Proses Terjadinya Perkecambahan

ASTALOG.COM – Perkecambahan merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini, embrio di dalam biji yang semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang menyebabkan ia berkembang menjadi tumbuhan muda. Tumbuhan muda ini dikenal sebagai kecambah.

Setelah kecambah dihasilkan, selanjutnya kecambah akan berkembang menjadi tumbuhan kecil yang sudah mempunyai akar, batang, dan daun. Perkecambahan pada tumbuhan hanya terjadi apabila biji berada dalam lingkungan yang sesuai. Tersedianya air dalam jumlah yang cukup, suhu yang optimum untuk kerja enzim, udara yang cukup, cahaya, dan kelembapan merupakan beberapa syarat penting terjadinya perkecambahan.

Tipe Proses Perkecambahan

Perkecambahan benih atau biji yang terjadi melalui 2 tipe proses, yaitu:

  1. Proses fisika pada perkecambahan diawali dengan penyerapan air oleh biji hingga setiap selnya terisi cukup air. Adanya pasokan air menyebabkan komponen-komponen dalam selnya mulai bekerja. Biji menyerap air dari lingkungannya karena potensi air pada biji lebih rendah. Secara fisiologi, proses perkecambahan ini berlangsung dalam beberapa tahapan penting yang meliputi: absorbsi air, metabolisme pemecahan materi cadangan makanan, transpor materi hasil pemecahan dari endosperm ke embrio yang aktif tumbuh, proses-proses pembentukan kembali materi-materi baru, respirasi, serta pertumbuhan.
  2. Proses kimia melibatkan hormon dan enzim. Ketika biji memiliki pasokan air yang cukup, biji akan mengembang dan menyebabkan kulit biji pecah. Setelah itu, embrio akan aktif melepaskan hormon giberelin yang beperan dalam sintesis enzim. Enzim yang dihasilkan menghidrolisis cadangan makanan yang terdapat dalam kotiledon dan endosperma sehingga menghasilkan molekul kecil yang kemudian diserap oleh kotiledon selama pertumbuhan embrio menjadi bibit tanaman.

Tahapan Proses Perkecambahan

Benih dikatakan berkecambah apabila sudah dapat dilihat atribut perkecambahannya yaitu plumula dan radikel yang keduanya tumbuh normal  dalam jangka waktu sesuai dengan ketentuan. Proses perkecambahan ini bisa berupa suatu proses metabiolisme yang terdiri dari proses katabiolisme dan anabiolisme dimana pada katabiolisme terjadi proses terjadi perombakan cadangan makanan sehingga menghasilkan energi ATP, sedangkan pada anabiolisme  terjadi sintesa senyawa protein untuk pembentukan sel-sel baru pada embrio. Kedua proses ini terjadi secara  berurutan pada tempat yang berbeda. Tahap awal  metabiolisme untuk tumbuh benih dapat diungkapkan sebagai 3 tipe yaitu:

  1. perombakan bahan cadangan
  2. translokasi dari bagian benih ke satu bagian yang lain
  3. sintesa bahan-bahan yang baru

Adapun tahapan proses perkecambahan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Tahap pertama dimulai dengan penyerapan air oleh benih, melunaknya kulit benih  dan hidrasi oleh protoplasma.
  2. Tahap kedua dimulai dengan kegiatan sel-sel dan enzim-enzim serta naiknya tingkat respirasi benih.
  3. Tahap ketiga merupakan tahap dimana terjadi penguraian bahan-bahan seperti karbohidrat, lemak dan protein menjadi bentuk-bentuk yang melarut dan ditranslokasikan ke titik-titik tumbuh.
  4. Tahap keempat adalah asimilasi dari bahan-bahan yang telah terurai di daerah meristematik untuk menghasilkan energi  dari kegiatan pembentukan  komponen dalam pertumbuhan sel-sel  baru.
  5. Tahap kelima adalah pertumbuhan dari kecambah melalui proses pembelahan, pembesaran dan pembagian sel-sel pada titik-titik tumbuh, pertumbuhan kecambah ini tergantung pada persediaan makanan yang ada dalam biji.

Proses perkecambahan dapat terjadi jika kulit benih permeable terhadap air dengan tekanan osmosis tertentu. Serapan air dan berbagai proses biokimia yang berlangsung pada benih pada akhirnya akan tercermin pada pertumbuhan dan perkembangan kecambah menjadi tanaman muda (bibit), kecuali jika  benih tersebut dalam keadaan dorman.

Tipe Perkecambahan berdasarkan Letak Kotiledon Biji

Tumbuhan monokotil dan dikotil akan menghasilkan struktur kecambah yang berbeda. Perbedaan tersebut terjadi karena tumbuhan monokotil dan dikotil memliliki struktur biji yang berbeda atau berdasarkan letak kotiledonnya, maka perkecambahan dapat dibagi menjadi 2 tipe, yaitu:

  1. Epigeal. Pada perkecambahan epigeal, kotiledon terdapat di permukaan tanah. Hal itu terjadi karena adanya pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga (hipokotil) sehingga daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah.
  2. Hipogeal. Pada perkecambahan hipogeal, kotiledon berada di bawah tanah. Hal itu terjadi karena adanya pembentangan ruas batang di atas daun lembaga (epikotil) sehingga daun lembaga terangkat ke atas tanah tetapi kotiledonnya tetap berada di dalam tanah.

Kedua tipe perkecambahan di atas terjadi pada tipe proses perkecambahan yang berlangsung melalui proses kimia.