Ciri-ciri Umum Senyawa Hidrokarbon

Loading...

ASTALOG.COM – Hidrokarbon merupakan senyawa kimia yang tersusun atas unsur atom hidrogen (H) dan karbon (C). Jumlah senyawa karbon dapat mencapai jutaan jenis senyawa karena kemampuan atom karbon yang dapat membentuk rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut.

Karena hidrokarbon hanya tersusun dari unsur hidrogen dan karbon, maka senyawa ini dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan, yaitu:

  1. Hidrokarbon alifatik mencakup alkana, alkena dan alkuna.
  2. Hidrokarbon aromatik mencakup benzena dan senyawa turunannya.

Tipe-tipe Hidrokarbon

  1. Hidrokarbon jenuh/tersaturasi (alkana) adalah hidrokarbon yang paling sederhana. Hidrokarbon ini seluruhnya terdiri dari ikatan tunggal dan terikat dengan hidrogen. Rumus umum untuk hidrokarbon tersaturasi adalah CnH2n+2. Hidrokarbon jenuh merupakan komposisi utama pada bahan bakar fosil dan ditemukan dalam bentuk rantai lurus maupun bercabang. Hidrokarbon dengan rumus molekul sama tapi rumus strukturnya berbeda dinamakan isomer struktur.
  2. Hidrokarbon tak jenuh/tak tersaturasi adalah hidrokarbon yang memiliki 1 atau lebih ikatan rangkap, baik rangkap 2 maupun rangkap 3. Hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap 2 disebut dengan alkena dengan rumus umum CnH2n. Hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap 3 disebut alkuna dengan rumus umum CnH2n-2.
  3. Sikloalkana adalah hidrokarbon yang mengandung 1 atau lebih cincin karbon. Rumus umum untuk hidrokarbon jenuh dengan 1 cincin adalah CnH2n.
  4. Hidrokarbon aromatik juga dikenal dengan arena adalah hidrokarbon yang paling tidak mempunyai 1 cincin aromatik.

Contoh dari jenis senyawa hidrokarbon, misalnya:

  • Metana (gas rawa) memiliki 1 atom karbon dan 4 atom hidrogen, yaitu CH4.
  • Etana memiliki 2 atom karbon yang bersatu dengan sebuah ikatan tunggal, masing-masing mengikat 3 atom karbon, yaitu C2H6.
  • Propana memiliki 3 atom C (C3H8) dan seterusnya (CnH2·n+2).

Hidrokarbon dapat berbentuk gas (contohnya metana dan propana), cairan (contohnya heksana dan benzena), lilin atau padatan dengan titik didih rendah (contohnya paraffin wax dan naftalena) atau polimer (contohnya polietilena, polipropilena dan polistirena).

Ciri-ciri Umum Senyawa Hidrokarbon

  1. Karena struktur molekulnya berbeda, maka rumus empiris antara hidrokarbon pun juga berbeda, dimana jumlah hidrokarbon yang diikat pada alkena dan alkuna pasti lebih sedikit karena atom karbonnya berikatan rangkap.
  2. Kemampuan hidrokarbon untuk berikatan dengan dirinya sendiri disebut dengan katenasi, dan menyebabkan hidrokarbon bisa membentuk senyawa-senyawa yang lebih kompleks, seperti sikloheksana atau arena seperti benzena. Kemampuan ini didapat karena karakteristik ikatan di antara atom karbon bersifat non-polar.
  3. Sesuai dengan teori ikatan valensi, atom karbon harus memenuhi aturan “4-hidrogen” yang menyatakan jumlah atom maksimum yang dapat berikatan dengan karbon, karena karbon mempunyai 4 elektron valensi. Dilihat dari elektron valensi ini, maka karbon mempunyai 4 elektron yang bisa membentuk ikatan kovalen atau ikatan dativ.
  4. Hidrokarbon bersifat hidrofobik dan termasuk dalam lipid.
  5. Beberapa hidrokarbon tersedia melimpah di tata surya. Danau berisi metana dan etana cair telah ditemukan pada satelit alam terbesar Saturnus, yaitu Titan.

Kegunaan Senyawa Hidrokarbon dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Dalam bidang pangan

  1. Tetraterpena  merupakan senyawa beta karoten pada wortel.
  2. Monoterpena merupakan senyawa dalam minyak jeruk (limonene).
  3. Propena dan butena digunakan sebagai pemasak buah-buahan.

2. Dalam bidang sandang dan papan

  1. Polipropilena/polipropena yang terbentuk dari propena melalui reaksi polimer memiliki kegunaan antara lain: untuk serat, tali plastik, bahan perahu, dan botol plastik.
  2. Nilon merupakan senyawa polimer yang banyak digunakan untuk serat pakaian.
  3. Dakron merupakan serat polyester untuk pengganti kapas dalam keperluan rumah tangga (kasur dan bantal)
  4. Polivinilklorida (PVC) yang terbentuk dari vinilklorida yang mempunyai ikatan C rangkap 2 memiliki kegunaan untuk pembuatan pipa air dan karpet.

3. Dalam bidang seni dan estetika

  1. Polietilena/polietena merupakan polimer dari etena (CH2 = CH2) yang mempunyai ikatan C rangkap 2, melalui reaksi polimerisasi. Polietilena digunakan untuk pembuatan kantong plastik, ember dan pembungkus makanan.
  2. Polivinil asetat banyak digunakan sebagai perekat dan cat lateks.

4. Dalam bidang industri dan perdagangan

  1. Pentana, heksana, dan heptana digunakan sebagai pelarut sintetis.
  2. Teflon sebagai pelapis anti lengket pada alat-alat masak.
  3. Butena untuk pembuatan karet sintetis.
  4. Polistirena untuk membuat kancing, sisir, dan pembungkus alat listrik.

Loading...