Berikut Macam Perambatan Kalor

Loading...

ASTALOG.COM-Kalor itu adalah berupa suatu energi. Dimana berdasar hukum kekekalan energi, energi dapat berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dan dapat pula berubah bentuk, dari bentuk energi satu ke energi lain.

disini saya akan memberikan beberapa informasi mengenai proses perambatan kalor pada berbagai kegiatan sehari. Tentunya hal ini sudah dipelajari dari anda kelas VII sampai SMA dan ini menjadi salah satu soal yang tidak pernah tertinggal.

Kalor dapat merambat melalui tiga macam cara yaitu:

1. Konduksi Perambatan kalor tanpa disertai perpindahan bagian-bagian zat perantaranya, biasanya terjadi pada benda padat. H = K . A . (DT/ L) H = jumlah kalor yang merambat per satuan waktu
DT/L = gradien temperatur (ºK/m) K = koefisien konduksi A = luas penampang (m²) L = panjang benda (m)
2. Konveksi

BACA JUGA:  Pohon yang Memiliki Akar Tunggang

Perambatan kalor yang disertai perpindahan bagian-bagian zat, karena perbedaan massa jenis.

H = K . A . DT

H = jumlah kalor yang merambat per satuan waktu
K = koefisien konveksi
DT = kenaikan suhu (ºK)

3. Radiasi

Perambatan kalor dengan pancaran berupa gelombang-gelombang elektromagnetik.

Pancaran kalor secara radiasi mengikuti Hukum Stefan Boltzmann:

W = e . s . T4

W = intensitas/energi radiasi yang dipancarkan per satuan luas per satuan waktu
s = konstanta Boltzman =5,672 x 10-8 watt/cm2.ºK4
e = emisivitas (o < e < 1) T = suhu mutlak (ºK)

Benda yang dipanaskan sampai pijar, selain memancarkan radiasi kalor juga memancarkan energi radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang 10-6 s/d 10-5 m. Untuk benda ini berlaku hukum PERGESERAN WIEN, yaitu:

lmax . T = C

C = konstanta Wien = 2.9 x 10-3m ºK
Kesimpulan:

1. Semua benda (panas/dingin) memancarkan energi radiasi/kalor
2. Semakin tinggi suhu benda. semakin besar radiasinya dan semakin pendek panjang gelombangnya.
3. Koefisien emisivitas benda tergantung pada sifat permukaannya.Benda hitam sempurna mempunyai nilai e = 1 merupakan pemancar dan penyerap kalor yang paling baik.

    1. Konduksi Perambatan kalor tanpa disertai perpindahan bagian-bagian zat perantaranya, biasanya terjadi pada benda padat.H = K . A . (DT/ L)

      H = jumlah kalor yang merambat per satuan waktu
      DT/L = gradien temperatur (ºK/m)
      K = koefisien konduksi
      A = luas penampang (m²)
      L = panjang benda (m)

    2. Konveksi Perambatan kalor yang disertai perpindahan bagian-bagian zat, karena perbedaan massa jenis.H = K . A . DT

      H = jumlah kalor yang merambat per satuan waktu
      K = koefisien konveksi
      DT = kenaikan suhu (ºK)

       

    3. Radiasi Perambatan kalor dengan pancaran berupa gelombang-gelombang elektromagnetik.Pancaran kalor secara radiasi mengikuti Hukum Stefan Boltzmann:

      W = e . s . T4

      W = intensitas/energi radiasi yang dipancarkan per satuan luas per satuan waktu
      s = konstanta Boltzman =5,672 x 10-8 watt/cm2.ºK4
      e = emisivitas (o < e < 1) T = suhu mutlak (ºK)

 

Benda yang dipanaskan sampai pijar, selain memancarkan radiasi kalor juga memancarkan energi radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang 10-6 s/d 10-5 m. Untuk benda ini berlaku hukum PERGESERAN WIEN, yaitu:

lmax . T = C

C = konstanta Wien = 2.9 x 10-3m ºK


Kesimpulan:

  1. Semua benda (panas/dingin) memancarkan energi radiasi/kalor
  2. Semakin tinggi suhu benda. semakin besar radiasinya dan semakin pendek panjang gelombangnya.
  3. Koefisien emisivitas benda tergantung pada sifat permukaannya.Benda hitam sempurna mempunyai nilai e = 1 merupakan pemancar dan penyerap kalor yang paling baik.