Akibat dari Sikap Kurang Menerapkan Persatuan

ASTALOG.COM – Dalam kehidupan sehari-hari baik di masyarakat, sekolah, dan keluarga persatuan dan kesatuan sangat penting. Persatuan sangat penting dalam mencapai tujuan. Dengan persatuan dan kesatuan yang kita miliki pekerjaan yang sulit terasa ringan apabila dikerjakan bersama-sama. Seperti filosofi yang kita lihat pada sapu lidi, sapu lidi mewujudkan pepatah bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, dimana satu ikat sapu lidi adalah bentuk nyata dari sebuah persatuan. Sebuah perjuangan dalam mencapai tujuan tidaklah sempurna jika dilakukan seorang diri.

Definisi Persatuan

Arti persatuan secara morfologi bisa diartikan sebagai suatu hasil dari perbuatan. Adapun dari kamus bahasa Indonesia yang berarti bergabung menjadi satu. Dalam konteks kebangsaan, persatuan bisa diartikan sebagai perkumpulan segala yang ada di dalam bangsa tersebut, baik yang suku, ras, budaya dan lain-lain. Seperti kita ketahui bahwa negara Indonesia mempunyai beraneka ragam budaya, ras, suku dan lain-lain. Dan Indonesia mustahil terbentuknya jika saja sikap persatuan tidak terdapat dalam masyarakatnya, namun bukan hanya persatuan yang diperlukan disini, tetapi rasa ingin bersatu juga harus ada dalam hati masyarakat Indonesia, yang pada waktu itu ingin lepas dari penjajahan bangsa lain. Dengan demikian, persatuan menjadi peran penting dalam hal mencapai kemerdekaan suatu negara.

Persatuan berarti perkumpulan dari berbagai komponen yang membentuk menjadi satu. Sedangkan Kesatuan hasil perkumpulan tersebut yang telah menjadi satu dan utuh. Sehingga kesatuan erat hubungannya dengan keutuhan.

Prinsip Persatuan dan Kesatuan

Persatuan dan Kesatuan adalah keadaan yang menggambarkan kemajemukan bangsa Indonesia yang terdiri atas keberagaman komponen namun mampu membentuk suatu kesatuan yang utuh, yang mana setiap komponen dihormati dan menjadi bagian integral dalam satu sistem kesatuan bangsa dan Negara Indonesia.
Prinsip-prinsip persatuan dan kesatuan dari keberagaman di Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Prinsip Bhineka Tunggal Ika
Prinsip ini mengharuskan kita mengakui bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, agama dan adat kebiasaan yang majemuk. Hal ini mewajibkan kita bersatu sebagai bangsa Indonesia.
2. Prinsip Nasionalisme Indonesia
Kita mencintai bangsa kita, tidak berarti bahwa kita mengagung-agungkan bangsa kita sendiri. Nasionalisme Indonesia tidak berarti bahwa kita merasa lebih unggul daripada bangsa lain. Kita tidak ingin memaksakan kehendak kita kepada bangsa lain, sebab pandangan semacam ini hanya mencelakakan kita. Selain tidak realistis, sikap seperti itu juga bertentangan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Prinsip Kebebasan yang Bertanggungjawab
Manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memiliki kebebasan dan tanggung jawab tertentu terhadap dirinya, terhadap sesamanya dan dalam hubungannya dengan Tuhan Yang maha Esa.
4. Prinsip Wawasan Nusantara
Dengan wawasan itu, kedudukan manusia Indonesia ditempatkan dalam kerangka kesatuan politik, sosial, budaya, ekonomi, serta pertahanan keamanan. Dengan wawasan itu manusia Indonesia merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita pembangunan nasional.
5. Prinsip Persatuan Pembangunan untuk Mewujudkan Cita-cita Reformasi
Dengan semangat persatuan Indonesia kita harus dapat mengisi kemerdekaan serta melanjutkan pembangunan menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Penerapan Persatuan dan Kesatuan

Sikap menjaga persatuan dan kesatuan itu harus dimulai dari keluarga atau di rumah. Sikap persatuan dan kesatuan juga dapat diterapkan pada kegiatan yang kita lakukan di lingkungan sekolah. Berikut ini beberapa contoh yang mencerminkan dan tidak mencerminkan persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah:

– Piket Kelas. Telah mencerminkan sikap persatuan karena bersama-sama membersihkan kelas sehingga kelas cepat bersih dan pekerjaan pun akan terasa lebih ringan.
– Menghormati budaya lain. Telah mencerminkan sikap persatuan karena saling menghormati dan jika orang merasa hidup nyaman, dia akan mudah untuk bekerja sama dan bersatu.
– Saling membantu mencerminkan persatuan dan kesatuan karena dengan saling membantu kerukunan dan kebersamaan tetap tejaga.
– Membantu teman yang kesulitan memahami materi pelajaran mencerminkan persatuan dan kesatuan karena kita peduli terhadap kekurangan orang lain.

Sedangkan contoh tindakan yang tidak mencerminkan persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah antara lain sebagai berikut:

– Tawuran. Tidak mencerminkan sikap persatuan karena terjadi pertikaian yang akan mengakibatkan korban terluka atau sakit.
– Mengejek teman. Tidak mencerminkan sikap persatuan karena mengakibatkan teman menjadi terluka hatinya.
– Memilih-milih teman dalam pergaulan tidak mencerminkan persatuan dan kesatuan karena memilih-milih teman berarti membedakan teman atas dasar suku ataupun agama.
– Sombong dan acuh terhadap keadaan teman tidak mencerminkan persatuan dan kesatuan karena dengan kesombongan dan acuh terhadap teman akan memisahkan kita dengan teman yang lain.

Jika kita tidak memiliki sikap persatuan, saat terjadi perbedaan pendapat atau perbedaan kepentingan, akan terjadi pertikaian dan perkelahian. Tiga contoh sikap yang menunjukkan sikap persatuan di lingkungan sekolah atau di rumah antara lain: gotong royong membersihkan rumah dan sekolah, bermain bersama semua teman tanpa membeda-bedakan teman, dan belajar bersama. Kegiatan gotong-royong merupakan contoh dari sikap persatuan yang perlu kita pertahankan.

Semangat persatuan dalam bernegara merupakan pengikat suatu negara untuk dapat berdiri tegak selama-lamanya. Negara kesatuan republik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 agustus 1945 tidak akan bertahan apabila diantara rakyat Indonesia tidak bersatu. Untuk tetap tegaknya persatuan dan kesatuan maka Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dijadikan landasan dan arah perjuangannya.

Apa akibat tidak adanya persatuan dan kesatuan dalam masyarakat?

– Tidak adanya kerja sama antar sesama warga masyarakat.
– Terjadi permusuhan antara warga masyarakat yang satu dengan yang lainya.
– Masyarakat lebih mementingkan kepentingan suku atau golongannya
– Tidak peduli terhadap kesedihan dan penderitaan orang lain.