Organ Hidung dan Bagian-bagiannya

ASTALOG.COM – Hidung merupakan salah satu bagian dari alat panca indera pada manusia yang berfungsi untuk menghirup udara pernapasan, menyaring udara, menghangatkan udara pernapasan, juga berperan dalam resonansi suara. Hidung pada manusia juga akan menanggapi rangsang berupa bau atau zat kimia yang berupa gas. Di dalam rongga hidung terdapat serabut saraf pembau yang dilengkapi dengan sel-sel pembau. Setiap sel pembau mempunyai rambut-rambut halus (silia olfaktori) di ujungnya dan diliputi oleh selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembab rongga hidung.

Pada saat kita bernapas, zat kimia yang berupa gas ikut masuk ke dalam hidung. Zat kimia yang merupakan sumber bau akan dilarutkan pada selaput lendir, kemudian akan merangsang rambut-rambut halus pada sel pembau. sel pembau akan meneruskan rangsang ini ke otak untuk diolah sehingga bisa mengetahui jenis bau dari zat kimia tersebut.

Organ Hidung dan Bagian-bagiannya

  1. Lubang hidung. Setiap manusia mempunyai dua lubang hidung secara normal, di mana lubang hidung tersebut berhubungan dengan rongga hidung. Dalam rongga hidung ada rambut hidung dan juga terdapat selaput lendir, fungsinya yaitu untuk menahan berbagai kotoran yang masuk dalam hidung, tepatnya pada waktu bernafas. Jika terjadi kecelakaan fatal yang mengakibatkan lubang hidung menjadi kurang terbuka, akan mengakibatkan seseorang kekurangan oksigen sebab kesulitan bernafas, oleh karena itu biasanya dilakukan bedah plastik.
  2. Rongga hidung. Rongga hidung memiliki fungsi paling unggul dalam saluran pernafasan manusia. Rongga hidung memanjang hingga bagian nasofaring. Rongga hidung seseorang terbagi dalam 3 wilayah yaitu:
    1. Wilayah penciuman berada pada puncak dari rongga hidung. Dan dilapisi dengan sel penciuman dan reseptor penciuman.
    2. Wilayah pernapasan pada rongga hidung adalah bagian yang paling besar, dilapisi dengan epitel bersilia psudeostratified. Dan di dalam epitel diselingi dengan sel goblet mukus.
    3. Vestibulum pada rongga hidung mengacu ke daerah sekitar pembukaan eksternal sampai dengan rongga hidung manusia.
  3. Sel saraf pembau. Sel saraf di hidung bertugas dalam menangkap zat kimia yang terdapat dalam udara. Perlu diketahui bahwa sel saraf pembau mempunyai rambut halus, di mana rambut halus ini berhubungan ke urat saraf, dan juga bersatu menjadi saraf penciuman menuju otak. Saraf pembau di hidung manusia berada pada bagian selaput lendir yang ada di kerang hidung atas, permukaan hidung tengah dan rongga hidung atas.
  4. Sinus. Sinus adalah 4 buah rongga yang mempunyai letak berbeda di sekitar daerah hidung. Sinus berada pada bagian rongga samping dan atas dari hidung, dan sudah terbentuk sejak pertama kali seseorang dilahirkan. Sementara pada bagian dahi rongga, sinus tidak muncul hingga seseorang mencapai umur 7 tahun.
  5. Tulang rawan (kartilago). Hidung terbentuk dari kumpulan tulang rawan yang lentur sehingga harus dilindungi.
  6. Septum. Septum adalah pemisah hidung yang terbagi menjadi 2 buah rongga, dimana rongga yang terbentuk akan membentang mulai dari lubang hidung hingga tenggorokan bagian belakang.

Fungsi Hidung

  1. Menghangatkan udara, dimana hal ini bisa terjadi karena pembuluh kapiler dalam hidung yang berada pada daerah sekitar rongga hidung mengalami pembesaran alami, pembesaran alami ini akan menghangatkan oksigen yang masuk dalam hidung Anda. Tentunya, pembuluh darah tersebut akan membesar dan mengecil dengan alami, berdasarkan suhu udara sekitar juga.
  2. Melembabkan udara.
  3. Membersihkan udara.

Prinsip Kerja Hidung

Sebenarnya prinsip kerja hidung seseorang sehingga bisa mencium aneka bau-bauan sangatlah simpel. Apabila ada bau yang masuk dalam rongga hidung melalui lubang hidung, gas atau uap bau tersebut akan memancing rangsangan, untuk kemudian dilanjutkan ke bagian saraf pembau, kemudian berlanjut ke otak untuk diterjemahkan.

Mengapa Bernapas Lewat Hidung Lebih Baik daripada Bernapas Lewat Mulut?

Hal ini karena tidak lepas dari kelengkapan sistem yang terdapat di dalam hidung, dimana hidung kita dapat mengolah udara yang masuk ke paru-paru agar menjadi nyaman, diantaranya adalah dengan mengatur suhu udara, kelembapan, dan kebersihan udara yang akan masuk ke paru-paru. Kualitas udara yang baik akan membuat paru-paru lebih sehat.