Kenal Lebih Dekat dengan Merlion dari Singapura

ASTALOG.COM – Kalau kamu pencinta traveling hemat ke luar negeri mungkin negara pertama yang akan kamu kunjungi adalah Singapura. Alasannya karena Singapura itu cukup dekat dari Indonesia dengan tiket penerbangan yang sering promo. Selain itu, Singapura adalah negara di Asia Tenggara dengan tingkat kemajuan tertinggi walaupun nyaris tidak memiliki sumber daya alam. Woww… hebat yaa?

Pergi ke Singapura itu sudah wajib hukumnya untuk menginjakkan kaki di patung singa laut alias Merlion yang telah menjadi ikon khas negara ini. Jadi jangan bilang kalau kamu pernah ke Singapura tanpa menginjakkan kaki di sana. Woww rugi banget deh… hehehe

Ngomong-ngomong, kalian tahu gak sih tentang Merlion ini? Sebuah patung singa laut yang selalu ramai dikunjungi di tengah hawa Merlion Park yang sangat panas di siang hari *kecuali hujan*. Jadi Merlion itu memang sudah dijadikan sebagai ikon nasional Singapura. Penampakannya dilambangkan sebagai makhluk dengan kepala singa dan tubuh dalam bentuk ikan.

Tetapi sebenarnya Merlion ini tidak ada cerita khususnya seperti dalam cerita rakyat setempat mau pun mitos dari negara Singapura itu sendiri lho!. Penggunaan ikon ini awalnya hanya digunakan sebagai logo oleh dewan pariwisata Singapura.

Penggunaan nama Merlion itu sendiri berasal dari gabungan kata Mer dan Lion. Mer yang berarti laut dan Lion yang berarti singa. Tubuh ikan itu terinspirasi dari sebuah desa nelayan di Singapura yaitu ‘Temasek’ yang berasal dari bahasa Jawa kuna yang berarti kota laut. Temasek sendiri adalah nama awal Singapura di masa lampau sebelum berganti nama menjadi Singapore atau lion city di abad ke-14.

Oleh karena itu dipakailah nama Merlion yang merupakan perpaduan antara Singapura di masa lampau yang merupakan kota laut dan masa setelah berganti nama menjadi kota singa. Penggunaan kota singa sendiri belum diketahui dengan pasti dan semoga kelak akan ada referensi terkait dengan hal ini.

Simbol Merlion sendiri dirancang oleh Alec Fraser Brunner, seorang anggota Komite Souvenir dan kurator di Van Kleef Aquarium untuk logo Singapore Tourism Board (STB) yang digunakan sejak 26 Maret 1964 -1997 . Penggunaan logo ini pun telah mendapatkan lisensi resmi sejak 20 Juli 1966.

Meskipun STB mengubah logo mereka pada tahun 1997, undang-undang pada STB tetap melindungi simbol Merlion. Jadi jika ada yang ingin menggunakan simbol ini dalam bentuk souvenir yang akan diperdagangkan, tentu saja hal itu harus mendapat persetujuan terlebih dulu dari dewan pariwisata STB.

Simbol ini kemudian dikonsep oleh Mr. Kwan Sai Kwong yang saat itu menjabat sebagai wakil rektor National University of Singapore. Lalu konsep itu diwujudkan menjadi sebuah patung oleh seorang pematung, Mr. Lim Nang Seng sejak November 1971 hingga Agustus 1972. Dan akhirnya pada 15 September 1972, patung ini diresmikan oleh Mr. Lee Kuan Yew yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri.

Ada pun deskripsi tentang patung Merlion adalah sebagai berikut :

  • Berukuran tinggi 8,6 meter dan berat 72 ton
  • Tubuhnya terbuat dari semen
  • Kulitnya terbuat dari piring porselen
  • Matanya terbuat dari cangkir teh kecil berwarna merah
  • Digambarkan sebagai laki-laki
  • Berdiri tegak di mulut Singapore River yang membentang luas

Meskipun berkali-kali di renovasi, namun Merlion tidak pernah kehilangan daya tariknya. Di Merlion Park sendiri terdapat pula patung Merlion dalam versi kecil yang juga menjadi incaran berfoto oleh sejumlah wisatawan.

Belum lagi di sekitar lokasinya terdapat sejumlah view menarik yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Mulai dari Fullerton Hotel yang klasik dan megah, jembatan Anderson, patung Raffles sebagai simbol ketika dia pertama kalinya menginjakkan kakinya di Singapura, hingga diseberang Merlion Park akan nampak pula dengan jelas gedung durian, Esplanade yang merupakan gedung pertunjukan kesenian di Singapura, serta gedung area Marina Bay Sands yang nampak megah dari kejauhan.

Jadi mengunjungi Merlion sebenarnya tidak hanya sekedar berkunjung dan mengabadikan patung ini tapi sejumlah landmark Singapura lainnya.  Boleh dikatakan, kamu akan mendapatkan all-in-one dengan mengunjunginya.

Ditambah lagi, untuk menuju ke sini kamu tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena telah terkoneksi dengan jalur kereta api cepat, MRT. Bahkan kalau kamu mau betul-betul merasakan atmosfer Singapura yang teratur dan dinamis, kamu juga bisa berjalan kaki hingga menuju tempat ini 😀