Apa yang Dimaksud dengan Nilai Sosial?

Loading...

ASTALOG.COM – Nilai sosial adalah sebuah konsep abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk, indah atau tidak indah, dan benar atau salah. Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, serta pantas atau tidak pantas, maka harus melalui suatu proses menimbang. Hal ini tentunya sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. Tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai.

Pengertian Nilai Sosial dari Beberapa Ahli

  1. Koentjaraningrat mendefinisikan nilai sosial sebagai konsepsi konsepsi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat mengenai hal-hal yang harus mereka anggap amat penting dalam hidup.
  2. Charles F. Andrian mendefinisikan nilai sosial sebagai konsep-konsep umum mengenai sesuatu yang ingin dicapai, serta memberikan petunjuk mengenai tindakan-tindakan yang harus diambil.
  3. Young mendefinisikan nilai sosial  sebagai asumsi-asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting.
  4. Green mendefinisikan nilai sosial sebagai kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek, ide, dan orang perorangan.
  5. Woods mendefinisikan nilai sosial sebagai petunjuk-petunjuk umum dan telah berlangsung lama yang mengarah pada tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Lawang mendefinisikan nilai sosial sebagai gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, yang berharga, dan yang mempengaruhi perilaku sosial.
  7. Hendropuspito mendefinisikan nilai sosial sebagai segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia.
BACA JUGA:  Manfaat Ilmu Anatomi Bagi Manusia

Ciri-ciri nilai Sosial

  1. Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antar warga masyarakat.
  2. Disebarkan di antara warga masyarakat, dan bukan merupakan suatu bawaan lahir.
  3. Terbentuk melalui suatu proses belajar atau sosialisasi.
  4. Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
  5. Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain.
  6. Dapat memengaruhi pengembangan diri sosial
  7. Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
  8. Cenderung berkaitan satu sama lain dan membentuk sistem nilai.

Klasifikasi Nilai Sosial

Berdasarkan ciri-ciri nilai sosial yang telah dipaparkan di atas, maka nilai sosial dapat diklasifikasikan ke dalam 2 jenis, yaitu:

  • Nilai dominan adalah nilai yang dianggap lebih penting daripada nilai lainnya. Ukuran dominan tidaknya suatu nilai didasarkan pada hal-hal berikut ini:
    • Banyaknya orang yang menganut nilai tersebut. Contoh: sebagian besar anggota masyarakat menghendaki perubahan ke arah yang lebih baik di segala bidang, seperti politik, ekonomi, hukum, dan sosial.
    • Berapa lama nilai tersebut telah dianut oleh anggota masyarakat.
    • Tinggi rendahnya usaha orang untuk dapat melaksanakan nilai tersebut. Contoh: orang Indonesia pada umumnya berusaha pulang kampung (mudik) di hari-hari besar keagamaan, seperti Lebaran atau Natal.
    • Prestise atau kebanggaan bagi orang yang melaksanakan nilai tersebut. Contoh: memiliki mobil dengan merek terkenal dapat memberikan kebanggaan atau prestise tersendiri.
  • Nilai yang mendarah daging adalah nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses berpikir atau pertimbangan lagi (bawah sadar). Biasanya nilai ini telah tersosialisasi sejak seseorang masih kecil. Umumnya bila nilai ini tidak dilakukan, ia akan merasa malu, bahkan merasa sangat bersalah. Contoh: seorang kepala keluarga yang belum mampu memberi nafkah kepada keluarganya akan merasa sebagai kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab. Demikian pula, guru yang melihat siswanya gagal dalam ujian akan merasa gagal dalam mendidik anak tersebut.
BACA JUGA:  Induksi Magnet Adalah

Jenis-jenis Nilai Sosial

  1. Nilai material, yaitu segala benda yang berguna bagi manusia.
  2. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat hidup dan mengadakan kegiatan.
  3. Nilai spiritual, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai spiritual dapat dibagi lagi menjadi 4 jenis, yaitu:
    1. Nilai moral (kebaikan) yang bersumber dari unsur kehendak atau kemauan (karsa, etika).
    2. Nilai religius yang merupakan nilai ketuhanan, kerohanian yang tertinggi dan mutlak.
    3. Nilai kebenaran (kenyataan) yang bersumber dari unsur akal manusia.
    4. Nilai keindahan yang bersumber dari unsur rasa manusia atau perasaan (estetis).

Sumber Nilai Sosial

  1. Nilai yang bersumber dari Tuhan. Sumber nilai sosial berasal dari Tuhan biasanya diketahui melalui ajaran agama yang ditulis dalam kitab suci. Dalam ajaran agama, terdapat nilai yang dapat memberikan pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku terhadap sesamanya.
  2. Nilai yang bersumber dari masyarakat. Masyarakat menyepakati sesuatu hal yang dianggap baik dan luhur, kemudian menjadikannya sebagai suatu pedoman dalam bertingkah laku.
  3. Nilai yang bersumber dari individu. Pada dasarnya, setiap individu memiliki sesuatu hal yang baik, luhur, dan penting.
BACA JUGA:  Apa yang Dimaksud Isotop, Isobar dan Isoton? Sebutkan Contohnya Masing-masing 3