Kasus Uni Soviet dan Yugoslavia

Loading...

Uni Soviet dan Yugoslavia merupakan negara yang telah runtuh yang kemudian terpecah menjadi beberapa negara lain. Beberapa negara pecahan dari Uni Soviet adalah:

1. Armenia
2. Azerbaijan
3. Georgia
4. Kazakhstan
5. Kyrgizstan
6. Tadzikistan
7. Turkmenistan
8. Uzbekistan
9. Belarus
10. Estonia
11. Latvia
12. Lithuania
13. Moldova
14. Russia
15. Ukraina.

Sedangkan untuk Yugoslavia, beberapa negara pecahannya adalah:
1. Bosnia – Herzegovina.
2. Kroasia.
3. Serbia.
4. Slovenia.
5. Makedonia.
6. Montenegro.
7. Kosovo.

Lalu, mengapa Uni Soviet dan Yugoslavia bisa terpecah? Simak terus artikel berikut ini untuk mengetahuinya:

A. Alasan Runtuhnya dan Sejarah Singkat Uni Soviet.
Uni Soviet yang beribukotakan Moskwa adalah negara komunis yang pernah ada antara tahun 1922 – 1991 di Eurasia. Sebagai informasi tambahan, Eurasia adalah sebuah superbenua gabungan dari dua benua yaitu Eropa dan Asia. Eurasia kadang dianggap sebagai sebuah benua alternatif. Istilah Eurasia juga kadang digunakan untuk merujuk kepada negara-negara eks-Uni Soviet yang baru merdeka di Asia Tengah dan di Kaukasus.

Revolusi Oktober yang bergolak di Rusia pada tahun 1917 menyebabkan runtuhnya Kekaisaran Rusia. Penerusnya, Pemerintahan Sementara Rusia, hanya bertahan beberapa bulan. Pasca-kematian pemimpin Soviet yang pertama, Vladimir Lenin, pada tahun 1924, Josef Stalin menjadi penggantinya setelah memenangkan perebutan kekuasaan dan memimpin negara tersebut melewati proses industrialisasi besar-besaran dengan sistem ekonomi terencana dan penindasan politik.

Tidak tanggung-tanggung, tokoh sekaliber Leon Trotsky yang berjasa dalam Revolusi Rusia dipecat dan dibunuhnya. Tatkala Stalin mampu mengukuhkan kekuasaannya, pada tahun 1952 Partai Uni Serikat Komunis (PUSK) diubahnya dengan nama baru Partai Komunis Uni Soviet (PKUS). la menjabat Sekretaris Jenderal PKUS sampai tahun 1953. Berkat kepiawaian politik, ia menjadi diktator yang mampu mengantarkan Uni Soviet menjadi negara komunis terkuat di dunia.

Sepeninggal Stalin, jabatan sekjen partai dipegang oleh NikitaJ Khuschev sampai tahun 1964. Kemudian beralih kepada Leonid Brezhnev yang berkuasa cukup lama, yaitu dari tahun 1964 sampai 1982. Pada saat Uni Soviet di bawah kendalinya, negara mengalami kemerosotan di segala bidaiig. Tingkat pertumbuhan ekonomi menurun drastis, korupsi merajalela, produk pertanian kurang variatif, sektor jasa berjalan payah, dan berbagai kemunduran lainnya.

Penerus pemerintahan Uni Soviet harus mewarisi kerusakan dan kemacetan ekonomi dari Brezhnev. Jabatan Sekjen PKUS berturut-turut beralih dari Yuri Andropov (1982-1984), ke Konstantin Chernenko (1984-1985), sampai akhirnya dijabat oleh Mikhail Gorbachev sejak 11 Maret 1985. Mikhail Gorbachev menyadari bahwa penerapan marxisme telah menyeret negara ke ambang kemunduran. Sistem politik yang dijalankan itu ternyata gagal membawa Uni Soviet ke dalam kehidupan yang makmur seperti di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, sejak berkuasa, Gorbachev menghadapi tantangan kemacetan ekonomi yang tidakboleh dibiarkan berlarut-larut. la ingin memulihkan kondisi politik dan ekonomi Uni Soviet melalui suatu reformasi.

Untuk merealisasikan ambisinya, Gorbachev melontarkan ide reformasi berupa perestroika, glasnot, dan demokratisasi.
1. Perestroika, yaitu menata kembali berbagai kebijakan di semua bidang kehidupan.
2. Glasnot bermakna membuka diri dari pergaulan internasional dan memperluas partisipasi masyarakat dalam negara.
3. Demokratisasi, yakni memperlakukan sama terhadap semua warga negara untuk menyampaikan gagasan atau pandangan terhadap semua kebijakan pemerintahan.

Kebijakan Gorbachev menimbulkan dampak yang tidak diduga sebelumnya. Pertentangan sosial dalam masyarakat muncul. Bahkan di era reformasi itu lahir kelompok-kelompok masyarakat yang satu sama lainnya bersaing memperebutkan pengaruh dan kekuasaan, yaitu kelompok moderat, konservatif, dan radikal.

Pada tanggal 19 Agustus 1991 kelompok konservatif di bawah pimpinan Wakil Presiden Gennadi Yanayev melancarkan kudeta terhadap Gorbachev. Akan tetapi usaha perebutan kekuasaan ini dapat digagalkan Boris Yeltsin, pemimpin kelompok radikal. Gorbachev dapat diselamatkan dan nama Yeltsin. Pada tanggal 24 agustus 1991 Gorbachev menyatakan pengunduran dirinya.

Ada beberapa hal yang dianggap menjadi faktor penyebab keruntuhan Uni Soviet.
1. Sistem marxisme-komunisme ternyata tidak memiliki kontrol efektif terhadap bidang politik dan ekonomi.
2. Marxisme-komunisme tidak memiliki kelenturan dalam menghadapi perubahan.
3. Perubahan sistem pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi telah memberi peluang kepada negara-negara bagian untuk melepaskan diri dari Uni Soviet.
4. Sistem ekonomi pasar telah mengundang masuknya liberalisme dan kapitalisme yang bertentangan dengan komunisme.
5. Kaum buruh yang merupakan andalan marxisme-komunisme ternyata lebih memihak kapitalisme yang memberikan kebebasan untuk memiliki sesuatu daripada komunis yang tidak mengakui hak individu.

B. Alasan Runtuhnya Negara Yugoslavia.
Bangsa Ceko dan Slowakia pada 1918 dipaksa menjadi satu negara, Cekoslowakia. Yugoslavia adalah negara artifisial, yang dibentuk 1918, penggabungan bangsa Serbia, Kroasia, Slovenia, dan beberapa bangsa lain, yang didominasi kekuatan Serbia. Keruntuhan kekuatan komunisme menyebabkan bangsa-bangsa itu ingin menegakkan kemerdekaan, dan pecahlah perang berkepanjangan.

Runtuhnya Yugoslavia lebih disebabkan nilai dasar komunisme Yugoslavia runtuh dari dalam akibat kesalahan para pemimpinnya. Jika saja Yugoslavia konsistensi melaksankan ideologinya secara taat asas, besar kemungkinan bangsa Yugoslavia dapat mempertahankan ideologi, wawasan kebangsaan dan pertahanan nasionalnya sebagai dasar kehidupan mereka sebagai bangsa.

Dengan kata lain perpecahan negara Yugoslavia adalah cerita tentang tejadinya gerakan separatisme, gerakan untuk memisahkan diri dan merdeka menjadi negara sendiri. Bubarnya Cekoslowakia dan Yugoslavia karena pengaruh runtuhnya Uni Soviet pada 19 Agustus 1991, setelah Mikhail Gorbachev “terseret” arus globalisasi dan menerapkan kebijakan glasnost dan perestroika. Kenyataan itu mengggambarkan kekalahan komunisme dari kapitalisme.

Uni Soviet terdiri atas suku-suku bangsa, yang akhirnya memisahkan diri ketika komunisme berantakan oleh penetrasi globalisasi yang kapitalistik. Salah satu penyebab keruntuhan itu adalah ambruknya komunisme yang semula menjadi perekat. Globalisasi yang kapitalistik telah memorak-porandakan negara yang dulu menjadi musuh bebuyutan Amerika Serikat itu.

Loading...