Apa yang Dimaksud dengan Peristaltik?

ASTALOG.COM – Peristaltik adalah gerakan yang terjadi pada otot-otot pada saluran pencernaan yang menimbulkan gerakan semacam gelombang sehingga menimbulkan efek menyedot/menelan makanan yang masuk ke dalam saluran pencernaan.

Sistem pencernaan pada manusia dapat digambarkan seperti pabrik pengolah makanan yang ada di dalam tubuh dan bekerja 24 jam setiap hari. Setiap millimeter dari masing-masing bagian mulai dari mulut, kerongkongan, lambung , usus kecil, usus besar sampai anus yang panjangnya kurang lebih 8-9 m, diciptakan dengan cara luar biasa tepat untuk fungsinya masing-masing. Dengan demikian makanan yang masuk melalui mulut dapat diserap gizinya dengan maksimal dan sisanya dibuang keluar dari tubuh.

Alat-alat Sistem Pencernaan pada Manusia

  1. Mulut. Dalam mulut makanan dikunyah sampai hancur dan diolah oleh enzim yang ada dalam air ludah.
  2. Kerongkongan. Makanan tidak hanya mengalir turun dari kerongkongan menuju lambung tetapi didorong oleh kontraksi otot yang sangat kuat, yang disebut peristaltik, sehingga kita bisa minum segelas air walaupun dalam posisi kepala di bawah. Di kerongkongan inilah peristaltik dimulai dan terus bekerja di sepanjang saluran pencernaan.
  3. Lambung. Di sini makanan dicampur dengan cairan lambung dan dicerna selama 3 – 5 jam . Cairan lambung adalah campuran antara asam dan enzim. Asam akan melarutkan makanan dan membunuh bakteri sedangkan enzim membantu memecah protein dan karbohidrat. Sedikit demi sedikit, isi lambung dikeluarkan dari lambung dan masuk ke bagian selanjutnya. Lambung mempunyai pelindung terhadap asam berupa lapisan mukosa yang diperbaharui setiap 3 hari sekali. Jika pelindung ini rusak, dinding lambung akan luka.
  4. Usus halus. Alasan mengapa bentuk usus halus melingkar-lingkar dan mempunyai banyak fili adalah karena tugas utamanya adalah untuk menghancurkan partikel-partikel makanan menjadi molekul dan menyerapnya melalui dinding usus ke dalam aliran darah. Dengan struktur permukaan seperti ini jika dibentangkan menjadi suatu permukaan yang datar dapat mencapai seluas lapangan tenis. Di permukaan usus halus terdapat bagian tidak berfili yang disebut Peyer’s Patches yang berisi 20 – 30 kelenjar getah bening. Dibawahnya berjaga-jaga sejumlah besar limfosit. Karena itu usus halus disebut sebagai organ kekebalan tubuh yang terbesar.
  5. Usus besar. Sisa-sisa makanan tinggal di usus besar selama 12 – 48 jam sebelum dikeluarkan sebagai feses. Selama itu, bakteri mengolah zat-zat tak tercerna tesebut. Disini juga diserap air dan mineral. Semakin lama sisa makanan berada di usus besar maka semakin banyak air yang diserap dan feses kita menjadi semakin keras. Bentuk, warna dan bau feses kita adalah indikator terbaik bagi kesehatan pencernaan kita. Feses yang normal berwarna kuning sampai coklat tua, berbentuk seperti pisang atau lunak seperti pasta, berkadar air 70-80 % dengan bau yang tidak menyengat.

Peran Peristaltik dalam Pencernaan Makanan

Gerakan peristaltik pada sistem pencernaan bergantung pada 2 refleks utama yang berkontraksi di atas makanan yang ditelan, atau bolus, dan relaks di bawahnya. Ini terjadi dalam sistem saraf enterik, yang merupakan sistem saraf lokal yang terdiri dari sistem pencernaan.

Ketika bolus makanan ditelan, peristaltik membawanya ke perut di mana ia berubah menjadi chyme cair. Makanan dikunyah menjadi bolus atau bola, dan tertelan. Hal ini dipindahkan melalui kerongkongan oleh gelombang peristaltik primer yang memaksa makanan melalui kerongkongan dan kedalam lambung, sebuah proses yang memakan waktu sekitar sembilan detik.

Makanan yang kurang dilumasi dan gerakan melalui kerongkongan akan bergerak lambat, maka gelombang peristaltik sekunder terus bekerja di sekitar bolus sampai memasuki perut. Setelah bolus telah berubah menjadi chyme seperti susu di perut dan dibawa ke dalam usus kecil, proses peristaltik melambat sebagai tujuan perubahan dari gerakan untuk pencampuran, pencernaan dan penyerapan.

Penyerapan gizi terjadi di usus kecil dimana peristaltik menggerakkan di sekitar chyme memberikan kesempatan untuk diserap melalui dinding usus dan ke dalam aliran darah. Tahap selanjutnya dari proses pencernaan terjadi di usus besar di mana air diperoleh kembali dari makanan yang tidak tercerna dan diserap ke dalam aliran darah. Sisa-sisa tersebut kemudian dikeluarkan melalui anus.

Gerakan peristaltik pada sistem pencernaan bekerja pada kecepatan yang berbeda sebagai proses pada tahapan yang berbeda memiliki tujuan yang berbeda. Jadi, peran peristaltik pada sistem pencernaan adalah bahwa itu adalah cara makanan didorong ke bawah kerongkongan dan masuk ke perut, kemudian peristalsis menggerakkan makanan dicerna melalui usus kecil dan besar dan kemudian melalui rektum dan anus. Ini adalah serangkaian kontraksi otot polos dan relaksasi memindahkan makanan dengan cara seperti gelombang melalui proses yang berbeda dalam saluran pencernaan.