Ciri-ciri Pembelahan Mitosis

Loading...

ASTALOG.COM – Pembelahan mitosis adalah pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel penyusun tubuh (sel somatis). Pada pembelahan mitosis setiap sel induk yang diploid (2n) menghasilkan 2 sel anak yang tetap diploid (2n). Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induknya. Jadi, pembelahan mitosis merupakan tipe pembelahan sel yang mampu menghasilkan 2 sel anakan yang serupa secara genetis. Artinya, kedua sel anakan yang terbentuk mempunyai susunan genetika yang sama dengan induknya.

Pada pembelahan mitosis, terjadi proses pembagian genom yang telah digandakan oleh sel ke 2 sel identik yang dihasilkan oleh pembelahan sel. Pembelahan mitosis umumnya diikuti sitokinesis yang membagi sitoplasma dan membran sel. Proses ini menghasilkan 2 sel anak yang identik, yang memiliki distribusi organel dan komponen sel yang nyaris sama. Mitosis dan sitokenesis merupakan fase mitosis (fase M) pada siklus sel, di mana sel awal terbagi menjadi 2 sel anakan yang memiliki genetik yang sama dengan sel awal.

Tahap-tahap Pembelahan Mitosis

Perlu diketahui bahwa siklus miotik dari sebuah sel dapat dibedakan atas 2 stadium, yaitu interfase (stadium istirahat) dan mitosis (stadium pembelahan).

Pada stadium interfase, dapat dibedakan atas 3 fase, yaitu:

  1. G1 : ukuran sel bertambah besar akibat pertumbuhan sel.
  2. S  : terjadi duplikasi kromosom dan sintesis DNA (replikasi DNA). Kromosom yang semula tunggal akhirnya berubah menjadi ganda.
  3. G2  : sel tumbuh sempurna sebagai persiapan untuk pembelahan sel. Pada fase ini, ADN cepat sekali bertambah kompleks dengan protein kromosom dan pembentukan ARN (asam ribonukleat) serta protein berlangsung.
BACA JUGA:  Arti Lambang Negara Indonesia

Sementara itu, pada stadium mitosis, sel tidak langsung membelah menjadi 2, tetapi melalui 4 fase (tahap), yaitu:

  1. Profase. Begitu fase G2 berakhir, maka dimulailah profase. Pada tahap profase, terjadi perubahan pada nukleus dan sitoplasma. Di dalam nukleus, benang-benang kromatin menebal dan memendek membentuk kromosom. Kromosom tersebut dapat diamatidi bawah mikroskop cahaya. Tiap lengan kromosom, berduplikasi membentuk dua kromatid (kromatid kembar) yang terikat pada sentromer. Selama profase, nukleolus dan membran nukleus menghilang. Mendekati akhir profase, terbentuklah spindel (gelendong pembelahan yang terdiri atas mikrotubula dan protein). Dengan berakhirnya profase, kromosom-kromosom yang dobel dan memanjang itu menempatkan diri di bidang ekuator dari sel.
  2. Metafase. Fase ini adalah fase paling mudah untuk menghitung banyaknya kromosom dan mempelajari morfologinya, karena kromosom-kromosom tersebar di bidang tengah dari sel. Hal ini terjadi karena pada fase ini sentromer dari kromosom-kromosom dobel longitudinal terletak di bidang ekuator dari sel. Pada metafase , kromosom menyusun diri secara acak pada satu bidang ekuator atautengah-tengah sel. Pada awal fase ini, membran nukleus dan nukleolus lenyap. Sentromer suatu daerah vital bagi pergerakan kromosom, melekat pada serabut gelendong yang bertanggung jawab terhadap arah pembelahan kromosom selama pembelahan. Metafase dicirikan oleh barisan kromosom yang amat rapi sepanjang bidang equatorial. Pada tahapan ini sedikit terlihat adanya gambaran benang-benang spindelnya. Pada tahap ini kromosom atau kromatid mudah diamati atau dipelajari. Mudahnya, setiap kromosom yang terdiri dari sepasang kromatida menuju ke tengah seldan berkumpul pada bidang pembelahan (bidang ekuator), dan menggantung pada serat gelendong melalui sentromer atau kinetokor.
  3. Anafase. Pada fase ini, sentromer membelah dan kedua buah kromatid memisahkan diri dan bergerak menuju ke kutub sel dari spindel yang berlawanan. Tiap kromatid hasil Pada akhir anafase sekat sel mulai terbentuk dekat bidang equator sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing-masing satukromatida. Kemudian setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan menuju ke kutub yang berlawanan. Pada akhir anafase, semua kromatida sampai pada kutub masing-masing. Pembelahan itu memiliki sifat keturunan yang sama. Pada saat itu kromosom-kromosom tersebut berlaku sebagai kromosom baru.
  4. Telofase. Datangnya kromosom anakan yang tunggal di kutub spindel merupakan tanda dimulainya telofase. Terbentuklah membran nukleus baru, spindel menghilang dan nukleolus dibentuk oleh nucleolar organizer dari sebuah kromosom. Dengan terbentuknya 2 buah nukleus baru, maka di tengah sel terjadi dinding baru. Berlangsunglah sitokenesis (pembelahan sel).
BACA JUGA:  Ketentuan Mengenai Irian Barat dalam KMB

Ciri-ciri Pembelahan Mitosis

Berdasarkan sejumlah uraian di atas, maka berikut ini ciri-ciri pembelahan sel secara mitosis:

  1. Terjadi pada pembelahan sel tubuh (somatis)
  2. Menghasilkan 2 sel anak yang identik dengan sel induk semula (diploid menjadi diploid atau haploid menjadi haploid)
  3. Pada tahapan profase, ditandai dengan menghilangnya membran inti dan terbentuknya benang-benang kromatin (pemadatan kromosom)
  4. Pada tahapan metafase, ditandai dengan kromosom yang berderet di bidang equator (saat yang mudah mengamati kromosom)
  5. Pada tahapan anafase, ditandai dengan kromosom mulai bergerak ke arah kutub yang berlawanan ditarik oleh benang-benang spindel/mikrotubul
  6. Pada tahapan telofase, ditandai dengan terbaginya sel menjadi 2 sel anakan