10 Contoh Larutan Suspensi Dalam Kehidupan Sehari-hari

A. Pengertian Campuran.
Campuran adalah kumpulan zat yang berbeda, yang secara fisik digabungkan, tetapi tidak bergabung secara kimia. Campuran menunjukkan sifat fisik atau kimia yang berbeda dari zat individu.

B. Pengertian Larutan.
Larutan adalah campuran homogen dari dua atau lebih zat. Hal ini disebut campuran homogen, karena komposisi adalah seragam di seluruh larutannya. Komponen larutan terutama dari dua jenis, zat terlarut dan pelarut. Pelarut melarutkan zat terlarut dan membentuk larutan yang seragam.

Jadi, jumlah pelarut biasanya lebih tinggi dari jumlah zat terlarut. Semua partikel dalam larutan memiliki ukuran molekul atau ion, sehingga mereka tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Larutan dapat memiliki warna jika pelarut atau zat terlarut dapat menyerap cahaya tampak. Namun, larutan biasanya transparan. Pelarut dapat berada dalam keadaan cair, gas atau padat.

Kebanyakan pelarut umum adalah cairan. Di antara cairan, air dianggap sebagai pelarut universal, karena dapat melarutkan banyak zat daripada pelarut lainnya. Gas, padat atau cair zat terlarut lainnya dapat dilarutkan dalam pelarut cair. Dalam pelarut gas, hanya larutan gas dapat dilarutkan. Ada batas untuk jumlah zat terlarut yang dapat ditambahkan ke sejumlah pelarut.

Larutannya dikatakan jenuh jika jumlah maksimum zat terlarut ditambahkan ke pelarut. Jika ada jumlah yang sangat rendah zat terlarut, disebut larutan diencerkan, dan jika ada jumlah tinggi zat terlarut dalam larutan, itu adalah larutan terkonsentrasi. Dengan mengukur konsentrasi suatu larutan, kita bisa mendapatkan gagasan tentang jumlah zat terlarut dalam larutan.

Ciri-ciri larutan dapat disimpulkan sebagai berikut:

– Besar partikel <10-7 cm
– Partikel dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
– Larutan sejati tidak dapat disaring dengan kertas saring atau perkamen.
– Larutan sejati sangat stabil artinya tidak dapat terkoagulasi.
– Termasuk campuran yang sangat homogen.

C. Apa Itu Larutan Suspensi?
Suspensi merupakan campuran zat heterogen. Ada dua komponen dalam suspensi, bahan yang tersebar dan media dispersi.

Ada partikel padat yang lebih besar (bahan terdispersi) didistribusikan dalam media pendispersi. Media bisa menjadi cair, gas atau padat. Namun, bahan tersebar biasanya padat. Namun, jika suspensi diperbolehkan untuk berdiri diam selama beberapa waktu, partikel dapat menjadi turun ke bawah.

Dengan pengadukan, suspensi dapat dibentuk lagi. Partikel-partikel dalam suspensi akan terlihat dengan mata telanjang, dan melalui filtrasi mereka dapat dipisahkan. Karena partikel yang lebih besar, suspensi cenderung buram dan tidak transparan, karena mereka tidak memancarkan cahaya. Suspensi cairan atau padatan (dalam jumlah kecil) di dalam gas disebut sebagai aerosol. Contoh sistem aerosol dalam kehidupan manusia adalah debu di atmosfer.

 Suspensi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

– Suspensi mempunyai ukuran partikel > 10-5 cm.
– Suspensi dapat dilihat dengan mikroskop.Suspensi dapat disaring dengan kertas saring.
– Suspensi bersifat labil artinya tidak tahan lama.
– Suspensi mudah mengalami koagulasi.
– Suspensi termasuk campuran heterogen.

Contoh Larutan Suspensi.
1. Lumpur di mana tanah, dan lempung tersuspensi di air.
2. Tepung dapat tersuspensi di air.
3. Kabut yaitu sistem air yang tersuspensi di udara.
4. Cat.
5. Suspensi debu kapur di udara.
6. Suspensi partikel di udara.
7. Campuran pasir dengan air.
8. Sirup obat batuk.
9. Campuran Kopi dengan Air.
10. Air Keruh.

Selain suspensi, ada pula yang disebut dengan larutan koloid. Apa itu? simak terus artikel berikut ini untuk mengetahuinya.

D. Koloid.

Larutan koloid dipandang sebagai campuran homogen, tetapi juga bisa menjadi heterogen (misalnya: susu, kabut). Partikel dalam larutan koloid adalah ukuran menengah (lebih besar dari molekul) dibandingkan dengan partikel dalam larutan dan suspensi. Tapi, seperti partikel dalam larutan, mereka tidak terlihat dengan mata telanjang dan tidak dapat disaring dengan menggunakan kertas saring.

Partikel dalam koloid ini disebut sebagai bahan tersebar, dan media pendispersi analog dengan pelarut dalam larutan. Menurut bahan terdispersi dan medium, ada berbagai jenis koloid. Sebagai contoh, jika gas yang tersebar dalam media cair, koloid dihasilkan adalah ‘busa’ (misalnya: susu kental yang dikocok). Jika dua cairan yang digabungkan bersama-sama, koloid yang dapat dihasilkan dikenal sebagai emulsi (misalnya: susu).

Partikel didistribusikan dalam media koloid tidak menetap jika dibiarkan tetap. Larutan koloid yang bening atau buram. Kadang-kadang partikel dalam koloid dapat dipisahkan dengan sentrifugasi atau koagulasi. Misalnya, protein dalam susu yang dikoagulasi dengan panas atau ditambahkan asam.

Perbedaan larutan, Suspensi dan Koloid

– Partikel dalam koloid sering lebih besar dari partikel zat terlarut dalam suatu larutan.
– Larutan adalah benar-benar homogen dibandingkan dengan koloid, yang juga bisa menjadi campuran heterogen.
– Campuran koloid tampak buram atau transparan, tetapi larutan adalah transparan.
– Suspensi merupakan campuran heterogen, namun koloid bisa homogen atau heterogen.
– Perbedaan utama antara suspensi dan koloid adalah diameter partikel yang tersebar; partikel dalam suspensi lebih besar dari partikel dalam koloid.
– Partikel dalam suspensi dapat menetap di bawah pengaruh gravitasi, jika terganggu. Namun partikel dalam koloid tidak menetap dalam kondisi normal. Namun, dengan kekuatan tambahan endapan dapat diperoleh, seperti di sentrifugasi.
– Partikel dalam suspensi tidak bisa melewati kertas saring, namun partikel koloid bisa.
– Koloid dapat menghamburkan cahaya, dan suspensi tidak memancarkan cahaya. Oleh karena itu, koloid bisa buram atau tembus, tapi suspensi buram.