Tiga Masa Penting Pada Zaman Praaksara

Loading...

Masa praaksara atau yang lebih dikenal dengan istilah masa prasejarah, merupakan satu fase penting dalam sejarah kehidupan manusia, dimana saat itu manusia sama sekali belum mengenal tulisan. Yang diperkirakan hidup pada masa pra-aksara adalah sekumpulan manusia purba.

Sekarang ini, tulisan saja tidaklah mampu untuk membuat kita memahami dan mengenal sejarah serta mengetahui bagaimana proses berkembangnya kebudayaan manusia. Satu hal yang dapat menjadi sumber informasi adalah berbagai peninggalan yang berbentuk fosil, baik itu fosil tumbuh-tumbuhan ataukah fosil hewan yang ada dan hidup pada masa tersebut.

Berlangsungnya zaman praaksara dapat digolongkan sangat lama, terjadi sejak manusia benar-benar belum mengenal tulisan sampai hingga manusia mulai mengenal dan bahkan menggunakan tulisan. Dalam sejarah, masa ini disebut dengan istilah zaman aksara atau zaman sejarah, dan terjadi sampai pada abad ke-3 Masehi. Saat memasuki abad ke-4 Masehi, perlahan-lahan manusia Indonesia mulai mengetahui dan mengenal tulisan. Hal ini bisa dipastikan dengan melihat batu bertulis yang ditemukan di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Dengan melihat bukti tersebut, dapat dikatakan bahwa tulisan mulai dibuat kurang lebih tahun 400 Masehi.

BACA JUGA:  Jenis-jenis Tanah dan Ciri-cirinya

Pada zaman praaksara, terdapat tiga golongan masa dalam kehidupan masyarakat Indonesia, antara lain:

Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan
Cara manusia berburu dan mengumpulkan makanan pada masa itu sangatlah bergantung pada bagaimana kondisi alam tempat mereka tinggal. Kebanyakan menetap di sekitar padang rumput dengan semak belukar yang posisinya dekat dengan aliran sungai. Mereka mengincar tempat dimana berbagai hewan buruan seperti kerbau, kuda, dan lain sebagainya. Hewan-hewan tersebut kemudian menjadi mangsa bagi para manusia untuk dapat terus hidup.

Selain berburu mangsa hewan, manusia pada zaman itu juga mencari dan mengumpulkan tumbuh-tumbuhan seperti misalnya ubi, daun-daunan, serta buah segar. Kebanyak memilih tinggal dalam gua-gua yang jaraknya cukup dekat dengan sumber air atau tempat dimana mereka dapat berburu makanan.

Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia mencoba membuat alat atau benda tajam dari batu ataukah tulang guna digunakan saat akan berburu. Selain itu api juga sangat diperlukan untuk memasak dan sebagai penerangan di malam hari. Untuk membuat api, mereka menggosokkan dua keping batu yang di dalamnya terkandung unsur besi sehingga dapat menimbulkan percikan api.

BACA JUGA:  Peradaban yang Berkembang di Lembah Sungai Kuning

Masa Bercocok Tanam
Setelah masa berburu dan mencari makanan ditinggalkan, tibalah masa bercocok tanam. Masa ini merupakan masa dimana manusia telah mulai dapat melanjutkan hidup dengan memenuhi kebutuhan dari memanfaatkan hutan belukar yang kemudian dijadikan sebagai ladang. Di masa ini, manusia juga telah mulai hidup dengan cara menetap di satu tempat, dan tidak lagi nomaden.

Dalam sejarah perkembangan manusia, masa bercocok tanam sangatlah penting karena ditemuan beberapa penemuan baru yang belum ada sebelumnya. Beraneka ragam tumbuhan serta hewan mulai dipelihara. Manusia melakukan kegiatan bercocok tanam dengan cara berladang. Perekonomian yang dilakukan pada masa ini masih berbentuk barter. Sebagian besar barang yang ditukarkan antara lain hasil dari bercocok tanam seperti ubi-ubian, garam, ikan, dan lain sebagainya.

Masa Perundagian
Masa perundagian ini adalah masa akhir atau dikatakan sebagai masa penutup dalam Prasejarah di Indonesia. Pada masa ini, sekelompok orang dapat dikatakan telah memiliki kepandaian atau keterampilan sendiri, contohnya, beberapa dapat membuat gerabah, menciptakan perhiasan kayu, dan masih banyak lagi. Di masa ini, manusia hidup menetap di desa-desa, pegunungan, bahkan di tepi pantai.

BACA JUGA:  Nama Kepala Negara ASEAN 2015

Kehidupan manusia semakin tertata dan teratur, masa ini ditandai pula dengan dikenalnya pengolahan logam. Alat-alat yang digunakan guna memenuhi kebutuhan hidup telah banyak yang terbuat dari logam. Namun hal itu tidak berarti bahwa penggunaan alat yang dibuat dari batu dan kayu disingkirkan begitu saja. Mengingat pada saat itu, penyebaran logam masih terbatas.

Keadaan masyarakat di masa perundagian, sudah semakin maju. Masyaraat telah tersusun ke dalam beberapa kelompok. Masyarakat juga telah membuat aturan atau adat tertentu yang sampai saat ini diturunkan secara turun temurun. Mereka juga telah menjalin hubungan dengan beberapa daerah sekitar Kepulauan Nusantara. Masa perundagian menunjukkan bahwa telah tercipta begitu banyak kekayaan serta keragaman budaya di Indonesia. Bukti-bukti peninggalan menunjukkan bahwa manusia yang hidup pada masa tersebut telah memiliki pengetahuan dan kebudayaan yang tinggi.