Ciri-ciri Wilayah Stepa

ASTALOG.COM – Stepa adalah suatu dataran tanpa pohon (kecuali yang berada di dekat sungai atau danau) dimana stepa umumnya ditumbuhi oleh rumput pendek. Stepa dapat berupa semi gurun, atau ditutupi oleh rumput atau semak, atau keduanya, tergantung dari musim dan garis lintang. Istilah stepa juga digunakan untuk menunjukkan iklim pada suatu daerah yang terlalu kering untuk menunjang suatu hutan, tapi tidak cukup kering untuk menjadi gurun. Stepa termasuk bioma dalam ekosistem padang rumput yang berada di darat. Stepa tidak dikelilingi oleh kumpulan-kumpulan pepohonan, kalaupun ada mungkin hanya sedikit saja.

Iklim pada wilayah stepa berupa garis lintang tengah yang dapat digambarkan dengan musim panas yang sangat panas dan musim dingin yang sangat dingin, dengan curah hujan atau ekivalen salju rata-rata 250-500 mm per tahun. Pada daerah tropis, curah hujan yang dibutuhkan untuk membedakan stepa dan gurun dapat berjumlah setengahnya karena besarnya evapotranspirasi yang terjadi.

Di Indonesia, wilayah yang dikenal banyak memiliki stepa adalah Nusa Tenggara Timur, dimana masyarakat disana biasa menggunakan wilayah stepa atau padang rumput ini untuk area peternakan. Mulai dari beternak kambing, sapi, kerbau, hingga kuda. Wilayah stepa dinilai sangat mudah untuk dirawat sekaligus menyediakan banyak sumber makanan bagi ternak-ternak mereka.

Ciri-ciri Wilayah Stepa

  1. Curah hujan yang tidak teratur, antara 250-500 mm/tahun.
  2. Terdapat di daerah peralihan antara iklim basah (hummid) dan iklim kering (arid).
  3. Curah hujan relatif rendah dan tidak teratur.
  4. Porositas (air yang meresap ke tanah) dan drainase (pengairan) kurang baik sehingga tumbuhan sulit mengambil air
  5. Tanah di stepa pada umumnya tidak mampu menyimpan air yang disebabkan oleh rendahnya tingkat porositas tanah dan sistem penyaluran yang kurang baik sehingga menyebabkan rumput-rumput tumbuh dengan subur, bahkan beberapa jenis rumput tingginya mencapai 3 setengah meter.
  6. Stepa memiliki pepohonan yang khas, yaitu Akasia yang wilayah persebarannya meliputi Afrika, Amerika Selatan, Amerika Serikat bagian barat, Argentina dan Australia.
  7. Flora yang berhasil hidup di bioma stepa adalah pohon akasia dan semak belukar.
  8. Faunanya yang hidup di wilayah stepa meliputi jenis hewan herbivora dan karnivora, seperti rusa, antelop, harimau, kanguru, harimau, singa dan ular.
  9. Di beberapa negara, biasanya stepa dijadikan sebagai tempat konservasi bagi binatang-binatang yang terbilang langka.

Tumbuhan di Wilayah Stepa

Tumbuhan menjadi salah satu jenis kekayaan yang dimiliki oleh bioma stepa. Jenis tumbuhan yang tumbuh pun beragam mengikuti curah hujan yang ada di tiap daerah padang rumput itu sendiri. Adapun jenis rumput yang tumbuh itu antara lain :

  1. Di daerah yang bercurah hujan tinggi, rumput tumbuh subur hingga tingginya mencapai 3m, misalnya bluestem grasses.
  2. Di daerah yang curah hujannya rendah terdapat rumput yang pendek, misalnya grama grasses dan buffalo grasses.

Jadi tinggi rendahnya rumput yang tumbuh tergantung dari curah hujan yang terjadi di daerah itu.

Ciri-ciri Tumbuhan Rumput di Wilayah Stepa

  1. Rumputnya telah beradaptasi dengan suhu dingin, kekeringan, dan sesekali kebakaran.
  2. Rumputnya memiliki sistem akar besar yang mendalam, yang menancap dalam tanah. Hal ini memungkinkan rumput untuk tetap berakar kuat di tanah untuk mengurangi erosi dan menghemat air.

Hewan di Wilayah Stepa

  1. Beberapa hewan herbivora besar antara lain: gajah, jerapah, bison, rusa, zebra, badak, dan kuda liar.
  2. Beberapa karnivora besar antara lain: singa dan serigala juga ditemukan di padang rumput beriklim sedang.
  3. Beberapa hewan berukuran kecil lainnya antara lain: kanguru, rusa, anjing padang rumput, tikus, kelinci, sigung, anjing hutan, ular, rubah, burung hantu, luwak, burung hitam, belalang, burung pipit, burung puyuh, elang, dan serangga.