Pengertian Pertumbuhan Primer dan Sekunder

ASTALOG.COM – Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua yaitu pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder. Artikel kali ini akan membahas mengenai pertumbuhan prime dan pertumbuhan sekunder.

Pertumbuhan Primer

Pertumbuhan primer yaitu pertumbuhan yang disebabkan oleh aktivitas meristem primer yakni terjadi pada ujung akar dan ujung batang. Adapun jenisnya yaitu pertumbuhan pada embrio, pertumbuhan pada ujung akar, dan pertumbuhan pada ujung batang.

Terbentuknya bunga, dimulai dari alat kelamin betina atau putik yang mengandung sel telur (ovarium) lalu dibuahi oleh alat kelamin jantan atau benang sari yang mengandung sel sperma dan akhirnya membentuk lembaga atau zigot. Proses perkembangan zigot dimulai dari sel induk yang membelah secara meiosis menghasilkan empat sel haploid, yaitu satu sel besar dan tiga sel kecil yang melebur/melarut ke dalam besar. Kemudian, sel haploid ini mengumpulkan energi dari zat-zat makanan untuk melakukan pembelahan berikutnya secara mitosis.

Pembelahan mitosis merupakan awal dimulainya pertumbuhan embrionik yang ditandai dengan adanya periode percepatan tumbuhan akibat terjadinya pembelahan sel bertahap secara cepat dan terus menerus menghasilkan dua sel, empat sel, delapan sel, dan seterusnya sehingga terjadi penambahan ukuran selnya.

• Pertumbuhan pada Embrio

Proses pertumbuhan embrio pada tumbuhan disebut dengan perkecambahan. Perkecambahan merupakan awal pertumbuhan embrio di dalam biji. Embrio terbagi menjadi tiga bagian, yaitu radikula (akar lembaga), kotiledon (daun lembaga), dan kaulikalus (batang lembaga). Di dalam biji terdiri dari beberapa bagian yaitu plumula, epikotil, hipokotil, radikula, dan kotiledon.

Pada biji kacang tumbuhan dikotil terdapat dua kotiledon (berkeping dua). Bagian bawah pangkal (aksis) yang melekat pada kotiledon dinamakan hipokotil dan bagian ujungnya disebutradikula. Bagian atas pangkal disebut epikotil, dan bagian ujungnya adalah plumula. Yang disebut embrio adalah kuncup embrionik yang memanjang dan melekat pada kotiledon

Pada biji jagung tumbuhan monokotil hanya terdapat satu kotiledon (berkeping satu) yang dinamakan dengan skutelum. Pada saat terjadinya perkecambahan, akar akan diselubungi olehkoleoptil. Didalam proses perkembangan embrio, untuk mencukupi kebutuhannya maka embrio akan memperoleh makanan dari cadangan makanan di dalam keping biji (kotiledon).

Ada tiga macam bagian penyusun embrio yang penting pada proses perkecambahan, yaitu sebagai berikut :
1. Tunas embrionik, sebagai calon batang dan daun yang dapat tumbuh berkembang menjadi bunga dan buah.
2. Akar embrionik, sebagai calon akar yang dapat tumbuh dan berkembang menjadi akar.
3. Kotiledon atau keping biji, merupakan cadangan makanan untuk pertumbuhan embrio hingga mencapai terbentuknya daun, karena embrio tersebut belum menghasilkan makanan sendiri melalui fotosintesis.

• Pertumbuhan pada Ujung Akar

Setelah proses perkecambahan, akan terbentuk tenaman muda dan pertumbuhan selanjutnya akan ditentukan oleh aktivitas dari jaringan meristem yang terdapat pada titik tumbuh. Jaringan meristem primer terdapat pada ujung akar dan ujung batang yang sangat memungkinkan bertambah tinggi atau panjangnnya suatu tanaman.

Bagian akar yang paling cepat tumbuh adalah bagian belakang ujung akar, karena pada bagian ini terdapat tiga macam daerah titik tumbuh, yaitu daerah pembelahan, daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi. Semakin jauh dari ujung akar maka pertumbuhannya akan semakin lambat.

Sel-sel dibelakang titik tumbuh akan membentang dan terdiferensiasi menjadi jaringan-jaringan akar, yaitu epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat.

• Pertumbuhan pada Ujung Batang

Sama seperti halnya pada akar, pada ujung batang terdapat titik tumbuh. Titik tumbuh padam batang dilindungi oleh balutan bakal daunnya. Pertumbuhan dan perkembangan sama dengan yang terjadi pada akar, yaitu terdapat pada daerah (meristemasik), daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi.

Pertumbuhan pada bagian atas daun tumbuh lebih lambat dibandingkan dengan permukaan bawah daun, sehingga daun muda akan melengkung di atas titik tumbuh. Pada daerah pemanjangan, sel-sel akan tumbuh membesar dan memanjang serta jaringan pembuluh sudah mulai tampak. Pada daerah diferensiasi akan membentuk beberapa jaringan yaitu epidermis, korteks, dan silinder pusat.

Setelah pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman dewasa, proses pertumbuhan tumbuhan akan melambat atau tidak tumbuh sama sekali. Pada tahap ini biasanya tumbuhan sedang berkembang menuju pada kedewasaannya, yaitu ditandai dengan tidak ada penambahan panjang atau ukuran tubuh tumbuhan.

Ciri-ciri tumbuhan dikatakan dewasa yaitu apabila terbentuknya bunga. Pada bunga ini terdapat alat kelamin betina yang disebut putik, dan alat kelamin jantan yang disebut benang sari. Setelah terjadi penyerbukan putik oleh benang sari, akan dihasilkan buah berbiji dan biji inilah nantinya akan menjadi tanaman baru.

Beberapa teori tentang titik tumbuh :

a. Teori Histogen dan Hanstein
Teori Histogen menyatakan bahwa titik tumbuh batang seakan-akan dapat dibedakan menjadi tiga lapisan yang membentuk jaringan/histogen. Lapisan pada jaringan histogen yaitu, dermatogen, periblem, dan plerom.
Dermatogen nantinya akan dianggap berkembang menjadi epidermis, periblem menjadi korteks, dan plerom menjadi silinder pusat.

b. Teori Tunika dan Korpus dari Schmidt
Teori Tunika menyatakan bahwa titik tumbuh hanya dibedakan menjadi dua saja yaitu :
– Tunika, yaitu lapisan pinggir, terdiri dari sel-sel yang membelah mengakibatkan bertambah luasnya permukaan titik tumbuh.
– Korpus, adalah bagian yang terdapat di sebelah dalam tunika, terdiri dari sel-sel yang membelah ke segala arah.

Pertumbuhan Sekunder

Pertumbuhan sekunder adalah aktivitas kambium yang membentuk xilem dan floem sekunder , Kambium adalah meristem lateral ( samping ) yang ada di sekeliling batang dikotil kecuali di bagian ujung. Jaringan kambium mampu membelah sicara mitosis. Jika sel kambiumk membelah ke arah luar, sel yang liuar menjadi sel floem dan sel yang dalam tetao menjadi kambium. sebaliknya jika sel kambium membelah kearah dalam , sel yang dalam menjadi xilem dan sel yang luar tetap menjadi kambium. Jadi selama proses pembelahan ini jaringan kambium tetap dipertahankan. Xilem dan Floem yang terbentuk dari aktvitas kambium ini disebut dengan xilem dan floem sekunder. Pertambahan jumlah sel Floem dan Xilem sekunder menyebabkan diameter batang bertambah besar.

pertumbuhan sekunder pada tumbuhan dipengaruhi oleh musim. pada musim kemarau lapisan yang terbentuk lebih tipis dibanding pada musim penghujan, perbedaan pertumbuhan ini membentuk LINGKARAN TAHUN yang dapat digunakan untuk memperkirakan umur suatu tumbuhan.