Apakah Perbedaan Besaran Vektor dan Besaran Skalar?

Loading...

ASTALOG.COM – Dalam pelajaran fisika dulu, Anda pasti pernah mengenal istilah besaran. Berdasarkan satuannya besaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Sedangkan berdasarkan nilai dan arahnya, besaran dibedakan menjadi dua yaitu besaran skalar dan besaran vektor.

Pengertian Besaran
Dilansir dari wikipedia, Besaran atau magnitude dalam matematika adalah ukuran suatu obyek matematika, suatu sifat dengan mana obyek itu dapat dibandingkan sebagai “lebih besar” atau “lebih kecil” dengan obyek sejenis yang lain. Lebih formalnya, besaran suatu obyek adalah penataan (atau penempatan ranking) kelas obyek pada kelompoknya.

Pengertian Besaran Menurut Satuannya
Berdasarkan satuannya, besaran dibedakan menjadi dua macam yaitu besaran pokok dan besaran turunan.
Besaran pokok adalah besaran yang terdiri dari satu satuan, sedangkan besaran turunan adalah besaran yang memuat lebih dari satu satuan.

Pengertian Besaran Menurut Nilai dan Arahnya
Besaran dibedakan menjadi dua yaitu besaran skalar dan besaran vektor jika dilihat menurut nilai dan arahnya.

Besaran skalar merupakan besaran yang hanya memiliki nilai saja.
Contoh besaran skalar adalah massa.Contoh besaran skalar yang lain yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari seperti jarak, waktu, luas, kelajuan, volume, energi dan massa jenis.

Berbeda dengan besaran skalar, besaran vektor selain memiliki nilai juga memiliki arah. Jadi, besaran vektor dapat didefinisikan sebagai besaran yang memiliki nilai dan arah. Contoh besaran vektor adalah kecepatan.

BACA JUGA:  Pengertian Kalimat Non Formal, Kalimat Formal dan Contohnya

Dari penjelasan yang nampak pada pengertian kedua besaran yaitu besaran skalar dan vektor, maka bisa dilihat kedua besaran tersebut berbeda.
1. Perbedaan mendasarnya terletak pada ada tidaknya arah. Besaran vektor memiliki arah sedangkan besaran skalah tidak memiliki arah.
2. Besaran vektor berupa perpindahan, impuls, kecepatan, momentum, percepatan, momen gaya, kuat medan listrik, kuat medan magnet, dan gaya. Sedangkan besaran skalar berupa jarak, waktu, tekanan, suhu, muatan listrik, volume, masa jenis, kapasitas, dan potensial listrik.
3. Perhitungan besaran vektor agak kompleks. Sedangkan perhitungan besaran skalar dapat dilakukan dengan menggunakan aturan aljabar biasa.
4. Dalam rumus dan perhitungan, variabel besaran skalar diwakili oleh huruf yang dicetak miring (contoh V untuk volume). Sedangkan besaran vektor dalam skema dinyatakan dengan diisi anak panah diatasnya (contoh clip_image002 untuk gaya), dan dicetak tebal dan diapit tanda harga mutlak dalam persamaan maupun dalam teks (contoh clip_image002[6] untuk gaya).

Macam-macam Besaran Pokok
Besaran pokok terdiri dari beberapa macam, antara lain:

1.Panjang(m)[L]
Panjang adalah jarak antara dua titik di dalam ruang.Dalam SI satuan panjang adalah meter(m).Meter adalah satuan panjang internasional yang pertama,yang terbuat dari campuran bahan platina iridium,dan disimpan di The International Bureau Of Weinght and Measure.

BACA JUGA:  Langkah-Langkah Penelitian dalam Pendekatan Kualitatif

Pada tahun 1960,para ahli menetapkan bahwa satu meter sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang pancaran sinar jingga-merah dari atom kripton-86 dalam ruang hampa.Kemudian pada tahun 1983,meter kembali di definisi ulang dan bunyinya adlah:”Meter adalah panjang jalur yang dilalui oleh cahaya pada ruang hampa udara selama selang waktu: 1/299.792.458 sekonu.

2.Massa(kg)[M]
Massa adalah jumlah materi yang terkandung dalam suatu benda.Dalam SI satuan massa adalah kilogram(kg).Satu kilogram adalah massa sebuah silinder logam yang terbuat dari campuran platina iridium yang disimpan di Lembaga berat dan Ukuran internasional di Paris,Prancis.Kilogram merupakan satu-satunya satuan Standar yang tidak bisa dipindahkan.

3.Waktu(s)[T]
Waktu awalnya didefinisikan sebagai 1/86.400 waktu satu hari yang didasarkan pada waktu perputaran bumi pada porosnya.Dalam SI satuan waktu adalah sekon(s).Untuk mendapatkan pengukuran waktu yang lebih teliti,sekarang orang lebih memilih menggunakan Jam Atom.jam ini diatur oleh gerakan atom tertentu misalnya cesium,dimana 1 detik adalah 9.192.631.770 periode getaran atom cesium-133.

4.Suhu(K)
Suhu adalah ukuran yang derajat panas atau dinginnya suatu benda.Dalam SI satuan suhu adalah Kelvin(K).Definisi dari suhu didasarkan pada diagram fase air,yaitu posisi titik tripel air(suhu diamana 3 fase air berada bersamaan) yang di definisikan sebagai 273,16 Kelvin.kemudian,nol mutlak didefinisikan pada 0 kelvin,sehingga 1 Kelvin didefinisikan sebagai 1/273,16 dari temperatur(suhu) tripel air.Alat untuk mengukur suhu benda dengan tepat dan menyatakannya dalam angka disebut termometer.

BACA JUGA:  Siapa Pendiri Kerajaan Kutai?

5.Kuat Arus Listrik(A)[I]
Arus listrik adalah banyanya muatan listrik yang mengalir melalui satu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu.Dalam SI satuan kuat arus listrik adalah Ampere(A).Saat arus listrik mengalir melalui satu kabel maka bidang magnet berada di sekeliling kabel.
Pada tahun 1948,Ampere didefinisikan dari kekuatan tarik-menarik dua kabel yang berarus listrik.Alat ukur untuk mengukur kuat arus listrik adalah Ampere meter.

6.Jumlah Zat(mol)[N]
Jumlah Zat satuannya dalam SI adalah molekul(mol).Mol adalah istilah yang digunakan sejak 1902 dan merupakan kependekan dari”gram-molecule”.Satu mol didefinisikan sebagai zat suatu sistem yang mengandung “entitas elementer”(atom,molekul,ion,elektron) sebanyak atom-atom yang berada dalam 12 gram karbon-12.Bilangan ini disebut bilangan Avogadro yaitu G.0221367*1023.

7.Intensitas Cahaya(Cd)[J]
Satuan intensitas cahaya adalah Candela(Cd).Candela adalah intensitas cahaya suatu sumber cahaya yang memancarkan radiasi manokromatik pada frekuensi 540*1012 hertz dengan intensitas radiasi sebesar 1/685 watt per Steradran dalam arah tersebut.