduk. Contoh: epitel pada lambung, jonjot usus, kantung empedu, saluran pernapasan bagian atas.

2) Epitel Berlapis

  1. Epitel Berlapis Semu: Epitelium ini sebenarnya terdiri atas atas selapis sel epitelium, tetapi tinggi dari sel epitelium tersebut memiliki tinggi yang tidak sama, sehingga terlihat seperti beberapa lapis sel. Sel epitelium berlapis semu terdapat pada trakea.
  2. Epitel Berlapis Gepeng: Sebenarnya tidak semuanya berbentuk gepeng. Yang berbentuk gepeng hanya pada sel sebelah atas. Sel pada lapisan terbawah dapat berbentuk silindris. Contoh: epitel pada vagina.
  3. Epitel Berlapis Kubus: Epitalelium ini jarang ditemukan pada tubuh. Contoh: epitel pada saluran keluar kelenjar. berfungsi dalam sekresi dan arbsorbsi.
  4. Epitel Berlapis Silindris: Epitelium ini jarang ditemukan. Paling banyak terdiri dari 2 lapisan saja. Berfungsi sebagai tempat sekresi, arbsorbsi, sebagai pelindung gerakan zat melewati permukaan dan sebagai saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu. Contoh: epitel pada konjungtiva palpebra.

3) Epitel Batang Bersilia

Epitel ini berbentuk seperti epitel silindris selapis. memiliki bulu-bulu getar/silia. terletak di dinding rongga hidung. berfungsi sebagai penghasil mucus (lendir) untuk menangkap benda asing yang masuk, dengan getaran silia menghalau benda asing yang masuk melekat pada mucus. Epitel batang bersilia juga terletak pada trakea.

4) Epitel Transisional

Pada epitel ini, strukturnya mirip epitel berlapis gepeng. Pada lapisan atas terdapat lapisan sel yang berbentuk payung (sel payung). Sel payung dalam keadaan regang akan memipih, misalnya dalam keadaan saluran terisi penuh. Contoh: epitel pada ureter.

SISWA LAIN JUGA MEMBACA INI: