Ciri Khusus Tanaman Salak

Loading...

ASTALOG.COM – Salak adalah tanaman asli Indonesia yang merupakan sejenis palma dengan buah yang bisa dimakan. Dalam bahasa Inggris salak disebut sebagai ‘snake fruit‘ karena kulitnya mirip dengan sisik ular. Sementara itu nama ilmiah salak adalah Salacca zalacca.

Habitat tanaman salak biasanya berada di hutan hujan tropis. Tanaman ini banyak tersebar di seluruh hutan Kepulauan Nusantara. Biasanya, rumpun pohon ini dijadikan tempat tinggal atau tempat berlindung oleh babi hutan dan rusa dari serangan predator pemangsa. Namun tanaman ini sudah sejak lama dibudidayakan di Indonesia.

Pada umumnya, tanaman salak memiliki ketahanan hidup yang bagus. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik jika ada pohon penaungnya. Bentuknya yang rimbun memiliki daya tekan terhadap pertumbuhan gulma di sekitarnya. Akan tetapi tanaman ini juga tidak terbebas dari serangan hama dan penyakit. Serangan tersebut dapat mengurangi hasil panen dan bahkan mampu mengakibatkan kematian pada tanaman salak.

Tanaman salak termasuk tanaman yang berbuah 2. Pada satu tanaman hanya ada satu jenis bunga saja, jantan atau betina. Jika kita menanam hanya salah satu jenis, misalnya jantan saja atau betina saja, maka tidak akan didapat buahnya. Pada daerah tertentu, tanaman salak perlu dibantu penyerbukannya oleh manusia, tetapi pada daerah lain tanaman salak dapat menyerbuk secara alami dengan bantuan angin. Dalam penyerbukan buatan, satu tanaman salak jantan dapat melayani 5-10 tanaman salak betina.

BACA JUGA:  Gunung Fujiyama Terletak di Pulau Apa?

Ciri Khusus Tanaman Salak

  1. Akar. Tanaman salak berakar serabut. Daerah penyebaran akar tidak luas, dangkal, dan mudah rusak jika kekurangan air. Akar-akar baru dapat muncul dipermukaan tanah pada saat akar yang lama sudah berkurang fungsinya.Akar yang baru bermunculan tersebut jika ditimbun tanah akan memperbaiki vigor tanaman. Akar yang sudah tua dapat dipangkas setelah akar yang muda tumbuh subur, dengan cara demikian salak akan tetap awet muda dan produksinya tidak akan menurun.
  2. Batang. Batang tanaman salak tertutup oleh pelepah daun yang tersusun rapat. Pada tanaman yang sudah tua batangnya akan melata, dan dapat bertunas. Tunas yang tumbuh ini disebut anakan, dan dapat digunakan sebagai bibit vegetatif.
  3. Daun. Helaian daunnya panjang, pelepah dan tangkainya berdiri. Bentuk daun seperti pedang, pangkal daun menyempit, cembung, bersegmen banyak dan tidak sama. Panjang 4-7m.
  4. Bunga betina. Bunga betina hanya didapat dari tanaman betina. Sekelompok bunga betina hanya terdiri dari 1-3 malai. Satu malai mengandung 10-20 bakal buah. Panjang bunga secara keseluruhan 20-30cm, panjang malai 7-10cm. Warna bunga betina hijau kekuningan berbintik merah, dan mempunya 3 petal. Bunga betina mekar selma 1-3 hari. Jika lebih dari 3 hari tidak ada persarian, maka bunga akan layu dan tidak dapat dipergunakan dalam proses penyerbukan atau persarian.
  5. Bunga jantan. Bunga jantan hanya didapat dari tanaman jantan. Sekelompok bunga jantan hanya terdiri dari 4-12 malai. Satu malai terdiri dari ribuan serbuk sari. Panjang bunga jantan secara keseluruhan 15-35cm, panjang malai 7-15cm. Bunga jantan mekar selama 1-3 hari, setelah lebih dari 3 hari bunga akan layu dan tidak dapat dipergunakan dalam proses penyerbukan atau persarian.
  6. Persarian. Persarian adalah proses bersatu bunga betina (bakal buah) dengan bunga jantan (tepung sari). Prosestersebut dapat terjadi secara alami (dengan bantuan angin, percikan air hujan, dan serangga), jika tanman betina dan jantan letaknya berdekatan. Jika tanaman betina dan jantan letaknya berjauhan dan tanaman jantan khusus dibuat sebagai pagar, maka proses persarian harus dibantu oleh manusia. proses persarian dilakukan dengan cara mengibaskan bunga jantan yang sudah mekar pada hari kedua ke bagian tandan bunga betinayang sedang mekar pada hari kedua juga. Atau dengan menancapkan malai bunga jantan diatas malai bunga betina, satu malai bunga jantan dapat dipotong 4 bagian.
  7. Buah. Bentuk buah bulat atau bulat telur yang terbalik dengan bagian ujung runcing. Kulit buah bersisik yang tersusun seperti genting. Daging buah berwarna putih kekuningan, kuning kecoklatan atau merah, tergantung jenisnya. Rasa buah manis, manis agak masam, manis agak sepet atau manis bercampur masam bercampur sepet. Bijinya bulat telur berisi 3, salah satu sisinya bulat, dan sisi lainnya membentuk sudut. Buah salak biasanya dimakan dalam bentuk segar, asinan atau manisan dan didalam kaleng. Bagian buah yang dapat dimakan setelah dianalisis mengandung vitamin dan zat-zat yang dibutuhkan tubuh manusia
BACA JUGA:  Lubuk Laut Beserta Contohnya