Fungsi Usus Buntu

ASTALOG.COM – Usus buntu yang dalam bahasa latin disebut Appendix Vermiformis merupakan suatu organ dalam tubuh yang ditemukan pada manusia, mamalia, burung, serta beberapa jenis reptil. Pada awalnya organ ini dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi, tetapi setelah dilakukan sejumlah penelitian, akhirnya diketahui bahwa usus buntu atau appendix memiliki fungsi. Lalu apakah fungsinya? untuk menjawabnya, terlebih dahulu akan dibahas mengenai usus buntu itu sendiri.

Dalam istilah anatomi tubuh, usus buntu dikenal sebagai sekum atau cecum yang istilahnya diserap dari bahasa latin, yaitu caecus yang artinya buta. Istilah ini merujuk pada suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon yang menanjak dari usus besar. Organ ini ditemukan pada manusia, mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Sebagian besar herbivora memiliki sekum yang besar, sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil, yang sebagian atau seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.

Letak Usus Buntu

Usus buntu terletak di persimpangan di mana usus halus dan besar bergabung, tepatnya di kuadran kanan perut bagian bawah, yaitu antara bagian atas tulang panggul dan area pusar. Biasanya, kita tidak bisa menentukan lokasi yang tepat dari usus buntu dan bahkan dalam gambar sekalipun tidak terlihat jelas. Vermix (umbai cacing) dapat berada di ruang perut yang ditentukan, ketika organ-organ visceral dalam tubuh manusia berada pada posisi normal, dan kondisi seperti ini umumnya disebut sebagai situs solitus. Ada kondisi bawaan (situs oppositus) di mana organ-organ internal terdelokalisasi atau terbalik. Jadi, dalam kasus yang jarang dari situs inversus, organ vestigial ini ditemukan di sisi berlawanan dari tubuh.

Penyakit yang Menyerang Usus Buntu

Di kalangan masyarakat, usus buntu identik dengan suatu penyakit. Dalam dunia medis, penyakit yang menyerang usus buntu dikenal sebagai Appendicitis yang terjadi ketika usus buntu atau appendix telah meradang dan membuatnya rentan pecah. Jika hal ini terjadi maka termasuk darurat medis yang serius.

Penanganannya biasanya hanya dapat dilakukan dengan operasi untuk penyembuhan radang usus yang membengkak. Oleh karena itu, bila terjadi gejala usus buntu dalam waktu 3 hari berturut-turut, penderita diharapkan untuk segera menghubungi dokter atau datang ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis sehingga bisa langsung di operasi.

Akan tetapi, bila gejala usus buntu dibiarkan lebih dari satu minggu, maka perawatan medis serius sangat diperlukan untuk meredakan radang usus yang terjadi sebelum penderita melakukan operasi penyembuhan. Adapun gejala radang usus buntu yang pada umumnya menyerang tubuh manusia antara lain:

  • Sakit perut, terutama dimulai di sekitar pusar dan bergerak ke samping kanan bawah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Mual dan muntah.
  • Diare, konstipasi (sembelit), atau sering buang angin.
  • Demam rendah setelah gejala lain muncul.
  • Perut bengkak.
  • keram pada perut.

Fungsi Usus Buntu

Meskipun selama ini gangguan pada usus buntu lebih identik dengan suatu penyakit, namun ternyata usus buntu memiliki fungsi juga lho! Usus buntu yang pada awalnya dianggap sebagai organ tambahan dan tidak mempunyai fungsi, maka seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, telah dilakukan pula sejumlah penelitian yang dilakukan oleh sejumlah ahli medis yang khusus meneliti tentang usus buntu dan sampailah pada suatu kesimpulan bahwa fungsi usus buntu atau apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh) yang memiliki/berisi kelenjar limfoid.

Lalu bagaimana hal itu bisa terjadi? Berdasarkan salah satu penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli medis, seperti Loren G. Mortin, ia telah menemukan bahwa vermix (umbai cacing) memiliki peran yang signifikan baik pada janin dan manusia dewasa. Pada janin yang berusia 11 minggu, sel endokrin mulai terbentuk, dan membantu dalam mekanisme kontrol biologis (seperti, homeostasis), sedangkan pada orang dewasa, usus buntu bertindak sebagai organ limfatik.

Kemudian, baru-baru ini, sejumlah percobaan telah memverifikasi beberapa fungsi lain dari usus buntu, antara lain:

  • Membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan mikroba dan agen penyebab penyakit lainnya dengan membunuh atau menetralkan mereka.
  • Bertindak sebagai organ transplantasi untuk pembangunan kandung kemih fungsional dan membangun kembali otot sfingter ke saluran kemih.

*****

Jadi, usus buntu tidak hanya menimbulkan suatu gangguan atau penyakit saja, namun di samping itu, usus buntu juga memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan tubuh manusia sebagaimana yang telah dipaparkan di atas 🙂