Bagaimana Cara Mencangkok yang Benar?

Loading...

ASTALOG.COM – Dalam pertanian, pencangkokan adalah suatu cara perbanyakan vegetatif tanaman dengan membiarkan suatu bagian tanaman menumbuhkan akar sewaktu bagian tersebut masih tersambung dengan tanaman induk. Jadi, mencangkok adalah proses membuat bibit tanaman dengan mengusakahan tumbuhnya akar pada bagian batang atau cabang sehingga bagian itu dapat ditanam sebagai bibit atau tanaman baru. Dalam pengertian teknis di Indonesia, pencangkokan mengambil istilah dalam bahasa Inggris sebagai air layering. Jenis layering lain yang dikenal di Indonesia adalah perundukan (ground layering).

Pada pencangkokan, suatu bagian batang yang biasanya berupa cabang, maka akan dikerat kulitnya hingga terlihat kayu. Bagian yang terbuka ini lalu dibungkus dengan bahan yang dapat menyimpan air dan kemudian dibebat dengan bahan kedap air, seperti plastik. Hormon tumbuhan perangsang perakaran kadang-kadang diberikan juga. Setelah beberapa minggu biasanya akar telah cukup banyak terbentuk dan anakan ini dipisahkan dari pohon induk.

Cara Mencangkok yang Benar

Dalam mencangkok tanaman, tidak boleh dilakukan dengan asal dan pohon yang akan dicangkok pun tidak boleh sembarangan. Adapun pohon yang dapat dicangkok misalnya, pohon mangga, jambu, rambutan, nangka, dan pohon sawo. Tujuan dari kegiatan mencangkok ini adalah agar pohon dapat tumbuh dengan baik,serta mendapatkan pertumbuhan buah yang jauh lebih baik lagi.

BACA JUGA:  Penjelasan Singkat Mengenai Hukum Alam

Kegiatan mencangkok sebaiknya dilakukan di musim hujan sebab hal itu jadi lebih memudahkan karena saat musim hujan kita tidak perlu menyiram cangkokan untuk memenuhi kebutuhan air pada media cangkokan. Jadi,  di saat musim hujan inilah adalah waktu yang paling cocok untuk melakukan proses pencangkokan.

Sebelum melakukan proses pencangkokan perlu untuk mengetahui pemahaman dasar tentang pencangkokan. Sebagaimana diketahui bahwa mencangkok adalah teknik  pengembangbiakan tanaman yang menggunakan organ vegetatif tanaman sehingga rasa buah dari hasil pencangkokan sama dengan rasa buah dengan induknya.

Pada tahapan awal pencangkokan, lapisan kambium batang dihilangkan karena kambium berperan besar dalam pembentukan  xylem dan floem,  dimana lapisan kambium ini dibersihkan pada waktu penyayatan sehingga zat zat makanan  atau segala sesuatu yang berasal dari daun-daun  di bagian atas sayatan tidak mengalir ke bawah sayatan atau  akar yang nantinya akan terjadi penumpukan auksin dan karbohidrat, dan dengan media tanah yang digunakan, auksin dan karbohidrat akan menstimulasi timbulnya akar pada batang di bagian atas sayatan. pembuatan cangkok pada satu pohon tidak bisa dilakukan dalam jumlah banyak karena hal itu akan mengganggu atau merusak pohon itu sendiri.

BACA JUGA:  Hewan Yang Mempunyai Pencernaan Intraseluler

Nah,, sebelum melakukan kegiatan pencangkokan, ada baiknya kita juga perlu menyiapkan alat-alat. Adapun alat-alat yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan pencangkokan antara lain:

  1. Kater atau pisau
  2. Tali rapia
  3. Sabut kelapa
  4. Pupuk kompos /pupuk kandang
  5. Tanah liat atau tanah gembur
  6. Plastik atau kresek hitam

Selanjutnya setelah alat-alat yang dibutuhkan telah siap, maka proses pencangkokan yang benar dapat mulai dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Kuliti sekeliling cabang atau batang yang telah dipilih, kemudian disayat dan dikelupas sampai bagian kayunya terlihat sehingga lapisan kambiumnya hilang.
  2. Sayat cabang atau batang hingga benar-benar bersih dari bagian kulit ataupun kambium dari batang pohon tersebut. Balut dan tutup hasil kupasan yang sudah selesai, kemudian beri media berupa tanah atau moss untuk pertumbuhan di bagian akarnya.
  3. Tutup media tanah atau moss dengan plastik transparan, sabut kelapa atau ijuk dengan erat supaya media dapat melekat pada bagian batang atau cabang yang dikupas. Jika membungkus menggunakan plastik, sebaiknya diberi lubang-lubang kecil dengan cara ditusuk-tusuk untuk tempat resapan dan masuknya air.
  4. Lakukan penyiraman rutin jika tidak terjadi hujan atau mencangkok pada saat musim panas. Tetapi jika curah hujan tinggi dapat mengandalkan siraman air hujan saja.
  5. Selanjutnya jika dari cangkokan tersebut telah terlihat akar yang sudah tumbuh terlihat banyak, maka dapat dilakukan pemotongan. Kemudian pindahkan untuk ditanam atau di deder (dibibit dalam pot atau plyback) untuk dibesarkan hingga tanaman cukup besar dan kuat untuk ditanam ditempat yang kita inginkan.
  6. Lakukan perawatan tanaman dengan memberi pupuk, baik pupuk kandang, pupuk buatan, pestisida, serta diberikan pagar dari kayu atau bambu untuk penunjang atau penguat pada batang pohon.
BACA JUGA:  Bentuk-bentuk Transmigrasi di Indonesia