Perbedaan Teks Diskusi dan Teks Eksposisi

Loading...

ASTALOG.COM – Kita sudah sering mendengar kata wacana. Tapi tahukah Anda sesungguhnya apa wacana itu? Sampai saat ini ada beragam batasan atau definisi wacana yang dikemukakan para ahli.

Tentunya di antara definisi satu dan yang lainnya terdapat perbedaan, hal ini semata-mata disebabkan karena sudut pandang yang digunakan para ahli tersebut berbeda.

Jika hanya berpijak pada sudut pandang linguistik (ilmu tentang bahasa) saja pun ada perbedaan pendapat.

Pengertian Wacana

Menurut Badudu dalam Eriyanto (2001): (1) wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan, yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lainnya, yang membentuk satu kesatuan sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat-kalimat tersebut, dan (2) wacana adalah kesatuan bahasa yang terlengkap dan tertinggi di atas kalimat atau klausa dengan kohesi dan koherensi yang berkesinambungan, disampaikan secara lisan atau tulisan.

Wacana secara kasat mata dapat dibedakan berdasarkan struktur generik dan fitur bahasanya.

Yang dimaksud dengan struktur generik di sini adalah struktur yang terbentuk dari perbedaan fungsi-fungsi paragraf dalam membangun sebuah wacana (seperti tesis, argumen, klimaks, dst).

Sedangkan fitur bahasa merupakan penggunaan atau pemanfaatan bahasa (baik itu tata bahasa maupun diksinya) untuk membangun sebuah wacana.

Dalam bahasan kali ini, kita akan membandingkan jenis wacana teks diskusi dan teks eksposisi. Keduanya diketahui sebagai wacana yang mengemukakan suatu permasalahan, tapi bagaimana membedakannya?

BACA JUGA:  Mengapa Piagam Jakarta Diubah?

TEKS DISKUSI

Teks diskusi dapat didefinisikan sebagai suatu teks yang berisi tentang sebuah wacana dengan permasalahan tertentu. Wacana yang bermasalah ini adalah wacana yang memiliki dua kubu antara pro (mendukung) dan kontra (menentang), antara pendukung isu dan penentang isu.

Masalah yang dihadirkan dalam teks diskusi nantinya akan didiskusikan berdasarkan dua sudut pandang tersebut, pro (pendukung) dan kontra (penentang).

Tujuan komunikatif dari teks diskusi itu sendiri adalah untuk mengetengahkan suatu masalah atau isu yang ditinjau paling tidak dari dua sudut pandang, sebelum sampai pada suatu kesimpulan atau saran.

Secara sederhana, struktur isi teks diskusi mencakup:

  1. Isu (masalah)
  2. Argumen (menentang atau mendukung)
  3. Kesimpulan/Saran

Suyatno menyebutkan bahwa fitur dominan bahasa yang dipergunakan dalam teks diskusi adalah:

  • Penggunaan kata modalitas
  • Penggunaan kata kerja aksi
  • Penggunaan nomina, konjungsi

Sementara itu ciri-ciri bahasa teks diskusi meliputi:

  • Penggunaan istilah-istilah umum terkait dengan topik diskusi
  • Kata-kata yang menunjukkan suatu perbandingan atau pengontrasan
  • Penggunaan kata-kata yang mendukung/ menolak argumen

Contoh Teks Diskusi

Larangan Merokok di Tempat Umum

Larangan merokok di tempat-tempat umum menjadi perdebatan yang marak di masyarakat. Kalangan yang mendukung terus mengumandangkan agar larangan itu terus dijalankan. Sedangkan, bagi pihak yang kurang setuju mengharapkan agar larangan itu segera dicabut.

Larangan merokok di tempat-tempat umum, menurut kalangan pendukung larangan, sangat efektif untuk mengurangi dampak buruk merokok, terutama bagi para perokok pasif. Yang dimaksud perokok pasif adalah orang-orang yang tidak merokok tetapi sempat menghirup asap rokok. Perlu dipahami bahwa perokok aktif dan perokok pasif sama-sama memiliki resiko tinggi atas ancaman bahaya merokok.

Dengan larangan ini, orang-orang non-perokok memiliki hak untuk melindungi diri dari menghisap asap nikotin. Orang-orang non-perokok tidak harus ikut sakit sebagai efek dari perbuatan orang lain (=perokok). Yang pasti, larangan tidak merokok di tempat umum akan mampu menciptakan tempat umum bebas dari asap rokok sekaligus meningkatkan kualitas udara.

Sementara pihak yang berseberangan dengan larangan ini mengatakan bahwa larangan merokok menyebabkan penurunan pendapatan bagi dunia bisnis, seperti bar, restoran, dan sejenisnya. Argumen lain adalah larangan merokok di tempat umum adalah menindas hak-hak asasi manusia, khususnya kaum perokok.

Berangkat dari hal-hal di atas, patut kiranya dikatakan bahwa larangan merokok di tempat umum sebagai upaya menciptakan lingkungan udara yang bersih sekaligus sebagai bentuk penghormatan bagi mereka yang bukan perokok. Sementara itu, bagi para perokok tetap diberi hak untuk menikmati rokok di area tertentu yang biasa disebut “smoking area.”

TEKS EKSPOSISI

“Peran dan Manfaat WTO Globalisasi memberikan dampak berupa perubahan pada pasar internasional, salah satunya adalah liberalisasi perdagangan, yang dipandang sebagai suatu upaya untuk meningkatkan daya saing ekonomi.”

Teks di atas merupakan cuplikan suatu contoh dari teks eksposisi. Jika kita menganalisis contoh di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa teks eksposisi berisi sebuah topik permasalahan yang dikemukakan kepada publik.

BACA JUGA:  3 Alat yang Bekerja Berdasarkan Bimetal

Tapi apa itu teks eksposisi?

Nah, teks eksposisi adalah salah satu bentuk pengembangan paragraf yang bertujuan untuk menjabarkan suatu pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, padat, dan akurat.

Struktur teks eksposisi terdiri atas tiga bagian yaitu:

1. Tesis (pernyataan pendapat)
Berupa gagasan utama atau prediksi penulis tentang sebuah permasalahan yang berdasarkan fakta. Contoh di awal merupakan sebuah contoh tesis yang menyangkut masalah ekonomi.

2. Argumentasi
Paragraf yang berisi penjelasan secara lebih mendalam pernyataan pendapat (tesis) yang diyakini kebenarannya oleh penulis melalui pengungkapan fakta-fakta sebagai penjelasan argumen penulis.

3. Penegasan ulang pendapat
Merupakan penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi bagian sebelumnya. Terdapat dalam bagian akhir dari suatu teks eksposisi.

BACA JUGA:  Hewan yang Melakukan Pencernaan Secara Ekstrasel

RANGKUMAN MATERI