Efek Negatif Media Sosial Bagi Siswa

ASTALOG.COM – Popularitas situs jejaring sosial meningkat pesat dalam dekade terakhir. Hal ini mungkin karena alasan bahwa sekolah dan siswa serta remaja menggunakannya secara ekstensif untuk mendapatkan akses global. Situs jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook saat ini telah menjangkiti hampir semua orang dari segala kalangan.

Efek negatif dari situs jejaring sosial ini lebih banyak dari dampak positifnya. Situs ini telah menyebabkan beberapa potensi bahaya bagi masyarakat.

Para siswa menjadi korban media sosial lebih sering daripada orang lain, alasannya ketika mereka sedang mempelajari atau mencari materi pelajaran secara online, mereka malah lebih tertarik dengan situs tersebut untuk membunuh kebosanan di waktu belajar mereka, mengalihkan perhatian dari tugas mereka.

Kita semua perlu menyadari bahwa ada komunitas jejaring sosial , mengingat jutaan pengguna yang mereka miliki. Selain itu, ada blog serta blog video. Dan ada siswa yang secara aktif terlibat dalam semua komunitas online ini. Tapi kita juga perlu melihat efeknya terhadap para pemuda, terutama siswa.

Efek samping negatif lain dari situs jaringan sosial meliputi:

Mengurangi kemampuan belajar dan meneliti

Siswa banyak mengandalkan aksesibilitas informasi yang tersedia pada platform media sosial khusus serta web pada umumnya untuk mendapatkan jawaban. Ini berarti bahwa fokus berkurang pada pembelajaran serta menyimpan informasi.

Hal ini tentunya akan mengurangi kemampuan belajar dan meneliti mereka.

Multitasking

Siswa yang terlibat dalam kegiatan di situs media sosial selama belajar mengakibatkan kurangnya fokus. Hal ini menyebabkan penurunan kinerja akademis mereka, dan konsentrasi untuk belajar dengan baik.

Mengurangi kontak nyata dengan manusia

Semakin banyak waktu yang siswa habiskan pada situs-situs media sosial, semakin sedikit waktu yang mereka habiskan untuk bersosialisasi secara langsung dengan orang lain. Hal ini akan mengurangi kemampuan komunikasi mereka. Mereka tidak akan dapat berkomunikasi dan bersosialisasi secara efektif secara pribadi dengan orang lain.

Snyal tubuh berkurang, selain isyarat nonverbal lainnya, termasuk nada dan infleksi dalam kasus situs jejaring sosial. Dengan demikian mereka tidak dapat dianggap sebagai pengganti yang memadai untuk komunikasi tatap muka. Tidak hanya itu, siswa yang menghabiskan banyak waktu di situs jejaring sosial ini tidak mampu berkomunikasi secara pribadi dengan cara yang efektif.

Para pengusaha semakin tidak puas dengan kemampuan komunikasi sarjana muda karena alasan ini. Keterampilan komunikasi yang efektif adalah kunci sukses di dunia nyata.

Mengurangi keterampilan menulis kreatif

Siswa kebanyakan menggunakan kata-kata gaul atau bentuk singkat dari kata-kata di situs jejaring sosial. Mereka mulai mengandalkan tata bahasa dan cek fitur ejaan komputer. Hal ini akan mengurangi penulisan atas bahasa dan keterampilan menulis kreatif mereka.

Pemborosan waktu

Siswa, ketika mencari dan belajar secara online, lebih tertarik untuk menggunakan situs media sosial dan kadang-kadang mereka lupa mengapa mereka menggunakan internet. Ini membuang-buag waktu mereka dan kadang-kadang siswa tidak mampu menyelesaikan tugas mereka dalam kerangka waktu yang ditentukan.

Nilai menurun

Siswa mendapatkan nilai rendah di sekolah karena kurangnya informasi dan keterampilan menulis yang diinginkan.

Kehilangan motivasi pada siswa

Tingkat motivasi siswa berkurang akibat penggunaan situs jejaring sosial tersebut. Mereka bergantung pada lingkungan virtual bukannya mendapatkan pengetahuan praktis dari dunia nyata.

Efek pada kesehatan

Penggunaan yang berlebihan dari situs-situs tersebut mempengaruhi kesehatan mental serta fisik. Siswa tidak makan dan istirahat pada waktunya. Mereka mengkonsumsi kopi atau teh dalam jumlah berlebihan untuk tetap aktif dan fokus, yang pada gilirannya memberikan efek negatif pada kesehatan mereka.

Siswa yang menggunakan teknologi, termasuk situs jejaring sosial, secara teratur cenderung memiliki sakit perut, selain masalah tidur, serta kecemasan dan depresi. Siswa tersebut juga menampilkan kecenderungan narsis selain banyak gangguan psikologis lainnya, termasuk berbagai perilaku antisosial serta kecenderungan agresif.

Penggunaan media sosial secara berlebihan setiap hari memiliki banyak efek negatif pada kesehatan fisik dan mental siswa, membuat mereka lesu dan tidak termotivasi untuk membuat kontak dengan orang-orang secara pribadi. Orang tua harus memeriksa dan menyeimbangkan ketika anak-anak mereka menggunakan internet. Mereka harus waspada apakah mereka menggunakannya untuk jangka waktu yang sesuai atau tidak.