Contoh Simbiosis Netralisme

Loading...

ASTALOG.COM – Dalam ilmu Biologi dikenal istilah simbiosis. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu sym yang berarti ‘dengan’ dan biosis yang berarti ‘kehidupan’. Jadi jika digabungkan maka simbiosis artinya merupakan interaksi antara 2 organisme yang hidup berdampingan. Simbiosis merupakan pola interaksi yang sangat erat dan khusus antara 2 makhluk hidup yang berlainan jenis. Makhluk hidup yang melakukan simbiosis disebut simbion.

Bentuk-bentuk Simbiosis dan Contohnya

1) Simbiosis Parasitisme

Simbiosis parasitisme adalah bentuk simbiosis di mana pihak yang satu mendapat keuntungan dan merugikan pihak lainnya. Contohnya:

  • Tanaman benalu dengan inangnya. Benalu termasuk tumbuhann biji dan berdaun hijau. Akar benalu itu tidak sempurna sehingga tidak mampu menyerap air dan hara langsung dari tanah. Untuki memenuhi kebutuhan akan air dann hara, benalu menumpang pada ranting tumbuhan jenis lain. Lalu akarnya yang berupa alat isap akan menembus masuk ke dalam jaringan pengangkut tumbuhan yang ditumpanginya. Kemudian benalu akan menyerap air dan hara yang terlarut di dalamnya. Sehingga tumbuhan inang mengalami kerugian karena air dan hara yang akan digunakan untuk hidupnya diserap oleh benalu. Akibatnya dari kegiatan benalu tersebut, biasanya ujung ranting tanaman yang ditumpanginya mengecil, kurus, dan akhirnya mati.
  • Tali putri dengan inangnya. Tali putri yang langsung mengambil sari-sari makanan yg sudah di kelolah atau di fotosintesi sang inang. Jadi, tali Putri hidup dengan cara menjadi 100% parasit dengan mengambil sari makanan yang sudah jadi. Oleh karena itu pula, tumbuhan yang ditempeli tali putri  akan lebih cepat mati. Karena sari-sari makanan yang sudah jadi langsung di serobot parasit itu tadi.
  • Cacing tambang yang hidup di dalam usus manusia. Cacing tambang termasuk jenis cacing dalam perut yang sangat mengerikan karena selama hidupnya cacing tambang ini mengisap darah dari inangnya yaitu usus kita sehingga penderita akan mengalami anemia akut akibat kekurangan darah. Cacing tambang dapat menular melalui kulit kaki yang terinfeksi larva cacing, terbawa ke usus melalui pembuluh darah, dan akhirnya menetap di usus halus.
  • Cacing pita yang hidup di dalam usus manusia. Cacing pita memiliki kait pada tubuhnya untuk melekatkan dirinya pada dinding usus manusia. Disebut cacing pita karena bentuknya panjang pipih mitip pita dan berkepala kecil. Biasanya cacing pita menyerang orang yang suka mengkonsumsi makanan yang berasal dari daging, terutama daging sapi dan daging babi yang dimasak tidak sampai matang.
  • Kutu dengan hewan tempat ia tinggal. Kutu memperoleh makanan dengan mengisap darah dari tubuh hewan yang dihinggapinya, sedangkan hewan yang dihinggapi merasa gatal di kulit dan pertumbuhannya menjadi tidak sehat.
BACA JUGA:  Upaya untuk Menghemat Air

2) Simbiosis Mutualisme

Simbiosis mutualisme adalah hubungan sesama makhluk hidup yang saling menguntungkan kedua pihak. Contohnya:

  • Bunga sepatu dan lebah. Lebah   membutuhkan madu yang terdapat pada bunga sepatu sebagai makanannya. Bunga sepatu membutuhkan lebah untuk  membantu terjadinya proses penyerbukan.
  • Burung jalak dan kerbau. Kerbau memperoleh keuntungan dengan habisnya kutu-kutu yang menempel di tubuhnya, sedangkan burung jalak merasa untung karena mendapatkan makanan berupa kutu.
  • Jamur dan lumut kerak. Jamur pada lumut kerak berfungsi sebagai pelindung dan penyerap air serta mineral. Ganggang yang hidup di antara miselium jamur berfungsi menyediakan makan melalui fotosintesis. Lumut kerak adalah organisme hasil simbiosis mutualisme. Jamur pada lumut kerak tidak dapat hidup sendiri di alam.
  • Bunga dengan kupu-kupu. Kupu-kupu  membutuhkan nektar yang terdapat pada bunga sebagai makanannya. Bunga membutuhkan kupu-kupu untuk  membantu terjadinya proses penyerbukan.
  • Flagellata dan rayap. Flagellata hidup di dalam usus rayap dan ikut membantu proses pencernaan rayap. Sedangkan kalau untungnya buat flagellata adalah mendapat makanan dari  rayap.
  • Ikan badut dan anemon laut. Ikan badut mendapat perlindungan dari anemon laut, dan anemon laut mendapat sisa – sisa makanan dari ikan badut.
BACA JUGA:  Adat Istiadat yang Berlaku di Sulawesi Selatan

3) Simbiosis Komensalisme

Simbiosis komensalisme adalah dimana pihak yang satu mendapat keuntungan tapi pihak lainnya tidak dirugikan dan tidak diuntungkan. Contoh:

  • Tumbuhan pakis dengan tumbuhan inangnya. Tumbuhan Pakis mendapatkan keuntungan berupa rumah tinggal, sedangkan inangnya tidak mendapatkan keuntungan apapun dan tidak dirugikan.
  • Anggrek dengan inangnya. Tanaman Anggrek mendapatkan keuntungan berupa rumah tinggal, sedangkan inangnya tidak mendapatkan keuntungan apapun dan tidak dirugikan.
  • Ikan remora dengan ikan hiu. Ikan remora yang berenang di dekat tubuh ikan hiu akan turut menjelajah ke mana pun ikan hiu itu pergi. Ikan remora menjadi aman dari ancaman ikan pemangsa lain karena ikan pemangsa takut terhadap ikan hiu. Sedangkan bagi ikan hiu tidak ada pengaruhnya.
BACA JUGA:  Pendiri Kerajaan Demak

4) Simbiosis Netralisme

Simbiosis netralisme adalah jenis simbiosis dimana kedua pihak tidak saling diuntungkan maupun dirugikan. Interaksi antar kedua spesies tidak menyebabkan keuntungan maupun kerugian bagi keduanya.Contohnya: simbiosis antara kambing dan burung hantu.