Apa Faktor Penyebab Perang Dingin?

Sekilas Mengenai Perang Dingin.
Perang Dingin atau yang sering disebut “Perang Urat Syaraf” adalah perang dalam bentuk ketegangan sebagai perwujudan dari konflik-konflik kepentingan, supremasi, perbedaan ideologi, dan lain sebagainya antara blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet.

Perang dingin terjadi antara tahun 1947 sampai 1991. Istilah Perang Dingin dikenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara Amerika dan Soviet.

Selama tahun 1945-1946 Soviet tidak bersinggungan lagi dengan sekutunya dari barat dan sibuk mengonsolodasi kekuasaannya. Uni Soviet berusaha agar negara-negara yang didudukinya “steril” dari demokrasi kapitalis.

Semua sektor perekonomian dikuasai negara dengan tujuan menyejahterakan rakyat. Hal tersebut dapat dilihat dalam rencana lima tahun yang dijalankan secara tertutup, sehingga timbul julukan “Negara di balik tirai besi”. Tirai besi diciptakan oleh Perdana Menteri Inggris Winston Churchill pada tahun 1946 untuk memberikan label kepada negara-negara komunis yang serba tertutup dan tidak dapat ditembus oleh pengaruh kapitalisme barat.

Pengaruh Uni Soviet dalam mengembangkan hegemoninya di Eropa telah berkembang dengan cepat. Dengan keadaan tersebut Amerika Serikat merasa berkewajiban mencegah berkembangnya gerakan komunis. AS menyusun strategi politik global yang dikenal dengan containment policy.

Tujuan containment policy adalah untuk mencegah berkembangnya pengaruh suatu negara atau suatu sitem politik dari pihak lawan. Sistem politik yang menjadi lawan Amerika adalah komunisme. Oleh karena itu containment policy dikenal pula sebagai containment of communism.

Selama Perang Dingin, kedua negara saling berebut pengaruh dari negara-negara lain. Untuk itu, kedua negara mempunyai langkah-langkah, seperti :

1. Amerika Serikat menerapkan :
– Truman Doctrine, yaitu program bantuan ekonomi dan militer pada Turki dan Yunani untuk mengatasi pemberontakan komunis.
– UNPRA, yaitu badan yang bertugas meringankan penderitaan dan memulihkan daya produksi rakyat yang tertinggal di daerah-daerah bekas pendudukan Jerman.
– MSA, yaitu badan bertugas memberi bantuan pada negara-negara terbelakang khususnya Asia.

2. Uni Soviet menerapkan :
– Molotov Plan, yaitu kerja sama ekonomi antarnegara-negara komunis di Eropa Timur.
– Pakta Waesawa, yaitu pakta pertahanan untuk membendung pengaruh kapitalis.
– Doktrin Bresnev, bertujuan untuk memperkokoh Pakta Waesawa.

Selama Perang Dingin, antara kedua negara terjadi peristiwa-peristiwa penting, seperti :
* Pembagian Jerman menjadi dua bagian di bawah pengaruh Blok Barat dan Blok Timur.
* Terjadinya perlombaan senjata.
* Perang Vietnam. Vietnam Selatan didukung Amerika Serikat, sementara Vietnam Timur didukung Uni Sofiet.

Perang Dingin bukan merupakan perang terbuka secara langsung antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Namun, Perang Dingin telah memberikan pengaruh atau dampak yang besar bagi dunia internasional, seperti :
– Munculnya pakta-pakta pertahanan yang memiliki pengaruh besar seperti NATO, SEATO, CENTO, dan Pakta Warsawa.
– Dunia terbipolarisasi antara barat dan timur.
– Situasi politik dunia makin menegangkan.
– Perdamaian dunia terancam.

Adapun secara ringkas faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perang dingin ada 3, yaitu :
1. Munculnya Amerika Serikat sebagai negara pemenang di pihak Sekutu (Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat). Amerika Serikat berperan besar dalam membantu negara-negara Eropa Barat untuk memperbaiki kehidupan perekonomiannya.

2. Munculnya Rusia (Uni Soviet) sebagai negara besar dan berperan membebaskan Eropa bagian Timur dari tangan Jerman dan membangun perekonomian negara-negara di Eropa Timur. Uni Soviet meluaskan pengaruhnya dengan mensponsori terjadinya perebutan kekuasaan di berbagai negara Eropa Timur seperti Bulgaria, Albania, Hungaria, Rumania, Polandia, dan Cekoslowakia, sehingga negara-negara tersebut masuk dalam pemerintahan komunis Uni Soviet.

3. Munculnya negara-negara yang baru merdeka setelah Perang Dunia II di luar wilayah Eropa.
Lahirnya 9 negara baru setelah perang dunia 2. Dampaknya muncul 2 kelompok negara di dunia yaitu negara-negara maju dengan negara-negara berkembang, yang memberikan pengaruh bagi perkembangan politik dan ekonomi dunia.