Fungsi Benang Sari

ASTALOG.COM – Bunga yang merupakan jenis tumbuhan biji tertutup atau angiospermae memiliki benang sari yang merupakan alat reproduksi jantan. Setiap benang sari umumnya terdiri dari tangkai sari atau filamen dan pada ujung tangkai sari, terdapat kepala sari atau anterAnter biasanya terdiri dari 4 kotak sari yang disebut mikrosporangia. Perkembangan mikrosporangia dan spora haploid yang terkandung di dalamnya (serbuk sari) mirip dengan mikrosporangia pada tumbuhan gimnospermae, dimana serbuk sari dilepaskan dari anter, lalu jatuh, atau terbawa oleh agen eksternal, seperti angin, air, atau hewan menuju ke putik bunga yang sama maupun bunga lain sehingga terjadilah penyerbukan.

Bagian-bagian Benang Sari

  1. Tangkai sari atau filamentum yang berasal dari kata dalam bahasa latin, yaitu “filum” yang artinya “benang” adalah bagian yang berbentuk benang dengan penampang melintang yang umumnya berbentuk bulat.
  2. Kepala sari atau anthera yang berasal dari kata dalam bahasa Yunani kuno, yaitu “anthera” yang artinya “bunga” adalah bagian benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari. Bagian ini di dalamnya biasanya memiliki 2 ruang sari (theca), dimana masing-masing ruang sari semula terdiri atas 2 ruangan kecil (loculus atau loculumentum). Dalam ruang sari terdapat serbuk sari atau tepung sari (pollen), yaitu sel-sel jantan yang berguna untuk penyerbukan.
  3. Penghubung ruang sari atau connectivum adalah bagian yang merupakan lanjutan tangkai sari yang menjadi penghubung kedua bagian kepala sari yang terdapat di kanan kiri penghubung ini.

Kedudukan Benang Sari pada Bunga

Berdasarkan letak kedudukannya pada bunga, benang sari dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. Benang sari yang jelas duduk pada dasar bunga. Tumbuhan dengan bunga yang bersifat demikian oleh De Candolle dinamakan Thalamiflorae, contohnya: jeruk (Citrus sp.)
  2. Benang sari yang tampak seperti duduk diatas kelopak. Sering kita lihat pada bunga yang  perigin atau epigin. Tumbuhan yang demikian dinamakan Calyciflorae, contohnya: mawar (Rosa hybrida Hort)
  3. Benang sari yang tampak duduk di atas tajuk bunga. Tumbuhan yang demikian disebut Corolliflorae, contohnya: anggota suku Boraginaceae, misalnya buntut tikus (Heliotropium indicum L.)

Jumlah Benang Sari pada Bunga

Suatu sifat bunga yang penting yang berhubungan dengan benang sari adalah jumlah benang sari pada bunga. Berdasarkan jumlah benang sari pada bunga, umumnya dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Benang sari banyak, yaitu jika dalam satu bunga terdapat lebih dari 20 benang sari seperti terdapat pada jambu-jambuan, misalnya jambu biji.
  2. Jumlah benang sari 2x lipat jumlah daun tajuknya. Dalam hal yang demikian, benang sari biasanya tersusun dalam 2 lingkaran. Jadi ada lingkaran luar dan lingkaran dalam. Jika duduknya masing-masing benang sari kita teliti dengan seksama, maka mengenai duduknya benang sari terhadap daun-daun tajuk ada 2 kemungkinan:
    1. Diplostemon (diplostemonus), yaitu benang sari dalam lingkaran luar duduk berseling dengan daun-daun tajuk. Misalnya pada kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz)
    2. Obdiplostemon (obdiplostemonus), yaitu jika benang sari dalam lingkaran dalamlah yang duduknya berseling dengan daun-daun tajuknya, misalnya pada bunga geranium (Pelargonium odoratissimum Hort)
  3. Benang sari sama banyak dengan daun tajuk atau kurang, dalam hal ini duduknya benang sari dapat berupa:
    1. Episepal (episepalus), artinya berhadapan dengan daun-daun kelopak, serta berseling pula  dengan daun-daun tajuk.
    2. Epipetal (epipetalus), artinya berhadapan dengan daun-daun tajuk dan berseling dengan daun-daun kelopak.

Benang Sari berdasarkan Panjang Pendeknya

Benang sari pada satu bunga dapat tidak sama panjang. Berdasarkan panjang pendeknya, benang sari yang terdapat pada satu bunga dapat dibedakan sebagai berikut:

  1. Benang sari panjang 2 (didynamus), yaitu jika dalam satu bunga terdapat 4 benang sari  dan dari 4 benang sari itu, yang 2 panjang dan 2 lainnya pendek. Benang sari tersebut terdapat pada tumbuhan suku Labiatae, misalnya kemangi (Ocimum basilicum L.)
  2. Benang sari panjang 4 (tetradynamus), yaitu jika dalam satu bunga terdapat 6 benang sari dan dari 6 benang sari itu, yang 4 panjang dan 2 sisanya pendek, misalnya terdapat pada bunga lobak (Raphanus sativus L.)

Fungsi Benang Sari

  1. Benang sari menghasilkan serbuk sari dalam struktur seperti kantung terminal disebut anter.
  2. Struktur sekretori kecil yang disebut cairan nektar sering ditemukan di dasar benang sari dan memberikan imbalan makanan untuk serangga dan burung penyerbuk.
  3. Benang sari yang biasanya ditemukan di tengah bunga berupa filamen yang menyerupai tangkai dan berfungsi untuk menahan kepala putik. Hal ini juga membantu tanaman dalam menggerakkan air dan nutrisi ke anter dan juga dapat membantu untuk menyebarkan serbuk sari.
  4. Di dalam antera pada benang sari, beberapa jenis sel berdiferensiasi dan akhirnya menjadi serbuk sari, sementara yang lain berkontribusi pada proses pematangan. Serbuk sari mengandung gamet jantan atau sel kelamin tanaman. Serbuk sari terdiri dari gametofit jantan dewasa dengan lapisan pelindung.
  5. Penyerbukan (atau reproduksi) terjadi ketika serbuk sari (jantan) diambil dari antera ke bagian betina bunga penerima, yang disebut stigma. Stigma sering lengket untuk menahan serbuk sari dan merupakan salah satu dari tiga komponen yang membentuk organ reproduksi betina dari tanaman berbunga. Dua lainnya adalah karpal dan ovarium.